Category: Sapa Haji Indonesia

  • Pertemuan Petugas Haji 2026 di Pinang Tangerang: Wahidin Halim Optimistis Jemaah Tetap Berangkat

    Pertemuan Petugas Haji 2026 di Pinang Tangerang: Wahidin Halim Optimistis Jemaah Tetap Berangkat

    Wahidin Halim, Anggota Komisi VIII DPR RI, menggelar pertemuan bersama petugas haji 2026 di kediamannya, kawasan Pinang, Kota Tangerang, Senin (2/03/26). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, PPIH Kloter, serta Tenaga Kesehatan Haji (TKH) wilayah Banten.

    Pertemuan membahas sosialisasi undang-undang perhajian serta kesiapan petugas dalam menghadapi penyelenggaraan haji tahun 2026. Dalam arahannya, Wahidin menyinggung perkembangan eskalasi konflik di Timur Tengah. Menurutnya, situasi tersebut diharapkan tidak berlangsung lama sehingga pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada 2026 dapat tetap berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.

    “Insya Allah perang tidak akan lama. Kita optimistis jemaah haji 2026 bisa diberangkatkan sesuai agenda,” ujarnya di hadapan para petugas.

    Selain itu, Wahidin juga menyampaikan masukan kepada Menteri Haji agar petugas haji 2026 yang belum pernah menunaikan ibadah haji dapat diberikan kesempatan berhaji, termasuk melaksanakan wukuf di Arafah, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

    Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan bahwa Manasik Haji Nasional untuk wilayah Kota Tangerang akan digelar pasca-Lebaran 1447 Hijriah sebagai bagian dari persiapan teknis dan spiritual menjelang musim haji.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan dialogis. Para petugas memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi dan mempererat silaturahmi sesama petugas haji 2026 se-Banten.

    Acara ditutup dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Maghrib berjamaah, serta sesi foto bersama.

  • Kemenhaj Imbau Penundaan Umrah, Persiapan Haji 1447 H Tetap Berjalan

    Kemenhaj Imbau Penundaan Umrah, Persiapan Haji 1447 H Tetap Berjalan

    SALAMRADIO.ID, Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan. Imbauan ini disampaikan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai semakin dinamis dan tidak menentu.

    Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keselamatan warga negara. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujarnya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

    Pemerintah juga meminta jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik. Kemenhaj bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan mendapatkan penanganan yang baik.

    Koordinasi dilakukan untuk memastikan ketersediaan akomodasi yang aman dan layak bagi jemaah yang tertunda, baik di hotel maupun lokasi lainnya. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan senantiasa merujuk pada sumber resmi guna menghindari keresahan.

    Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan hingga kini belum ada dampak terhadap tahapan persiapan yang tengah berjalan. Seluruh proses perencanaan dan koordinasi disebut tetap berlangsung sesuai jadwal. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan dan kenyamanan jemaah.

  • Eskalasi Konflik Timur Tengah, 58.873 Jemaah Umrah RI Terpantau: Kemenhaj Pastikan Keamanan Jadi Prioritas

    Eskalasi Konflik Timur Tengah, 58.873 Jemaah Umrah RI Terpantau: Kemenhaj Pastikan Keamanan Jadi Prioritas

    JAKARTA — Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Beberapa maskapai melakukan perubahan rute hingga penundaan jadwal sebagai langkah antisipatif atas dinamika keamanan regional. Situasi ini turut memengaruhi jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah Indonesia.

    Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan seluruh jemaah dalam kondisi terpantau. Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini berada di Arab Saudi. Pemerintah menegaskan koordinasi dilakukan secara intensif dengan perwakilan RI dan otoritas setempat.

    Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengimbau jemaah agar tetap tenang dan tidak panik. Ia meminta seluruh jemaah berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini.

    Kemenhaj juga meminta PPIU aktif berkomunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, dan KBRI Riyadh agar setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti cepat dan tepat. Pemerintah menegaskan keamanan dan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah situasi yang berkembang.

    Keluarga jemaah di Tanah Air diimbau tidak terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya. Negara, melalui Kemenhaj dan perwakilan RI, terus hadir memberikan pelindungan maksimal, memastikan ibadah umrah tetap berjalan dengan aman, tertib, dan terlayani dengan baik.

  • Jemaah Umrah Sakit Saat Transit, Kemenhaj Pastikan Penanganan Hingga Tiba di Tanah Air

    Jemaah Umrah Sakit Saat Transit, Kemenhaj Pastikan Penanganan Hingga Tiba di Tanah Air

    Siaran Pers Kementerian Haji dan Umrah RI

    Tangerang (Kemenhaj) — Pelindungan terhadap jemaah haji reguler, haji khusus, maupun umrah merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi warganya. Hal ini ditegaskan Kasubdit Pengawasan Umrah pada Kementerian Haji dan Umrah, Andi Muhammad Taufik, saat memberikan penanganan terkait kasus jemaah umrah yang sakit saat berada di negara transit.

    “Kemenhaj memastikan penanganan jika terjadi masalah hukum di Arab Saudi atau negara transit, maupun jika ada persoalan kesehatan yang dialami jemaah,” ujar Andi dalam keterangannya di Tangerang, Jum’at (20/2/2026).

    Kasus terbaru menimpa seorang jemaah umrah yang mengalami kondisi lemas saat transit di Bandara Internasional Muscat, Oman, pada 5 Februari 2026 sepulang menunaikan ibadah umrah. Informasi tersebut diterima Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat dari pihak rumah sakit setempat, KIMS Hospital Muscat.

    Karena kondisi kesehatan jemaah memerlukan penanganan lanjutan, pada 8 Februari 2026 jemaah dipindahkan ke rumah sakit lain atas persetujuan keluarga. Setelah menjalani beberapa kali perawatan medis, kondisi jemaah dinyatakan cukup stabil untuk dipulangkan ke Indonesia dengan catatan harus langsung dirujuk ke rumah sakit yang telah siap menerima.

    Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta menyatakan kesediaannya untuk menerima pasien tersebut. Pihak rumah sakit bahkan menyiapkan ambulans, ventilator, serta tim medis untuk penjemputan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju RSPI.

    Setibanya di Indonesia, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, sekitar pukul 15.30 WIB, jemaah langsung dipindahkan ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Proses pemulangan dan rujukan medis itu turut didampingi pihak keluarga dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) A Tour.

    “Kemenhaj akan terus memonitor kondisi jemaah setelah tiba di Indonesia,” tegas Andi.

    Tak hanya memastikan penanganan medis berjalan optimal, Kemenhaj juga akan melakukan klarifikasi tertulis kepada PPIU yang bersangkutan terkait tanggung jawab pembiayaan yang timbul selama proses perawatan.

    “Perlu evaluasi kewajiban perlindungan jemaah oleh PPIU, khususnya terkait jaminan biaya medis. Kami juga akan mengevaluasi polis asuransi perjalanan bagi jemaah umrah,” ujar Andi.

    “Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memperkuat sistem perlindungan jemaah, agar setiap risiko yang terjadi selama perjalanan ibadah dapat ditangani secara cepat, profesional, dan bertanggung jawab,” tutup Andi.

    Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI

  • Kemenhaj RI Gelar Manasik Haji Perwilayah di Kota Depok

    Kemenhaj RI Gelar Manasik Haji Perwilayah di Kota Depok

    Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menggelar kegiatan manasik haji perwilayah tingkat kecamatan di Kota Depok pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB sebagai bagian dari pembinaan calon jemaah haji.

    Kegiatan manasik haji dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Masjid Ibaadurrahman Sawangan dengan jumlah peserta 101 jemaah, serta di Masjid Al Huda Sukmajaya Depok yang diikuti oleh 380 jemaah.

    Manasik haji ini merupakan bagian dari program pembekalan yang diselenggarakan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi Domisili Kota Depok. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan jemaah dalam menjalankan ibadah haji, baik dari segi pemahaman manasik maupun kondisi kesehatan.

    Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh H. Fuad El Halimi, S.Ag., M.A., yang membahas tentang pelaksanaan pra Armuzna, serta dr. Silvi Eka Maryandri yang memberikan pemaparan mengenai kesehatan jemaah haji.

    Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tim petugas PPIH Arab Saudi di Masjid Ibaadurrahman Sawangan, di antaranya Aryo Dipokusumo selaku Koordinator Transportasi Sektor 1 Madinah, Sudirno sebagai Linjam Seksus Masjidil Haram, Diki Firmansyah sebagai MCH Daker Bandara, M. Ihfal Alifi dari Transportasi Sektor 8 Daker Mekkah, Teuku Ziat sebagai Linjam Sektor 10 Mekkah, Sofa Laela dari bidang Konsumsi Sektor 5 Daker Mekkah, serta dr. Nurhalimah Aruan dari PKPPJH Seksus Masjidil Haram.

    Para pemateri menekankan pentingnya pemahaman alur ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta kesiapan fisik dalam menghadapi aktivitas ibadah yang padat dan kondisi cuaca di Tanah Suci. Jemaah juga diimbau untuk menjaga pola hidup sehat sejak sebelum keberangkatan.

    Melalui kegiatan manasik ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji asal Kota Depok dapat lebih siap, mandiri, dan tertib dalam menjalankan ibadah haji. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Kemenhaj RI dan PPIH dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

    Wartawan: Diki Firmansyah | Portal: salamradio.id

  • Petugas Haji Indonesia 2026 ala Gus Irfan

    Petugas Haji Indonesia 2026 ala Gus Irfan

    Apel gabungan petugas haji (PPIH) Arab Saudi 2026 dipimpin oleh Menteri Haji & Umrah RI @kemenhaj.ri Bapak Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), Rabu 14 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

    Apel yang melibatkan hampir 1.600 orang, terdiri dari : Peserta PPIH Arab Saudi 2026, Irjen Kemenhaj & Umrah RI, Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Tim Fasilitator, Tim Instruktur, Tim Nakes, Tim Keamanan. Gus Irfan, menyampaikan : “Petugas haji harus Profesional, Kompeten, Berintegritas dan Ikhlas dalam melayani jemaah haji Indonesia agar ibadah mereka merasa aman dan nyaman sehingga khusyuk. Petugas haji hanya melayani jemaah haji bukan melayani pimpinan atau pejabat negara. PPIH Arab Saudi 2026 merupakan representasi negara yang menjadi garda terdepan harus sigap menjadi pelayan tamu Allah. melayani dengan ikhlas.”

    PPIH Arab Saudi 2026 adalah petugas haji angkatan pertama yang dibentuk Kementrian Haji & Umrah RI. Mengorientasikan kedisiplinan dan kekompakan sehingga pada pelaksanaannya petugas haji mampu memberikan pelayanan terbaiknya mampu membina, melayani serta melindungi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
    Program ini sangat mulia, penerimaan petugas haji dilakukan secara transparan dan terukur dengan membuka pendaftaran petugas haji melalui website resmi kemenhaj & umrah RI pada tahun 2025.
    Karena proses melalui pendaftaran secara terbuka, membuktikan keseriusan pemerintah dalam hal ini, menutup peluang praktek KKN. Penyeleksiannya pun sangat ketat menghadirkan putra-putri terbaik seluruh tanah air.

    Sukseskan penyelenggaraan haji 2026 demi kemaslahatan umat Islam diseluruh dunia.

  • Bimbingan Manasik Nasional

    Bimbingan Manasik Nasional

    Jakarta — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Gus Irfan Yusuf memaparkan sejumlah penguatan kebijakan dan inovasi penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini diikuti jemaah haji 2026 dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun daring melalui zoom meeting.

    “Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah adalah wujud kehadiran negara untuk melayani jemaah haji Indonesia secara lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Menhaj.

    Menhaj juga menekankan pentingnya manasik haji sebagai bekal utama jemaah dalam mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci.

    “Manasik haji menjadi ruang untuk menyiapkan pemahaman ibadah, kesiapan mental, kedisiplinan, dan kebersamaan agar jemaah dapat menjalankan haji dengan tenang dan tertib,” katanya.

    Melalui berbagai penguatan dan inovasi tersebut, penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M diarahkan untuk mencapai Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi melalui pemberdayaan umat, serta sukses peradaban dan keadaban melalui pembinaan karakter jemaah.

    Menhaj berharap jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan membawa nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat sepulang dari Tanah Suci.

    sumber Kemenhaj RI (11/02/26)

  • Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji

    Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji

    Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah RI mulai melakukan langkah konkret untuk mewujudkan kemandirian pangan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, menegaskan bahwa pemanfaatan beras produksi dalam negeri kini menjadi prioritas utama guna memperkuat ekosistem ekonomi haji nasional.

    Dalam rapat koordinasi bersama Perum Bulog dan Kementerian Pertanian di Jakarta, Jaenal Effendi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia berhenti bergantung pada pasokan beras negara lain seperti Vietnam dan Thailand untuk konsumsi jemaah haji.

    Dengan perencanaan yang dimulai sejak dini, Ditjen PE2HU optimis bahwa pada musim haji mendatang, jemaah haji Indonesia dapat menikmati nasi dari beras produksi petani Indonesia sendiri, yang sekaligus akan memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional.

    Humas Kementerian Haji dan Umrah RI

  • Pelatihan PPIH 2026

    Pelatihan PPIH 2026

    Diklat tidak menyurutkan semangat petugas haji walaupun hujan

    Asrama haji Pondok Gede diguyur hujan dari subuh, tetapi tidak menyurutkan semangat para petugas haji 2026 untuk Diklat PPIH. Kegiatan tetap dilanjutkan dengan penempatan didalam ruangan yang nyaman dan aman. Para Instruktur yang dipimpin oleh Bapak Yoyo Arianto selaku komandan kompi yang dibantu oleh Bapak Iwan, Bapak Afan, Bapak Dr. Brandes, Bapak A. Zuhdi dan Bapak Parguna selaku komandan pleton.
    Walau para instruktur terdiri dari TNI/POLRI tetapi suasana pelatihan terasa nyaman suasana kekeluargaan selalu terjalin sehingga seluruh petugas dalam kompi E sangat senang menjalankannya. Kedisiplinan dan kekompakan adalah nilai utama yang menjadi motivasi kegiatan tersebut.