Category: Sapa Haji Indonesia

  • Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Pembayaran Dam, Jemaah Diimbau Gunakan Jalur Resmi Adahi

    Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Pembayaran Dam, Jemaah Diimbau Gunakan Jalur Resmi Adahi

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pembayaran dam bagi jemaah haji Indonesia sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan ibadah yang akuntabel, transparan, aman, dan sesuai ketentuan syariah maupun regulasi Pemerintah Arab Saudi.

    Memasuki hari ke-25 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, seluruh layanan haji Indonesia secara umum berjalan lancar, mulai dari pemberangkatan di Tanah Air, kedatangan di Arab Saudi, akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, hingga pembinaan ibadah dengan pendampingan penuh petugas.

    Berdasarkan data terbaru, sebanyak 411 kloter dengan 158.978 jemaah dan 1.641 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, 392 kloter dengan 151.382 jemaah dan 1.568 petugas telah tiba di Makkah. Adapun sebanyak 140 kloter dengan 53.705 jemaah dan 561 petugas telah tiba melalui Bandara Jeddah. Untuk jemaah haji khusus, tercatat sebanyak 11.087 orang telah tiba di Tanah Suci.

    Menjelang fase puncak ibadah haji, Kemenhaj mengingatkan kembali kepada seluruh jemaah, khususnya yang melaksanakan haji tamattu’ dan memiliki kewajiban dam, agar memahami mekanisme pembayaran dam yang telah disiapkan pemerintah.

    Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menegaskan bahwa pemerintah menghormati keberagaman pandangan fiqih terkait pelaksanaan dam.

    “Pemerintah menghormati keberagaman pandangan fiqih yang berkembang di tengah masyarakat. Bagi jemaah yang meyakini dam dapat dilaksanakan di Indonesia, kami mempersilakan melalui mekanisme yang sesuai ketentuan. Sementara bagi jemaah yang meyakini dam harus dilaksanakan di Tanah Haram, pemerintah telah memfasilitasi pelaksanaannya melalui lembaga resmi yang diakui Pemerintah Arab Saudi, yakni Adahi,” ujar Maria Assegaff di Jakarta, Jumat (15/5).

    Untuk pembayaran dam di Tanah Haram, Kemenhaj menetapkan mekanisme resmi melalui Adahi Project yang terintegrasi dengan Nusuk Masar. Skema ini dipilih untuk memastikan pelaksanaan dam berlangsung sesuai syariat, tertib administrasi, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Biaya pembayaran dam tahun ini ditetapkan sebesar 720 Riyal Saudi (SAR) per jemaah. Hingga saat ini, sebanyak 34.308 jemaah Indonesia di Arab Saudi telah melakukan pembayaran dam sesuai mekanisme resmi.

    Maria menambahkan, Kemenhaj bersama Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) terus menghadirkan kemudahan layanan bagi jemaah.

    “Untuk mempermudah jemaah, petugas Adahi akan hadir langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap guna melakukan pembayaran dan verifikasi. Skema jemput layanan ini kami prioritaskan terutama untuk membantu jemaah lansia, disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi,” jelasnya.

    Setelah transaksi selesai, setiap jemaah akan memperoleh bukti pembayaran resmi sebagai tanda bahwa kewajiban dam telah ditunaikan dan tercatat dalam sistem.

    Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah agar tidak melakukan pembayaran dam melalui jalur tidak resmi.

    “Kami mengimbau seluruh jemaah agar tidak menggunakan jasa calo, pihak yang tidak berwenang, ataupun melakukan transaksi di luar sistem resmi. Ini penting untuk melindungi jemaah dari potensi penipuan sekaligus memastikan dana dikelola secara transparan dan ibadah berjalan sesuai syariat,” tegas Maria.

    Selain fokus pada tata kelola dam, Kemenhaj juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

    “Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah menjaga stamina dengan membiasakan berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Kondisi fisik yang prima menjadi bagian penting dari kelancaran ibadah haji,” ujar Maria.

    Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan sekecil apa pun.

    Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan layanan terbaik kepada jemaah, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi, serta kepada seluruh jemaah yang menjaga ketertiban dan kedisiplinan selama menjalankan ibadah.

    “Sekali lagi kami mengingatkan: jaga kesehatan, biasakan berjalan kaki, kurangi aktivitas yang tidak mendesak, dan ikuti arahan petugas demi kelancaran ibadah haji. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan memperoleh haji yang mabrur,” tutup Maria.

  • Puncak Haji 1447 H/2026 M Semakin Dekat, Pemerintah dan Tim Pengawas Bersatu Kawal Pelayanan Jemaah

    Puncak Haji 1447 H/2026 M Semakin Dekat, Pemerintah dan Tim Pengawas Bersatu Kawal Pelayanan Jemaah

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M, sejumlah pejabat negara Indonesia mulai tiba di Tanah Suci untuk melakukan pengawasan langsung terhadap penyelenggaraan haji. Kedatangan para pejabat dijadwalkan berlangsung mulai 15 Mei hingga 20 Mei 2026 melalui dua pintu utama kedatangan jemaah dan petugas Indonesia, yakni Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dan Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) Jeddah.

    Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia berjalan aman, nyaman, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    Sejumlah nama pejabat yang dijadwalkan hadir di antaranya Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Gubernur Riau Abdul Wahid, Atalia Praratya, Selly Andriany Gantina, Wardatul Asriah, Andre Rosiade, Maman Imanul Haq, Rieke Diah Pitaloka, serta jajaran Amirul Hajj Indonesia.

    Mereka akan melakukan pengawasan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah di Tanah Suci. Pengawasan tersebut dinilai penting agar seluruh proses pelayanan berjalan profesional dan terhindar dari praktik penyimpangan maupun tindak korupsi.

    Puncak ibadah haji sendiri akan berlangsung pada 9 Dzulhijjah 1447 H saat jutaan jemaah dari berbagai negara melaksanakan wukuf di Arafah. Karena itu, kesiapan layanan sebelum fase puncak menjadi perhatian utama pemerintah dan tim pengawas.

    Kehadiran para pejabat negara di Arab Saudi juga membawa pesan moral bahwa penyelenggaraan haji bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan amanah besar untuk melayani tamu-tamu Allah dengan penuh tanggung jawab dan kemanusiaan.

    Sinergi antara pemerintah, petugas haji, dan tim pengawas diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan pengawasan yang ketat dan pelayanan yang terus diperbaiki, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, khusyuk, dan nyaman di Tanah Suci.

    Pewarta : Hebatdiki©️ Media Center Haji 2026

  • Kisah Haru Petugas Bagasi Haji yang Menjaga Kursi Roda Jemaah Lansia di Tanah Suci

    Kisah Haru Petugas Bagasi Haji yang Menjaga Kursi Roda Jemaah Lansia di Tanah Suci

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Komitmen pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M terus diwujudkan melalui pelayanan yang ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan. Tidak hanya fokus pada proses ibadah dan akomodasi, perhatian juga diberikan hingga hal-hal yang sering luput dari sorotan, seperti pengawasan bagasi dan perlindungan kursi roda jemaah haji di bandara.

    Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, petugas haji ditempatkan secara khusus di area bagasi bandara untuk memastikan seluruh barang bawaan jemaah tiba dengan aman di Tanah Suci. Mereka bertugas mengawasi, melindungi, sekaligus memastikan koper maupun alat bantu milik jemaah tidak rusak, hilang, atau tercecer.

    Salah satu petugas yang memegang peran penting tersebut adalah Robby Octora. Di tengah padatnya arus kedatangan jemaah dari berbagai embarkasi Indonesia, Robby bekerja tanpa lelah mengawasi lalu lintas bagasi jemaah haji sejak keluar dari pesawat hingga diterima kembali oleh pemiliknya.

    Tugas itu bukan sekadar memindahkan barang. Bagi Robby, setiap koper dan kursi roda memiliki arti penting bagi kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah di Tanah Suci, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.

    “Kursi roda harus dipastikan aman dan tidak rusak karena itu akan digunakan jemaah untuk menjalankan ibadah di sini,” ujarnya saat bertugas di area bagasi bandara.

    Robby juga memastikan tidak ada barang jemaah yang tertinggal atau salah distribusi. Ketelitian menjadi kunci utama karena ribuan koper datang bersamaan setiap harinya dalam operasional haji.

    Keberadaan petugas bagasi profesional menjadi bagian dari transformasi pelayanan haji Indonesia yang lebih humanis. Pemerintah ingin menghadirkan rasa aman sejak jemaah pertama kali tiba di Arab Saudi hingga kembali ke Tanah Air.

    Seluruh upaya tersebut dilakukan demi membantu jemaah Indonesia menjalankan rukun Islam kelima dengan nyaman, aman, dan penuh kekhusyukan. Di balik lancarnya perjalanan haji, ada kerja sunyi para petugas yang memastikan setiap detail pelayanan tetap terjaga demi kemuliaan ibadah para tamu Allah.

    pewarta : Hebatdiki©️ Media Center Haji 2026

  • Jemaah Harus Fokus Ibadah, Arab Saudi Keluarkan Aturan Ketat demi Menjaga Kekhusyukan Haji 2026

    Jemaah Harus Fokus Ibadah, Arab Saudi Keluarkan Aturan Ketat demi Menjaga Kekhusyukan Haji 2026

    SALAMRADIO.ID., Makkah — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah kembali menegaskan pentingnya menjaga kekhusyukan ibadah haji dengan menerbitkan sejumlah aturan ketat bagi seluruh Kantor Urusan Haji negara-negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia.

    Dalam surat resmi bernomor 471125082 tertanggal 12/05/26, Kementerian Haji dan Umrah menekankan bahwa seluruh aktivitas selama musim haji harus tetap berorientasi pada pelayanan dan ibadah jemaah, bukan kegiatan lain yang berpotensi mengganggu konsentrasi spiritual di Tanah Suci.

    Salah satu poin penting dalam surat tersebut adalah larangan menyelenggarakan seminar maupun pertemuan yang bersifat politik dan sektarian selama operasional haji berlangsung. Pemerintah Saudi juga melarang penggunaan perangkat komputer dan printer untuk mencetak materi publikasi yang tidak berkaitan langsung dengan edukasi dan bimbingan manasik.

    Selain itu, seluruh kantor urusan haji dilarang melakukan komunikasi langsung dengan instansi pemerintah Arab Saudi di luar koordinasi Kementerian Haji dan Umrah. Jika terdapat kebutuhan mendesak untuk pertemuan dengan lembaga lain, seluruh proses wajib mendapatkan persetujuan resmi terlebih dahulu.

    Aturan lainnya juga menyasar distribusi materi media dan publikasi. Pemerintah Saudi melarang penyebaran materi yang mengandung slogan politik atau sektarian. Seluruh media publikasi hanya diperbolehkan untuk kepentingan edukasi ibadah dan pelayanan jemaah.

    Tak hanya itu, pembangunan jaringan siaran televisi tertutup di hotel maupun pemondokan jemaah di Makkah, Madinah, dan Armuzna juga tidak diperkenankan tanpa izin resmi. Semua perangkat media serta tautan situs web terkait wajib dilaporkan kepada Kementerian Haji dan Umrah.

    Kebijakan ini diterbitkan sebagai langkah menjaga suasana haji tetap aman, damai, dan fokus pada nilai-nilai spiritual. Pemerintah Arab Saudi ingin memastikan jutaan jemaah dari seluruh dunia dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa gangguan aktivitas di luar kepentingan ibadah.

    Bagi jemaah Indonesia, aturan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi momentum penyucian diri yang harus dijaga dengan ketertiban, kepatuhan, dan saling menghormati antar bangsa.

    pewarta : Hebatdiki©️ Media Center Haji 2026

  • Di Balik Nyamannya Haji 2026, Ada Petugas Bagasi yang Setia Menjaga Koper Jemaah Hingga ke Penginapan

    Di Balik Nyamannya Haji 2026, Ada Petugas Bagasi yang Setia Menjaga Koper Jemaah Hingga ke Penginapan

    Jeddah — Di tengah ramainya kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, ada sosok-sosok petugas yang bekerja dalam senyap memastikan kenyamanan jemaah tetap terjaga. Mereka bukan hanya mengatur armada bus transportasi, tetapi juga menjadi penjaga amanah ribuan koper besar milik jemaah haji Indonesia.

    Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji (PIH) 1447 H/2026 M, pelayanan bagasi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah melalui sektor transportasi Daker Bandara. Sistem pelayanan bagasi “fast track” diterapkan untuk memastikan koper jemaah tetap aman, tidak rusak, tidak tertukar, dan tiba tepat waktu di penginapan masing-masing.

    Di area kargo bandara, para petugas terlihat sigap memeriksa, menyusun, hingga mengawasi proses distribusi koper jemaah. Mereka bekerja di tengah suhu panas dan padatnya aktivitas kedatangan penerbangan haji demi menjaga kenyamanan tamu-tamu Allah sejak pertama tiba di Tanah Suci.

    Kepala Seksi Transportasi Daker Bandara, Ahmad Mubasyir, menegaskan bahwa para petugas bagasi telah dibekali kemampuan khusus agar pelayanan berjalan maksimal.

    “Petugas yang ada di area kargo sudah dibekali ilmu atau kompetensi untuk bisa menjaga keamanan dan keutuhan koper-koper jemaah agar tidak rusak sampai diterima jemaah haji di penginapan,” ujarnya.

    Tim bagasi yang terdiri dari Robby, Ardiansyah, Arfin, Muaz, dan Mashadi menjadi garda terdepan dalam pelayanan tersebut. Mereka hampir sepanjang waktu berada di area bagasi untuk memastikan setiap koper jemaah terdata dan terdistribusi dengan baik.

    Pelayanan bagasi fast track ini menjadi salah satu terobosan baru dalam operasional haji 2026. Kehadiran sistem tersebut membuat jemaah tidak perlu lagi menunggu lama ataupun khawatir terhadap kondisi barang bawaan mereka.

    Bagi para jemaah, koper mungkin hanya barang bawaan. Namun bagi petugas haji, setiap koper adalah amanah yang harus dijaga. Dari balik area kargo bandara, para petugas menghadirkan pelayanan humanis agar jemaah bisa menjalankan ibadah dengan rasa aman, nyaman, dan tenang di Tanah Suci.

    pewarta : Hebatdiki©️ Media Center Haji 2026

  • Menuju Armuzna, Jemaah Diimbau Bijak Atur Aktivitas dan Jaga Kondisi Tubuh

    Menuju Armuzna, Jemaah Diimbau Bijak Atur Aktivitas dan Jaga Kondisi Tubuh

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) Kementerian Haji dan Umrah mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk mulai mengatur aktivitas secara bijak dan menjaga kondisi tubuh menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

    Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf, mengatakan bahwa kesiapan fisik menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan optimal.

    “Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” ujar Maria Assegaf di Jakarta, Kamis (14/5).

    Memasuki hari ke-24 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, seluruh layanan jemaah Indonesia berjalan lancar. Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

    Sementara itu, sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Makkah setelah bergerak secara bertahap dari Madinah.

    Untuk kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat sebanyak 120 kloter dengan 45.914 jemaah dan 481 petugas telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, sebanyak 10.535 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.

    Maria menjelaskan bahwa PPIH Arab Saudi saat ini terus mematangkan kesiapan layanan puncak haji melalui Satuan Operasi Armuzna, termasuk kesiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi jemaah.

    “Kesiapan tenda di Arafah saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jemaah berjalan lancar saat puncak haji,” jelasnya.

    Selain itu, PPIH Arab Saudi juga telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan pergerakan jemaah, khususnya pada jalur Arafah menuju Muzdalifah dan Muzdalifah menuju Mina.

    Kemenhaj mengingatkan jemaah agar membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu udara sangat tinggi. Jemaah juga diimbau memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh guna menghindari dehidrasi dan kelelahan.

    “Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik,” lanjut Maria.

    Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan.

    Petugas kesehatan haji Indonesia hingga saat ini terus melakukan pemantauan aktif, edukasi kesehatan, serta pendampingan kepada jemaah di hotel, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.

    Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, alas kaki, dan masker apabila diperlukan saat beraktivitas di luar hotel guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

    Pewarta: Hebatdiki©️ Media Center Haji 2026

  • Petugas Haji Linjam Daker Bandara : Sigap Amankan Barang Tertinggal Jemaah di Bandara Jeddah dan Madinah

    Petugas Haji Linjam Daker Bandara : Sigap Amankan Barang Tertinggal Jemaah di Bandara Jeddah dan Madinah

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Kesigapan petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) kembali terlihat dalam operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Daerah Kerja Bandara. Sejumlah barang milik jemaah haji Indonesia yang tertinggal di area bandara berhasil diamankan dan didata secara resmi sebelum diserahkan kepada petugas Linjam Daerah Kerja Makkah.

    Berdasarkan dokumen berita acara serah terima barang milik Kantor Urusan Haji Republik Indonesia Daker Bandara, berbagai barang milik jemaah ditemukan selama proses kedatangan jemaah di Bandara King Abdulaziz International Airport (KAIA) Jeddah maupun Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

    Barang-barang yang diamankan antara lain koper besar milik jemaah Kloter JKG 24 atas nama Nurlaila, kartu nusuk dan paspor jemaah, alat kesehatan, kursi portable, kursi lipat, kursi roda, tas kecil, bantalan leher, hingga perlengkapan ibadah seperti sarung dan mukena tanpa identitas.

    Petugas Linjam Bandara, Abdul Aziz dan Ujang Nana, menyerahkan barang-barang tersebut kepada petugas Linjam Daker Makkah, Eka Yulianto dan Imam Fadli, untuk selanjutnya dilakukan proses penelusuran dan pengembalian kepada pemilik masing-masing.

    Proses serah terima dilakukan melalui berita acara resmi guna memastikan keamanan barang jemaah tetap terjaga dan memudahkan pendataan. Petugas menyebut banyak jemaah, khususnya lansia, mengalami kelelahan setelah perjalanan panjang sehingga beberapa barang pribadi tertinggal saat proses perpindahan dari terminal menuju bus keberangkatan.

    Petugas haji Indonesia di Daker Bandara terus bersiaga selama 24 jam untuk membantu kebutuhan jemaah, termasuk memastikan barang bawaan jemaah aman dan dapat kembali kepada pemiliknya. Pendataan dilakukan secara teliti dengan mencantumkan nama jemaah, nomor paspor, asal kloter, hingga jenis barang yang ditemukan.

    Langkah cepat petugas Linjam ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah Indonesia dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tenang selama berada di Tanah Suci.

    Pewarta : Hebatdiki

  • Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Simpan Energi dan Tertib Ihram Sejak Embarkasi

    Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Simpan Energi dan Tertib Ihram Sejak Embarkasi

    SALAMRADIO., Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk mulai mengatur ritme ibadah, menjaga kesehatan, dan menghemat tenaga menjelang fase puncak haji 1447 H/2026 M. Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya pergerakan jemaah menuju Makkah serta kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Jeddah.

    Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa pada Rabu, 13 Mei 2026, operasional haji Indonesia memasuki hari ke-23. Secara umum, seluruh layanan berjalan baik, mulai dari pemberangkatan, kedatangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga pembinaan ibadah.

    “Alhamdulillah, layanan haji Indonesia terus berjalan dengan baik. Namun, menjelang puncak haji, disiplin menjaga kesehatan menjadi sangat penting. Jemaah perlu mulai menyimpan energi, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari,” ujar Maria di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

    Berdasarkan data terakhir, sebanyak 379 kloter dengan 146.622 jemaah dan 1.513 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung bertahap. Hingga saat ini, 312 kloter dengan 120.507 jemaah dan 1.248 petugas telah tiba di Makkah.

    Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, telah tiba 103 kloter dengan 39.388 jemaah dan 413 petugas. Selain itu, sebanyak 7.146 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

    Maria menegaskan, fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Karena itu, jemaah diminta mengutamakan ibadah wajib, memperbanyak istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, serta segera melapor kepada petugas bila mengalami keluhan kesehatan.

    “Jangan menunggu kondisi memburuk. Jika jemaah merasa lemah, pusing, sesak, demam, atau mengalami keluhan lain, segera sampaikan kepada petugas terdekat. Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan risiko tinggi, koordinasi dengan karom, karu, petugas kesehatan, dan petugas sektor harus terus dijaga,” jelasnya.

    Selain imbauan kesehatan, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah haji gelombang kedua untuk memperhatikan ketentuan ihram sejak dari embarkasi. Jemaah gelombang kedua yang mendarat di Jeddah akan langsung bergerak menuju Makkah, sehingga wajib mempersiapkan diri untuk berihram sesuai ketentuan manasik.

    “Jemaah gelombang kedua harus memastikan pakaian ihram sudah digunakan dengan benar sebelum melewati miqat. Niat ihram dilakukan sesuai arahan pembimbing ibadah dan petugas kloter. Pahami kembali larangan-larangan ihram, jaga ketertiban selama perjalanan, dan ikuti seluruh arahan petugas sejak di embarkasi hingga tiba di Makkah,” ujar Maria.

    Bagi jemaah yang masih ragu terkait tata cara ihram, niat, miqat, maupun larangan ihram, Maria meminta agar tidak mengambil keputusan sendiri tanpa bimbingan petugas.

    “Jangan sungkan bertanya. Pembimbing ibadah, petugas kloter, ketua rombongan, dan petugas layanan siap membantu jemaah. Ini penting agar ibadah berjalan tertib, sah, dan sesuai tuntunan,” tegasnya.

    Maria menambahkan, layanan kesehatan haji Indonesia terus berjalan optimal melalui pemantauan aktif, edukasi kesehatan, dan pendampingan jemaah di hotel, sektor, KKHI, maupun fasilitas kesehatan rujukan. Namun, keberhasilan menjaga kesehatan juga sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah dalam mengenali kondisi tubuh masing-masing.

    “Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan layanan terbaik di Tanah Air maupun Arab Saudi. Terima kasih juga kepada seluruh jemaah yang menjaga ketertiban, kedisiplinan, dan mengikuti arahan petugas,” tutup Maria.

    Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, menghemat tenaga, mengikuti arahan petugas, serta memastikan ketentuan ihram dipahami dan dilaksanakan dengan benar.

  • Kisah Ujang, Petugas Linjam Haji Indonesia yang Anggap Jemaah Lansia Seperti Orang Tua Sendiri

    Kisah Ujang, Petugas Linjam Haji Indonesia yang Anggap Jemaah Lansia Seperti Orang Tua Sendiri

    SALAMRADIO., Jeddah — Tugas dan fungsi Perlindungan Jemaah (Linjam) menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga kenyamanan, keamanan, dan ketenangan jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci. Kehadiran petugas Linjam di bandara kedatangan Madinah maupun Jeddah menjadi bentuk nyata pelayanan pemerintah bagi para tamu Allah yang datang menunaikan rukun Islam kelima.

    Sejak operasional haji dimulai, petugas Linjam terus bersiaga membantu jemaah, khususnya lansia, disabilitas, dan jemaah dengan kebutuhan khusus. Mereka mendampingi proses kedatangan, membantu mobilitas kursi roda, hingga memastikan jemaah dapat melanjutkan perjalanan menuju hotel dengan aman dan nyaman.

    Salah satu petugas Linjam di Bandara King Abdulaziz International Airport (KAIA), Jeddah, Ujang, mengaku menjalani tugasnya dengan penuh ketulusan. Baginya, melayani jemaah haji bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian kepada sesama umat Islam yang sedang memenuhi panggilan Allah.

    “Bagi saya jemaah sudah saya anggap seperti orang tua sendiri tanpa terkecuali. Saya hanya ingin mereka bisa menjalankan ibadahnya dengan nyaman, aman, dan khusyuk sehingga dapat kembali ke Tanah Air menjadi haji yang mabrur,” ujar Ujang saat membantu jemaah disabilitas di area kedatangan bandara.

    Di tengah padatnya aktivitas pelayanan, para petugas haji Daker Bandara harus menjalani tugas selama hampir tiga bulan penuh di Arab Saudi. Mereka rela meninggalkan keluarga di Tanah Air demi memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan maksimal sejak pertama kali tiba di Tanah Suci.

    Kesigapan petugas Linjam menjadi bagian penting dalam suksesnya penyelenggaraan ibadah haji 2026. Kehadiran mereka memberikan rasa tenang bagi jemaah sekaligus membuktikan komitmen pemerintah Indonesia dalam menghadirkan pelayanan haji yang humanis, aman, dan ramah bagi seluruh jemaah Indonesia.

    pewarta : Hebatdiki

  • Pelayanan Ramah Disabilitas di Bandara Haji, Petugas Siaga 24 Jam Layani Jemaah Indonesia

    Pelayanan Ramah Disabilitas di Bandara Haji, Petugas Siaga 24 Jam Layani Jemaah Indonesia

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Keamanan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia terus menjadi fokus utama pelayanan petugas haji di Arab Saudi. Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menghadirkan berbagai layanan khusus demi memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman sejak tiba di Tanah Suci.

    Salah satu bentuk pelayanan yang menjadi perhatian adalah penyediaan bus khusus bagi jemaah pengguna kursi roda di bandara kedatangan, baik di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah maupun Bandara King Abdulaziz International Airport (KAIA) Jeddah. Layanan ini disiapkan untuk membantu mobilitas jemaah lanjut usia, disabilitas, maupun jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu agar tetap memperoleh kenyamanan selama proses kedatangan.

    Petugas haji Indonesia yang bertugas di bidang Perlindungan Jemaah, Ujang dan Pipit, menyampaikan bahwa pelayanan terhadap jemaah merupakan bentuk penghormatan kepada tamu Allah yang datang memenuhi panggilan ibadah haji.

    “Jemaah haji adalah tamu-tamu Allah yang datang ke Tanah Suci karena dipanggil. Hendaknya pelayanan istimewa sudah seharusnya mereka terima,” ujar mereka saat melakukan pengawasan layanan di bandara kedatangan.

    Selama operasional haji berlangsung, petugas haji Indonesia terus bersiaga selama 24 jam untuk memastikan seluruh proses kedatangan berjalan lancar. Mulai dari pengaturan transportasi, perlindungan jemaah, layanan kesehatan, hingga bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas dilakukan secara maksimal oleh para petugas di lapangan.

    Kesigapan petugas haji menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam membantu umat Islam menyempurnakan rukun Islam kelima dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan di Tanah Suci.

    pewarta : Hebatdiki