Category: Sapa Haji Indonesia

  • Digandeng Nenek Jumariah, Petugas Haji Asal Lampung Ini Jadi Simbol Pelayanan Humanis Haji 1447 H

    Digandeng Nenek Jumariah, Petugas Haji Asal Lampung Ini Jadi Simbol Pelayanan Humanis Haji 1447 H

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Di tengah padatnya arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, terselip satu momen sederhana yang menyentuh hati banyak orang. Seorang petugas haji asal Lampung, Hardiansyah, tanpa sadar menjadi bagian dari kisah haru yang kini viral di media sosial dunia Arab Saudi.

    Momen itu terjadi ketika Hardiansyah dengan sabar menggandeng seorang jemaah lansia bernama Nenek Jumariah asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Langkah pelan sang nenek menuju bus menuju Makkah tampak begitu hangat dalam pendampingan petugas haji tersebut. Video kebersamaan mereka kemudian diunggah oleh Pemerintah Arab Saudi dan mendapat perhatian luas sebagai potret pelayanan haji yang penuh kasih dan kemanusiaan.

    Dalam rekaman yang beredar, Nenek Jumariah terlihat sangat akrab menggandeng tangan Hardiansyah. Tidak ada kesan formal ataupun jarak antara petugas dan jemaah. Yang terlihat justru ketulusan seorang anak muda membantu seorang ibu sepuh yang tengah menunaikan perjalanan suci seumur hidupnya.

    Hardiansyah mengaku tidak pernah menyangka momen sederhana itu akan menjadi perhatian publik internasional. Baginya, apa yang dilakukan hanyalah bagian dari tugas sekaligus panggilan hati sebagai petugas haji Indonesia.

    “Petugas haji merupakan representasi negara. Dalam pelayanan, kami harus ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan. Saya beruntung bisa digandeng Nenek Jumariah. Saat itu saya benar-benar tidak tahu beliau menjadi perhatian dunia. Saya hanya ingin melayani jemaah dengan tulus tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.

    Kisah Hardiansyah dan Nenek Jumariah kini menjadi simbol bahwa penyelenggaraan Haji 1447 H bukan hanya soal teknis pelayanan, tetapi juga tentang sentuhan kemanusiaan. Di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara, ketulusan kecil ternyata mampu menghadirkan pesan besar: ibadah haji akan selalu dikenang melalui kehangatan hati orang-orang yang melayani dengan cinta.

    Pewarta : Hebatdiki@MCH2026

  • Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna, Jemaah Diminta Disiplin Jadwal dan Hemat Tenaga

    Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna, Jemaah Diminta Disiplin Jadwal dan Hemat Tenaga

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah mematangkan skema pergerakan jemaah pada fase puncak haji atau Armuzna, meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Skema ini disiapkan untuk memastikan pelayanan, pelindungan, dan mobilitas jemaah berjalan aman, tertib, dan terkendali.

    Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, mengatakan fase Armuzna merupakan inti ibadah haji sekaligus fase paling krusial karena melibatkan pergerakan jutaan jemaah dalam waktu dan ruang yang terbatas.

    “Karena itu, pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan kesiapan fisik jemaah menjadi sangat penting. Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk memastikan pergerakan jemaah berjalan bertahap, terukur, dan berbasis mitigasi kepadatan,” ujar Maria di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

    Hingga hari ke-29 operasional haji 1447 H/2026 M, sebanyak 481 kloter dengan 186.041 jemaah dan 1.919 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sebanyak 472 kloter dengan 182.332 jemaah dan 1.888 petugas telah tiba di Makkah. Sementara kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, tercatat 208 kloter dengan 79.945 jemaah dan 832 petugas. Adapun jemaah haji khusus yang telah tiba di Arab Saudi mencapai 13.180 orang.

    Maria menjelaskan, pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah dimulai pada 8 Dzulhijjah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026, secara bertahap dalam tiga gelombang, yakni pukul 06.00, 11.30, dan 17.30 Waktu Arab Saudi. Seluruh jemaah ditargetkan telah diberangkatkan menuju Arafah pada pukul 24.00 WAS.

    “Jemaah kami imbau tidak berada di lobi hotel sebelum jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan. Tetap bersama rombongan, bawa perlengkapan secukupnya, selalu membawa identitas, dan jaga kondisi tubuh,” katanya.

    Pelaksanaan wukuf di Arafah berlangsung pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026, pukul 10.00 hingga 13.00 WAS. Selepas magrib, jemaah diberangkatkan menuju Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS. Bagi jemaah dengan skema murur, perjalanan langsung dilanjutkan menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.

    Pergerakan jemaah non-murur dari Muzdalifah menuju Mina dimulai pukul 23.00 WAS hingga pukul 07.00 WAS pada 10 Dzulhijjah. Setibanya di Mina, jemaah akan melaksanakan lontar jumrah Aqabah mulai pukul 10.00 WAS, kemudian kembali ke tenda untuk mabit.

    “Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat memberikan keringanan melalui mekanisme badal lontar bagi jemaah yang memiliki uzur,” tegas Maria.

    Pada 11 hingga 13 Dzulhijjah, jemaah menjalani mabit di Mina dan melaksanakan lontar jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha sesuai jadwal. Jemaah nafar awal ditargetkan menyelesaikan rangkaian ibadah pada 12 Dzulhijjah, sementara nafar tsani pada 13 Dzulhijjah.

    Maria menegaskan, keberhasilan Armuzna tidak hanya ditentukan oleh kesiapan petugas, tetapi juga kedisiplinan seluruh jemaah.

    “Patuhi jadwal, ikuti arahan resmi, jangan bepergian sendiri, jaga kekompakan, dan hemat tenaga menuju puncak haji. Kemenhaj akan terus melakukan monitoring 24 jam untuk memastikan layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, dan mitigasi kepadatan berjalan optimal,” tutup Maria.

    Sumber: Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Timwas DPR RI Soroti Wajah Baru Layanan Haji 2026, Jemaah Kini Lebih Nyaman dan Dimuliakan

    Timwas DPR RI Soroti Wajah Baru Layanan Haji 2026, Jemaah Kini Lebih Nyaman dan Dimuliakan

    SALAMRADIO.ID., Madinah (Kemenhaj) — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan jemaah Indonesia di Arab Saudi. Tidak hanya dari sisi teknis, pelayanan tahun ini dinilai lebih humanis dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

    Hal tersebut disampaikan Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah, Senin (18/5/2026).

    Kedatangan rombongan Timwas DPR RI diterima langsung oleh Kepala PPIH Daker Madinah, Khalilurrahman. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan jemaah berjalan optimal selama operasional haji berlangsung.

    Dalam keterangannya, Cucun menyebut pelayanan haji tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibanding musim-musim sebelumnya. Menurutnya, pendekatan pelayanan yang dilakukan petugas kini terasa lebih dekat, ramah, dan mengedepankan sentuhan kemanusiaan.

    “Yang kami lihat sekarang bukan hanya pelayanan administratif berjalan baik, tetapi juga bagaimana jemaah diperlakukan dengan penuh perhatian dan rasa hormat. Petugas hadir bukan sekadar bekerja, tetapi melayani dengan hati,” ujarnya.

    Berdasarkan evaluasi tahap pertama operasional haji di Madinah, tercatat lebih dari 103 ribu jemaah telah tiba dan mendapatkan layanan. Timwas DPR RI menilai berbagai inovasi yang diterapkan tahun ini memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan jemaah, khususnya lansia dan kelompok rentan.

    Salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas akomodasi jemaah reguler. Untuk pertama kalinya, banyak jemaah haji reguler Indonesia dapat menempati hotel-hotel premium di kawasan Markaziyah yang berada dekat dengan Masjid Nabawi.

    Menurut Cucun, hotel-hotel yang sebelumnya identik dengan layanan haji khusus atau haji plus kini juga digunakan oleh jemaah reguler. Ia menilai langkah tersebut menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kenyamanan jemaah.

    “Ini menjadi sejarah baru. Jemaah reguler sekarang bisa merasakan fasilitas hotel yang selama ini identik dengan layanan premium. Artinya ada keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

    Timwas DPR RI juga memberikan perhatian terhadap implementasi layanan Mecca Route atau fast track keimigrasian yang dinilai semakin mempermudah perjalanan jemaah sejak dari tanah air.

    Anggota Timwas Haji DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, menyebut layanan tersebut sangat membantu mempercepat proses kedatangan jemaah di Arab Saudi.

    Melalui skema Mecca Route, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan langsung di bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan demikian, jemaah tidak lagi harus mengantre panjang setibanya di bandara Arab Saudi dan dapat langsung menuju hotel atau lokasi tujuan.

    “Manfaatnya sangat dirasakan jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Setelah tiba, jemaah bisa langsung beristirahat tanpa harus menjalani proses imigrasi yang panjang,” ujar Danang.

    Selain mempercepat layanan, sistem fast track juga dinilai membantu mengurangi kepadatan di bandara kedatangan sehingga mobilitas jemaah menjadi lebih lancar.

    Timwas DPR RI berharap peningkatan kualitas layanan seperti Mecca Route, penguatan pendampingan jemaah, hingga peningkatan standar akomodasi dapat terus diperluas pada musim haji mendatang agar semakin banyak jemaah Indonesia merasakan manfaatnya.

    Cucun menegaskan, berbagai perubahan yang terlihat pada penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi umat.

    “Negara benar-benar hadir untuk melayani jemaah. Semangatnya bukan hanya menjalankan operasional haji, tetapi memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan dimuliakan selama beribadah,” tandasnya.

    Sumber: Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Sentuhan Ikhlas PPIH untuk Jemaah Haji Lansia, Visitasi Jadi Bentuk Kepedulian di Tanah Suci

    Sentuhan Ikhlas PPIH untuk Jemaah Haji Lansia, Visitasi Jadi Bentuk Kepedulian di Tanah Suci

    SALAMRADIO.ID., Makkah — Pelayanan terhadap jemaah haji lansia terus menjadi perhatian utama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH pada musim haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Tidak hanya fokus pada kelancaran ibadah, para petugas juga hadir langsung memastikan kondisi kesehatan dan kenyamanan para lansia selama berada di Tanah Suci.

    Salah satu bentuk pelayanan tersebut dilakukan melalui kegiatan visitasi ke hotel-hotel tempat jemaah lansia menginap di Kota Makkah. Dengan pendekatan humanis, para petugas mendatangi jemaah secara langsung untuk memonitor kondisi kesehatan, memberikan motivasi, hingga memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

    Dalam setiap kunjungan, petugas tampak berbincang hangat dengan para lansia yang sebagian besar menjalani ibadah haji di usia senja. Ada yang mengeluhkan kelelahan akibat cuaca panas Arab Saudi, ada pula yang membutuhkan pendampingan kesehatan ringan selama proses ibadah berlangsung.

    Petugas PPIH tidak hanya memberikan nasihat agar jemaah menjaga kesehatan dan mengatur aktivitas fisik, tetapi juga membagikan makanan tambahan, vitamin, serta alat kesehatan sederhana untuk membantu kebutuhan para lansia.

    Petugas Haji Indonesia, Hamam Asy’ari, mengatakan kegiatan visitasi dilakukan dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian kepada para tamu Allah.

    “Kami sebagai PPIH melaksanakan visitasi terhadap jamaah haji lansia dengan cara ikhlas dan berbagi. Ketika visitasi, kami monitoring kondisi jamaah, memberikan nasihat agar senantiasa menjaga kesehatannya dan kami sebagai PPIH memberikan makanan serta alat kesehatan kepada jamaah haji lansia. Hal ini kami lakukan agar jamaah haji Indonesia khususnya lansia merasakan aman dan nyaman,” ujar Hamam Asy’ari.

    Kehadiran petugas di tengah jemaah lansia menjadi penguat emosional tersendiri. Banyak jemaah mengaku merasa lebih tenang karena tidak merasa sendiri menghadapi perjalanan ibadah yang panjang dan menguras tenaga.

    Musim haji 1447 H menjadi momentum penting bagi pelayanan haji Indonesia yang lebih ramah lansia dan berorientasi pada sentuhan kemanusiaan. Di balik padatnya operasional haji, perhatian kecil dari para petugas ternyata menjadi energi besar bagi para tamu Allah di usia senja.

    pewarta : Hebatdiki@MCH2026

  • Jual Kebun Demi ke Tanah Suci, Kisah Haru Yaqub Ibrahim 89 Tahun Menanti Haji Selama 14 Tahun

    Jual Kebun Demi ke Tanah Suci, Kisah Haru Yaqub Ibrahim 89 Tahun Menanti Haji Selama 14 Tahun

    SALAMRADIO.ID., Makkah — Penantian panjang selama 14 tahun akhirnya terbayar lunas bagi Yaqub Ibrahim. Di usia 89 tahun, petani asal Bima itu akhirnya bisa menatap Ka’bah secara langsung dan menunaikan ibadah haji di musim haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi.

    Dengan langkah pelan dan wajah penuh haru, Yaqub mengenang perjalanan panjangnya menuju Tanah Suci. Ia mengaku mulai mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji sejak tahun 2010. Keinginan sederhana menjadi alasan utama dirinya bertahan dalam penantian panjang tersebut.

    “Motivasi saya karena ingin melihat Ka’bah secara langsung dan beribadah,” ujar Yaqub dengan mata berkaca-kaca.

    Sebagai petani kebun di kampung halamannya, Yaqub tidak memiliki penghasilan besar. Namun keterbatasan ekonomi tidak memadamkan niatnya untuk menjadi tamu Allah. Sedikit demi sedikit ia menabung hasil berkebun demi mewujudkan impiannya berhaji.

    Perjalanan menuju Tanah Suci pun tidak mudah. Untuk menyelesaikan biaya pelunasan dan ongkos keberangkatan, Yaqub rela menjual kebun miliknya. Pengorbanan itu ia lakukan dengan ikhlas demi satu tujuan, yakni bisa beribadah di depan Ka’bah.

    “Finansial habis jual kebun untuk melunasi dan buat ongkos,” tuturnya lirih.

    Saat menerima kabar resmi keberangkatan haji tahun 2026, Yaqub mengaku tak mampu menahan emosi. Ia langsung sujud syukur karena merasa impian besarnya akhirnya dikabulkan Allah SWT.

    “Alhamdulillah bahagia banget, sujud syukur, sedih juga karena ini impian kami,” katanya.

    Di tengah usianya yang sudah lanjut, Yaqub merasa sangat terbantu dengan pelayanan haji Indonesia, terutama perhatian petugas kepada jemaah lansia. Menurutnya, pelayanan yang diberikan selama proses keberangkatan hingga di Tanah Suci membuat dirinya merasa nyaman dan tenang menjalani ibadah.

    Meski demikian, Yaqub berharap pelayanan manasik khusus untuk lansia dapat lebih ditingkatkan di masa mendatang agar para jemaah usia lanjut semakin mudah memahami tahapan ibadah haji.

    Kisah Yaqub Ibrahim menjadi potret perjuangan banyak jemaah lansia Indonesia. Di usia senja, semangat untuk memenuhi panggilan Allah tetap menyala, meski harus dibayar dengan pengorbanan harta, tenaga, dan penantian panjang selama bertahun-tahun.

    Pewarta : Hebatdiki@MCH2026

  • Wamenhaj Dahnil Anzar Pastikan Layanan Haji 1447 H Lebih Humanis dan Minim Keluhan

    Wamenhaj Dahnil Anzar Pastikan Layanan Haji 1447 H Lebih Humanis dan Minim Keluhan

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Amirul Hajj gelombang pertama Indonesia tiba di Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, menjelang puncak penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Rombongan dipimpin Wakil Menteri Haji dan Umroh sekaligus Amirul Hajj, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Suntana, Jusuf Hamka atau Baba Alun, serta Wira dan sejumlah unsur strategis lainnya.

    Kedatangan mereka disambut pejabat Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Abdul Basir beserta jajaran petugas haji Indonesia. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh semangat pengabdian dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

    Tim Amirul Hajj hadir sebagai representasi negara untuk mengawasi, membina, melayani, dan melindungi jemaah haji Indonesia selama proses ibadah berlangsung. Fokus utama pengawasan diarahkan pada kesiapan layanan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), termasuk aspek kesehatan, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga perlindungan jemaah lanjut usia.

    Dalam keterangannya kepada awak media di Jeddah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan perkembangan positif. Ia menilai keluhan jemaah mulai berkurang dibanding musim-musim sebelumnya.

    “Saat ini sudah berkurang keluhan-keluhan dari jemaah haji. Fokus kami sekarang memastikan kesehatan jemaah hingga selesai puncak haji dan kembali ke Tanah Air dengan selamat serta menjadi haji mabrur,” ujar Dahnil.

    Kehadiran Jusuf Hamka dalam rombongan Amirul Hajj juga menjadi perhatian tersendiri. Pengusaha yang dikenal dengan sapaan Baba Alun itu dinilai membawa semangat kebersamaan lintas sektor dalam mendukung pelayanan haji yang lebih inklusif dan humanis.

    Dahnil bahkan menyebut Presiden Prabowo Subianto layak mendapat julukan “Bapak Haji Indonesia” atas komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan besar terhadap tata kelola pelayanan haji. Menurutnya, era baru penyelenggaraan haji 1447 H menjadi momentum perubahan untuk menghapus cerita kelam pelayanan musim haji sebelumnya menuju pelayanan yang lebih profesional, cepat, dan berpihak kepada jemaah.

    Pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini berjalan lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia di Tanah Suci.

    Pewarta : Hebatdiki@MCH2026

  • Bertolak ke Saudi, Wamenhaj Minta Jemaah Jaga Kesehatan dan Laporkan Pungutan Oknum

    Bertolak ke Saudi, Wamenhaj Minta Jemaah Jaga Kesehatan dan Laporkan Pungutan Oknum

    SALAMRADIO.ID., Tangerang (Kemenhaj) — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, bertolak menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (18/5/2026).

    Keberangkatan Wamenhaj dilakukan dalam rangka menjalankan tugas sebagai bagian dari Amirul Hajj, memimpin misi haji Indonesia, sekaligus memastikan secara langsung kesiapan dan pengawasan layanan jemaah menjelang fase puncak haji 1447 H/2026 M.

    Dahnil menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik, tertib, transparan, dan berorientasi penuh pada pelayanan jemaah.

    “Keberangkatan kami ke Arab Saudi dalam rangka menjalankan amanah sebagai Amirul Hajj, memimpin misi haji Indonesia, sekaligus memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan baik. Di era Presiden Prabowo, penyelenggaraan haji harus semakin baik, semakin tertib, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujar Wamenhaj di Bandara Soekarno-Hatta.

    Menjelang fase puncak haji, Wamenhaj berpesan kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar menjaga kesehatan, mengatur tenaga, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dapat menguras fisik.

    “Fase puncak haji sudah semakin dekat. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan mengikuti arahan petugas. Fokus utama kita adalah memastikan jemaah dapat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian puncak haji dengan aman, tertib, dan lancar,” katanya.

    Wamenhaj juga memastikan pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah.

    “Semua petugas harus bergerak dalam satu komando. Pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia dan jemaah risiko tinggi, harus cepat, responsif, dan tidak boleh berbelit. Kami akan mengawasi langsung agar seluruh layanan berjalan sesuai standar,” tegasnya.

    Selain itu, Wamenhaj meminta jemaah tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami praktik pungutan tidak resmi yang dilakukan oleh oknum mana pun selama berada di Tanah Suci.

    “Kami tegaskan, jangan ragu melapor jika ada pungutan oleh oknum. Segala bentuk pungutan di luar ketentuan resmi tidak boleh terjadi. Pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan secara serius, karena pelindungan jemaah adalah prioritas kami,” ujarnya.

    Ia mengajak seluruh jemaah untuk menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta fokus mempersiapkan diri menuju puncak haji.

    “Kami ingin jemaah merasa aman, terlindungi, dan dilayani dengan baik. Mari fokus pada ibadah, jaga kesehatan, dan bersama-sama menjaga kelancaran misi haji Indonesia,” tutup Wamenhaj.

    Sumber: Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Jelang Armuzna, Kemenhaj Siapkan Layanan Konsumsi Siap Santap untuk Jemaah Indonesia

    Jelang Armuzna, Kemenhaj Siapkan Layanan Konsumsi Siap Santap untuk Jemaah Indonesia

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia jelang fase puncak haji atau Armuzna disiapkan secara optimal. Penguatan layanan ini dilakukan untuk menjaga stamina, kesehatan, dan kenyamanan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

    Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, mengatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M hingga hari ke-28 berjalan baik dengan pendampingan petugas di seluruh titik layanan.

    “Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5/2026).

    Berdasarkan data terakhir, sebanyak 464 kloter dengan 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 455 kloter dengan 175.682 jemaah dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah.

    Untuk kedatangan jemaah haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, telah tiba 190 kloter dengan 72.904 jemaah dan 759 petugas. Selain itu, sebanyak 12.180 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan.

    Maria menjelaskan, fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur, termasuk dalam penyediaan makanan bagi jemaah.

    “Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ujar Maria.

    Pemerintah menyiapkan skema katering Ready To Eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca puncak haji. Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi bagi jemaah, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

    “Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelas Maria.

    Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah. Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

    Kemenhaj juga telah melakukan pengecekan rutin dan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh makanan siap santap dapat terdistribusi ke hotel-hotel jemaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026, sebelum pergerakan jemaah menuju Armuzna dimulai.

    “Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tegas Maria.

    Maria mengimbau jemaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak menjelang puncak haji.

    “Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” tutup Maria.

    Sumber: Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Sosok Muhdar di Balik Lancarnya Informasi Haji 2026, Sopir Media Center yang Setia Mengantar Kabar untuk Indonesia

    Sosok Muhdar di Balik Lancarnya Informasi Haji 2026, Sopir Media Center yang Setia Mengantar Kabar untuk Indonesia

    SALAMRADIO.ID, Jeddah — Arus informasi mengenai operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi menjadi perhatian besar bagi keluarga jemaah di Tanah Air. Setiap hari, publik menanti kabar terbaru tentang kondisi, pelayanan, hingga perjalanan ibadah para jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

    Di balik derasnya pemberitaan tersebut, ada sosok-sosok yang bekerja tanpa banyak sorotan. Salah satunya adalah Muhdar, petugas haji yang bertugas sebagai sopir Media Center Haji Daerah Kerja Bandara.

    Sejak operasional haji dimulai, Muhdar menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas para jurnalis yang meliput aktivitas kedatangan dan pelayanan jemaah haji Indonesia di bandara Arab Saudi. Dengan disiplin tinggi, ia memastikan awak media dapat menjangkau lokasi peliputan tepat waktu demi menyampaikan informasi kepada masyarakat Indonesia.

    Di tengah padatnya jadwal operasional dan cuaca panas Tanah Suci, Muhdar tetap menjalankan tugasnya dengan penuh semangat. Baginya, membantu kelancaran kerja media sama artinya dengan membantu keluarga jemaah mendapatkan informasi yang mereka tunggu setiap hari.

    Kehadiran Media Center Haji memang menjadi jembatan penting antara Tanah Suci dan Tanah Air. Dari laporan kedatangan jemaah, pelayanan lansia, hingga kondisi terkini operasional haji, semua membutuhkan kerja sama banyak pihak, termasuk para petugas lapangan seperti Muhdar.

    “Alhamdulillah saya sangat bangga dan senang bisa bergabung menjadi bagian dari PPIH 1447 H dan semoga saya bisa diajak kembali pada PPIH di tahun yang akan datang,” ujar Muhdar dengan wajah penuh syukur.

    Bagi Muhdar, tugas sebagai sopir bukan sekadar pekerjaan mengantar kendaraan. Ia merasa menjadi bagian dari pelayanan besar untuk para tamu Allah dan masyarakat Indonesia yang menanti kabar dari Tanah Suci.

    Di balik setiap berita haji yang sampai ke layar ponsel dan televisi masyarakat, ada kerja keras banyak tangan yang bergerak dalam diam. Muhdar menjadi salah satu wajah sederhana dari pengabdian itu.

    Pewarta : Hebatdiki@MCH2026

  • Wamenhaj Dahnil Anzar Dijadwalkan Tiba di Jeddah, Daker Bandara Siapkan Penyambutan dan Operasional Haji Tetap Normal

    Wamenhaj Dahnil Anzar Dijadwalkan Tiba di Jeddah, Daker Bandara Siapkan Penyambutan dan Operasional Haji Tetap Normal

    SALAMRADIO., Jeddah — Wakil Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, dijadwalkan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, pada Senin (18/05/26) sore sekitar pukul 17.40 Waktu Arab Saudi (WAS). Kedatangan pejabat negara tersebut langsung direspons cepat oleh jajaran Daerah Kerja (Daker) Bandara guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib tanpa mengganggu operasional pelayanan jemaah haji Indonesia.

    Koordinasi internal dilakukan sejak kemarin. Instruksi kepada seluruh unsur pelayanan bandara disampaikan agar pengaturan agenda penyambutan tetap selaras dengan aktivitas utama penerimaan jemaah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang masih berlangsung padat di Bandara Jeddah.

    Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, terlihat sigap mengoordinasikan personel di berbagai titik pelayanan bersama Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Abdul Rohim. Dengan gaya kerja cepat dan terukur, ia memastikan seluruh petugas tetap fokus menjalankan tugas utama dalam melayani jemaah haji yang datang dari berbagai embarkasi di Indonesia.

    “Persiapan berjalan normal seperti operasional kedatangan jemaah haji,” ujar Abdul Basir Kepala Daker Bandara.

    Meski terdapat agenda kedatangan pejabat negara, pelayanan terhadap jemaah tetap menjadi prioritas utama. Petugas transportasi, layanan kedatangan kepulangan, pengawasan pergerakan bus jemaah (layanan transportasi), Perlindungan Jemaah (layanan linjam), layanan pusat media haji (MCH) tetap bekerja sesuai prosedur agar arus mobilisasi berjalan lancar dan aman.

    Situasi di Bandara Internasional King Abdulaziz hingga saat ini terpantau kondusif. Para petugas haji Indonesia terus menunjukkan kesiapan dan kerja sama dalam menjaga kualitas pelayanan di tengah tingginya mobilitas jemaah pada fase kedatangan gelombang haji kedua 1447 H / 2026 M

    Kehadiran Wakil Menteri Haji di Tanah Suci diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi petugas sekaligus memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji Indonesia agar tetap berjalan tertib, aman, dan humanis bagi seluruh jemaah.

    pewarta : Hebatdiki@MCH2026