Category: Sapa Haji Indonesia

  • Penantian 15 Tahun M. Jafar Hamzah Terbayar di Tanah Suci, Pensiunan ASN Ini Menangis Haru Tiba di Jeddah

    Penantian 15 Tahun M. Jafar Hamzah Terbayar di Tanah Suci, Pensiunan ASN Ini Menangis Haru Tiba di Jeddah

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Wajah haru tak bisa disembunyikan dari M. Jafar Hamzah saat menapakkan kaki di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (8/5/2026) pukul 15.00 WAS. Pensiunan ASN Pemerintah Daerah Sumbawa Barat itu akhirnya tiba di Tanah Suci setelah menunggu selama 15 tahun untuk menunaikan ibadah haji.

    Melalui Kloter LOP 13, Jafar datang membawa rasa syukur yang begitu besar. Penantian panjang yang selama ini ia jalani akhirnya terbayar lunas di tahun 1447 H/2026 M. Baginya, kesempatan menjadi tamu Allah bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan selama bertahun-tahun.

    Di masa pensiunnya, Jafar memilih menghabiskan waktu dengan aktif menjadi pengurus masjid di lingkungan rumahnya. Aktivitas itu menjadi bagian dari ikhtiarnya mendekatkan diri kepada Allah sambil menanti panggilan berhaji tiba.

    “Saya sangat kagum dan berterima kasih kepada pemerintah atas pelayanan haji yang sangat nyaman dan aman,” ujar Jafar kepada petugas haji Indonesia yang menyambut kedatangannya di Bandara Jeddah.

    Kalimat sederhana itu keluar dengan mata berkaca-kaca. Di tengah suasana bandara yang dipenuhi ribuan jemaah dari berbagai daerah Indonesia, Jafar tampak beberapa kali tersenyum sambil memegang telepon genggamnya. Sesaat setelah proses kedatangan selesai, ia langsung menghubungi keluarganya di Tanah Air.

    Dengan suara penuh haru, ia memberi kabar bahwa dirinya telah tiba di Jeddah dalam keadaan sehat, nyaman, dan aman. Bagi keluarganya, kabar tersebut menjadi momen yang sangat dinanti setelah perjalanan panjang menuju Tanah Suci akhirnya terwujud.

    Kisah Jafar menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya tentang kemampuan finansial, tetapi juga tentang kesabaran, doa, dan keyakinan terhadap panggilan Allah. Penantian belasan tahun tidak membuatnya menyerah. Justru, masa tunggu itu diisi dengan pengabdian dan memperkuat ibadah.

    Kini, di usia pensiun, Jafar membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memenuhi panggilan suci menuju Baitullah.

    pewarta : Hebatdiki

  • Kemenhaj Perkuat Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda

    Kemenhaj Perkuat Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) — Kemenhaj memperkuat pencegahan haji nonprosedural melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural yang dibentuk pada 18 April 2026.

    Sekretaris Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Rizka Anungnata, menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi hanya memperbolehkan pelaksanaan ibadah haji dengan visa haji resmi. Karena itu, Kemenhaj bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bareskrim Polri terus melakukan pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban.

    “Pelaksanaan ibadah haji hanya diperbolehkan dengan visa haji. Di luar itu tidak diperbolehkan. Satgas ini menjadi upaya bersama untuk melindungi masyarakat dari praktik haji nonprosedural,” ujar Rizka di Media Center Haji, Jakarta, Jumat (8/5).

    Rizka menyampaikan, Satgas telah melakukan kegiatan pencegahan dan penegakan hukum di sejumlah daerah, antara lain Jakarta, Medan, Yogyakarta, dan Surabaya. Langkah ini penting mengingat setiap tahun masih terdapat potensi hampir 20 ribu kasus haji nonprosedural.

    Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri dan Organisasi Internasional Ditjen Imigrasi, Tessar Bayu Setyaji, menjelaskan bahwa Imigrasi telah menunda keberangkatan 80 WNI yang diduga akan berhaji secara nonprosedural melalui pengawasan di 14 bandara.

    Rinciannya, 57 penundaan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, 5 di Kualanamu, 15 di Juanda, dan 3 di Yogyakarta International Airport. Selain itu, terdapat 55 percobaan baru haji nonprosedural serta 2 orang yang teridentifikasi sebagai subject of interest untuk ditindaklanjuti bersama Polri dan Kemenhaj.

    “Satgas ini saling menguatkan. Kami di Imigrasi menjalankan peran secara maksimal bersama Kemenhaj dan Polri agar masyarakat terlindungi dari berbagai modus haji nonprosedural,” ujar Tessar.

    Sementara itu, Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri, KBP Pipit Subiyanto, menegaskan bahwa Polri mendukung kerja Satgas melalui pencegahan, pembinaan, dan penegakan hukum. Bareskrim telah menerima 95 laporan awal, sebagian telah selesai ditangani dan sebagian lainnya masih dalam proses tindak lanjut.

    “Kami mengimbau masyarakat agar melaksanakan ibadah haji sesuai aturan Kemenhaj. Jangan sampai terkena tipu muslihat dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Pipit.

    Kemenhaj mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur tawaran berhaji dengan visa nonhaji, jalur cepat, maupun paket tidak resmi. Pelaksanaan ibadah haji harus dilakukan melalui mekanisme yang sah agar jemaah aman, tertib, dan terlindungi.

  • Kedisiplinan Ihram Jemaah Haji Jadi Sorotan, Banyak Masih Kenakan Pakaian Berjahit Saat Tiba di Jeddah

    Kedisiplinan Ihram Jemaah Haji Jadi Sorotan, Banyak Masih Kenakan Pakaian Berjahit Saat Tiba di Jeddah

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, masih diwarnai persoalan kedisiplinan berihram. Meski sebagian besar jemaah telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Tanah Air sesuai imbauan Kementerian Haji dan Umrah RI, masih ditemukan jemaah laki-laki yang belum sepenuhnya melepaskan pakaian berjahit.

    Pantauan di area kedatangan bandara menunjukkan sejumlah jemaah masih mengenakan celana, kaos, hingga alas kaki tertutup saat tiba di Jeddah. Akibatnya, proses penyempurnaan pakaian ihram kembali dilakukan di area bandara sebelum jemaah melanjutkan perjalanan menuju Makkah.

    Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, khususnya sektor layanan bandara. Selain memperlambat proses pergerakan jemaah menuju bus, aktivitas bersalin pakaian di bandara juga meningkatkan risiko tertinggalnya barang bawaan hingga tercecernya dokumen penting seperti paspor dan kartu Nusuk.

    Petugas haji menilai proses layanan kedatangan akan jauh lebih efektif apabila jemaah telah menyempurnakan pakaian ihram sejak dari embarkasi di Indonesia. Pemerintah sendiri telah menyiapkan skema pergerakan cepat agar jemaah dapat segera diberangkatkan menuju hotel di Makkah menggunakan armada bus yang telah disediakan.

    Sesuai ketentuan operasional haji gelombang kedua, jemaah laki-laki dianjurkan sudah mengenakan pakaian ihram lengkap sejak keberangkatan dari Tanah Air. Selanjutnya, niat umrah dilakukan saat pesawat melintasi area miqat Yalamlam sebelum mendarat di Jeddah.

    Karena itu, edukasi kepada jemaah dinilai perlu terus diperkuat oleh petugas kloter maupun daerah, mulai dari Ketua Rombongan (Karom), Ketua Regu (Karu), PPIH Kloter, hingga Petugas Haji Daerah (PHD). Sosialisasi yang berulang dan intensif di embarkasi diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan jemaah sehingga proses kedatangan di Bandara Jeddah berjalan lebih tertib, cepat, dan aman.

    Dengan pergerakan yang efektif, jemaah juga dapat segera beristirahat setibanya di penginapan dan mempersiapkan diri menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

    pewarta : Hebatdiki

  • Gelombang Kedua Haji 2026 Dimulai, Jemaah Indonesia Tiba di Jeddah dengan Balutan Ihram

    Gelombang Kedua Haji 2026 Dimulai, Jemaah Indonesia Tiba di Jeddah dengan Balutan Ihram

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Operasional kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua resmi dimulai pada Kamis, 7 Mei 2026. Kloter pertama yang membuka fase ini adalah embarkasi LOP 12 yang tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada pukul 06.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

    Kedatangan jemaah di Jeddah menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan ibadah haji Indonesia musim 1447 Hijriah/2026 Masehi. Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, jemaah pada gelombang kedua langsung menuju Makkah untuk mempersiapkan rangkaian puncak ibadah haji.

    Sejak berangkat dari embarkasi di Tanah Air, para jemaah sudah mengenakan kain ihram. Suasana khusyuk terasa di dalam kabin pesawat ketika para jemaah melaksanakan miqat di wilayah Yalamlam saat pesawat melintas pada ketinggian jelajah. Dengan penuh kekhidmatan, jemaah melafalkan niat umrah sebagai bagian dari pelaksanaan haji tamattu’.

    Momentum tersebut menjadi pengalaman spiritual yang menyentuh bagi para jemaah. Di tengah perjalanan udara menuju Arab Saudi, lantunan talbiyah terdengar menggema dari kursi-kursi penumpang, menandai dimulainya perjalanan suci menuju Baitullah.

    Sesampainya di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, para petugas haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Bandara langsung bergerak memberikan pelayanan dan pendampingan. Proses kedatangan berlangsung tertib dengan pengawasan ketat agar jemaah tetap nyaman setelah menempuh perjalanan panjang.

    Kepala Daker Bandara, Basir, bersama dua kepala sektor Daker Bandara yakni Miftahul Huda di Sektor 1 dan Sri Widodo di Sektor 2, terus memastikan seluruh layanan berjalan optimal. Koordinasi antarpersonel dilakukan secara intensif untuk mengatur alur kedatangan, pemeriksaan dokumen, hingga pemberangkatan jemaah menuju hotel di Makkah.

    Kesigapan para petugas menjadi wajah pelayanan haji Indonesia pada fase gelombang kedua ini. Tidak hanya membantu proses teknis, mereka juga aktif mendampingi jemaah lanjut usia dan memberikan perhatian khusus kepada jemaah yang membutuhkan bantuan tambahan.

    Dengan dimulainya kedatangan gelombang kedua di Jeddah, pemerintah berharap seluruh proses pelayanan haji 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan humanis demi mendukung kekhusyukan ibadah seluruh jemaah Indonesia.

    pewarta : Hebatdiki

  • Kemenhaj Tegaskan Larangan City Tour Sebelum Armuzna dan Imbau Jemaah Fokus Jaga Kesehatan

    Kemenhaj Tegaskan Larangan City Tour Sebelum Armuzna dan Imbau Jemaah Fokus Jaga Kesehatan

    SALAMRADIO.ID., — Makkah (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan larangan pelaksanaan ziarah atau city tour bagi jemaah haji Indonesia sebelum fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai dilaksanakan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan jemaah agar tetap sehat dan siap menghadapi fase inti ibadah haji.

    Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha mengatakan Armuzna merupakan inti pelaksanaan ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima, stamina yang terjaga, serta kesiapan mental dan spiritual jemaah.

    “Larangan ini bukan untuk membatasi aktivitas jemaah, tetapi sebagai langkah perlindungan agar jemaah tidak kelelahan dan tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi fase Armuzna. Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, sehat, dan khusyuk,” ujar Ichsan Marsha dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M di Makkah, Kamis (7/5/2026).

    Melalui surat edaran terbaru, Kemenhaj meminta seluruh jemaah maupun pembimbing ibadah KBIHU untuk tidak mengagendakan, memfasilitasi, maupun menyelenggarakan kegiatan ziarah atau city tour ke luar Kota Madinah dan Makkah sebelum seluruh rangkaian ibadah Armuzna selesai dilaksanakan.

    Kemenhaj juga meminta pembimbing KBIHU memfokuskan pembinaan jemaah pada penguatan kesiapan fisik, mental, spiritual, serta pemahaman manasik menjelang wukuf dan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

    Selain itu, seluruh pergerakan jemaah wajib dilaporkan dan dikoordinasikan dengan petugas resmi, baik PPIH Kloter, bidang perlindungan jemaah, maupun sektor terkait guna menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.

    Hingga Rabu, 6 Mei 2026, operasional penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar dan terkendali. Sebanyak 267 kloter dengan 103.690 jemaah dan 1.064 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Tanah Suci. Sementara itu, 258 kloter dengan 100.125 jemaah telah tiba di Madinah dan 109 kloter dengan 42.340 jemaah telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.

    Kemenhaj juga menyampaikan bahwa pemberangkatan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Jeddah telah dimulai sejak 6 Mei 2026. Kloter pertama gelombang kedua berasal dari LOP-12 dengan total 389 jemaah dan 4 petugas.

    “Kami mengingatkan jemaah gelombang kedua agar mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi haji untuk mempermudah proses perjalanan dari Bandara Jeddah menuju Makkah,” kata Ichsan.

    Pada kesempatan yang sama, Kemenhaj kembali menegaskan larangan keras bagi masyarakat untuk berangkat haji tanpa menggunakan visa haji resmi. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran keberangkatan menggunakan visa non-haji, termasuk visa ziarah, visa wisata, visa umrah, maupun skema lain yang tidak sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.

    “Pelaksanaan ibadah haji hanya dapat dilakukan menggunakan visa haji resmi. Keberangkatan di luar prosedur resmi berisiko menimbulkan persoalan hukum, deportasi, penahanan, denda, hingga membahayakan keselamatan jemaah selama berada di Arab Saudi,” tegas Ichsan.

    Untuk memperkuat pencegahan praktik haji nonprosedural, Kemenhaj bersama Polri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan Haji Nonprosedural.

    Dari sisi layanan kesehatan, hingga saat ini tercatat 14.919 jemaah mendapatkan layanan rawat jalan, 153 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, serta 271 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Sebanyak 72 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

    Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi fisik dengan mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung diri seperti payung dan topi, serta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.

    “Dengan suhu di Madinah dan Makkah yang berkisar antara 38 hingga 44 derajat Celsius, kedisiplinan menjaga kesehatan menjadi sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara optimal,” tutup Ichsan.

  • 13 Tahun Menanti Panggilan Tanah Suci: Kisah Haru Amalia Rachman Wujudkan Impian Haji 2026

    13 Tahun Menanti Panggilan Tanah Suci: Kisah Haru Amalia Rachman Wujudkan Impian Haji 2026

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar soal waktu, tetapi juga tentang kesabaran dan keyakinan. Hal itulah yang dirasakan Amalia Rachman, jemaah haji asal embarkasi JKG 06, yang akhirnya berangkat pada musim haji 2026 setelah menanti selama 13 tahun.

    Beliau mendaftar sebagai calon jemaah haji sejak 2013 dengan satu tujuan utama: memperkuat keimanan. Penantian panjang tersebut ia jalani dengan penuh kesungguhan. Selama bertahun-tahun, ia mempersiapkan diri secara fisik dengan rutin berjalan kaki jarak jauh, sekaligus menata kondisi finansial melalui tabungan khusus haji.

    “Ini bukan sekadar perjalanan biasa, tapi panggilan,” ungkap Amalia dengan mata berbinar saat menceritakan momen menerima kabar keberangkatannya. Rasa bahagia tak terbendung menjadi puncak dari penantian panjang yang ia jalani dengan penuh harap.

    Dalam prosesnya, beliau juga merasakan kemudahan dalam aspek administrasi. Ia menilai petugas Kementerian Haji &’Umroh RI sangat membantu dalam mengurus berbagai kebutuhan dokumen hingga alur keberangkatan menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami. Hal serupa ia rasakan saat mengikuti bimbingan manasik haji yang dinilainya cukup jelas dan aplikatif.

    Pelayanan selama di embarkasi hingga bandara juga meninggalkan kesan mendalam. Menurut Amalia, petugas haji Indonesia memberikan pendampingan yang optimal, terutama bagi jemaah lansia. Layanan “fast track” menjadi salah satu fasilitas yang sangat membantu, ditambah perhatian intens dari petugas yang membuat jemaah merasa lebih aman dan nyaman.

    Secara keseluruhan, beliau menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sangat memuaskan. Meski demikian, ia berharap ke depan pemerintah dapat semakin meningkatkan kualitas akomodasi dan transportasi agar lebih selektif dan optimal demi kenyamanan serta keamanan seluruh jemaah haji Indonesia.

    Kisah Amalia Rachman menjadi gambaran nyata bahwa ibadah haji bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati yang ditempa oleh waktu, kesabaran, dan keteguhan iman.

    pewarta : Hebatdiki | salamradio.id

  • Penguatan Bimbingan Ibadah dan Layanan Kesehatan Jadi Fokus Hari ke-16 Operasional Haji 1447 H

    Penguatan Bimbingan Ibadah dan Layanan Kesehatan Jadi Fokus Hari ke-16 Operasional Haji 1447 H

    SALAMRADIO., Jakarta (Kemenhaj) — Memasuki hari ke-16 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Kemenhaj menegaskan fokus pada penguatan layanan bimbingan ibadah, perlindungan jemaah, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan. Secara umum, proses pemberangkatan, kedatangan, hingga pergerakan jemaah antar kota di Arab Saudi berjalan lancar, tertib, dan dalam pengawalan petugas di seluruh titik layanan.

    Hingga 5 Mei 2026, sebanyak 250 kloter dengan 97.139 jemaah dan 996 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air. Sementara itu, 239 kloter dengan 92.739 jemaah dan 952 petugas telah tiba di Madinah dan menempati akomodasi yang disiapkan. Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga terus berlangsung bertahap. Tercatat 88 kloter dengan 34.244 jemaah dan 352 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

    Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa, menegaskan bahwa seluruh proses operasional terus dikawal secara ketat oleh petugas.
    “Seluruh proses pergerakan jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tertib sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” ujar Suci.
    Dari sisi layanan kesehatan, hingga saat ini tercatat:

    • 12.725 jemaah menjalani rawat jalan
    • 144 jemaah dirujuk ke KKHI
    • 232 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi
    • 70 jemaah masih menjalani perawatan

    Pada 5 Mei 2026, satu jemaah atas nama Aen Soleh Salimar, kloter JKS 05 asal Kabupaten Bogor, wafat. Dengan demikian, total jemaah wafat hingga saat ini berjumlah 10 orang. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya jemaah haji Indonesia. Pemerintah akan terus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, baik di kloter, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi,” kata Suci.

    Penguatan layanan bimbingan ibadah menjadi perhatian utama. Hingga kini, sebanyak 29.497 jemaah telah memperoleh tasreh (izin) masuk Raudhah, dengan tambahan 341 izin terbit pada 5 Mei 2026. Jemaah diimbau menggunakan aplikasi Nusuk untuk mengakses layanan masuk ke Raudhah sesuai jadwal.

    “Kami terus memperkuat layanan bimbingan ibadah, termasuk pendampingan bagi jemaah sakit serta edukasi ibadah di sektor dan fasilitas kesehatan. Ini penting agar jemaah dapat beribadah dengan benar dan sesuai tuntunan,” jelasnya. Sebagai bagian dari penguatan perlindungan jemaah, Kemenhaj mendorong pemanfaatan Aplikasi Kawal Haji sebagai kanal pengaduan berbasis digital.

    Aplikasi ini memungkinkan pelaporan real-time terkait layanan konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga laporan jemaah atau barang hilang. “Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak jemaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya,” tegas Suci.

    Dengan suhu di Madinah dan Makkah mencapai 37–39 derajat Celsius, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dengan baik. “Kami mengingatkan jemaah untuk mengatur aktivitas sesuai kemampuan, cukup istirahat, dan menjaga asupan cairan. Jangan ragu melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan,” ujarnya.

    Kemenhaj juga mengingatkan seluruh KBIHU agar mematuhi ketentuan dan terus berkoordinasi dengan petugas resmi demi menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah. Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah, petugas, serta pembimbing atas sinergi yang terbangun selama operasional haji berlangsung. “Kolaborasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” pungkas Suci.

    Pewarta: Hebatdiki

  • Dashboard Haji 2026 Resmi Dibuka untuk Publik, Kemenhaj Perkuat Transparansi dan Akses Informasi Jemaah

    Dashboard Haji 2026 Resmi Dibuka untuk Publik, Kemenhaj Perkuat Transparansi dan Akses Informasi Jemaah

    SALAMRADIO.ID., Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) resmi menghadirkan dashboard publik penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang dapat diakses masyarakat luas melalui laman https://dashboard.haji.go.id. Kehadiran platform ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta kemudahan akses informasi bagi jemaah dan keluarga.

    Dashboard tersebut menyajikan beragam data penting terkait penyelenggaraan haji, mulai dari fase praoperasional hingga operasional. Informasi yang tersedia mencakup statistik jemaah reguler, data lansia dan pengguna kursi roda, pencarian data jemaah, detail akomodasi, laporan jemaah wafat, data jemaah yang dirawat, jadwal penerbangan, hingga informasi keberangkatan dan kedatangan jemaah. Selain itu, terdapat peta terintegrasi yang memuat lokasi fasilitas layanan jemaah.

    Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menyampaikan bahwa dashboard ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan tata kelola haji yang lebih terbuka dan informatif. Menurutnya, masyarakat kini dapat memantau perkembangan layanan haji secara real-time dan terintegrasi.

    “Dashboard ini kami hadirkan agar publik, keluarga jemaah, dan media dapat dengan mudah mengakses informasi terkini terkait penyelenggaraan haji,” ujar Hasan di Jakarta, Minggu (4/5/2026).

    Ia menambahkan, pengembangan dashboard publik ini juga menjadi bagian dari transformasi layanan haji berbasis data. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pemantauan layanan jemaah mulai dari pemberangkatan, akomodasi, mobilitas, hingga layanan kesehatan dapat dilakukan secara lebih efektif dan responsif.

    Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk terus menjaga penyelenggaraan haji yang transparan, tertib, dan akuntabel. Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan dashboard tersebut sebagai sumber informasi resmi guna mendapatkan gambaran menyeluruh terkait layanan haji 2026.

    Melalui inovasi digital ini, Kemenhaj berharap pelayanan kepada jemaah semakin optimal serta mampu memberikan perlindungan dan kenyamanan yang lebih baik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

    pewarta : Hebatdiki

  • KJRI Jeddah Sambut Timnas U-17 dan Galang Dukungan Masyarakat

    KJRI Jeddah Sambut Timnas U-17 dan Galang Dukungan Masyarakat

    SALAMRADIO.ID., Jeddah, Arab Saudi — Konsul Jenderal RI Jeddah menyambut kedatangan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 di Wisma Indonesia pada Jumat (1/5). Pertemuan ini bertujuan memberikan semangat serta menggalang dukungan masyarakat Indonesia di Jeddah menjelang ajang AFC Asian Cup U-17. Sesuai jadwal, Timnas akan melakoni laga penting pada 5, 9, dan 12 Mei 2026 di Jeddah.

    KJRI Jeddah turut mengundang pegiat media sosial dan komunitas “Garuda Saudi” untuk membangun solidaritas bagi perjuangan Timnas. Langkah ini merupakan bentuk dukungan moril nyata sekaligus jembatan komunikasi antara atlet nasional dengan diaspora. Melalui pertemuan ini, KJRI berupaya menguatkan dukungan kolektif masyarakat bagi keberhasilan Timnas.

    “Kami mengajak diaspora Indonesia di Arab Saudi untuk memberikan dukungan terbaik bagi pemain Timnas. Diharapkan dukungan ini dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri para pemain dalam berjuang mengharumkan nama bangsa,” ujar Konsul Jenderal RI Jeddah.

    Agenda ini disambut antusias oleh Timnas U-17 sebagai suntikan semangat sebelum kompetisi dimulai. Komunitas pendukung dan pegiat media sosial berkomitmen menyebarluaskan informasi pertandingan agar masyarakat terus mendukung perjuangan Merah Putih.

    KJRI Jeddah memastikan seluruh elemen masyarakat Indonesia di Jeddah bersatu memberikan dukungan penuh bagi Timnas U-17. Sinergi ini diharapkan menjadi dorongan positif bagi performa Timnas selama berlaga di Arab Saudi.

    Sumber: Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah

  • Tiga WNI Ditangkap di Makkah, KJRI Jeddah Pastikan Pendampingan Proses Hukum

    Tiga WNI Ditangkap di Makkah, KJRI Jeddah Pastikan Pendampingan Proses Hukum

    SALAMRADIO., Jeddah (4/5)., Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) ditangkap oleh aparat keamanan Arab Saudi di Makkah Al Mukarramah pada 30 April 2026, terkait dugaan penipuan dalam praktik promosi dan jual beli haji ilegal dan penyediaan hewan kurban/dam. Ketiga WNI berinisial LFS, LRH, dan LNR diamankan setelah aparat melakukan operasi penyamaran menyusul temuan penawaran jasa badal haji dan kurban melalui media sosial. Pertemuan untuk transaksi yang telah disepakati menjadi titik penangkapan, disertai temuan barang bukti berupa 2 Mesin Printer, Alat Laminating, 14 Kartu Identitas, dan Sertifikat Kurban.

    Pada tanggal 3 Mei 2026, KJRI Jeddah telah mengunjungi kantor Kepolisian Sektor Al Mansur, Makkah, untuk menindaklanjuti kaus dimaksud. Berdasarkan penjelasan pihak Kepolisian, disampaikan bahwa perkara ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan (Niyabah ‘Ammah) dan saat ini dalam tahap penyidikan sebelum diproses lebih lanjut di pengadilan. Ketiga WNI masih dalam penahanan otoritas Arab Saudi. KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan pendampingan hukum.

    Dalam seminggu terakhir, setidaknya telah ditangkap sebanyak 10 orang WNI dengan tuduhan terlibat dalam promosi dan jual beli haji ilegal. Belum lagi penangkapan yang melibatkan warga negara asing lainnya yang terus menerus disiarkan dalam berbagai saluran media nasional Arab Saudi. Ini menunjukkan keseriusan yang luar biasa dari Otoritas Keamanan Arab Saudi dalam kampanye ‘La Haj bila Tasrih” untuk memastikan kelancaranan dan baiknya layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 kepada jutaan ummat Muslim dari berbagai penjuru dunia.

    KJRI Jeddah Kembali mengimbau kepada seluruh WNI di Arab Saudi untuk mematuhi hukum yang berlaku dan tidak terlibat dalam aktivitas promosi dan jual beli paket haji illegal, termasuk di dalamnya promosi dan jual beli kurban/dam.

    KJRI juga menghimbau kepada seluruh WNI untuk tidak tergiur dengan tawaran haji tanpa antri. Dan kepada calon jamaah haji yang telah terlanjur membeli paket haji ilegal ini, untuk dapat mempertimbangkan kembali keberangkatan anda. Denda besar, penjara, deportasi, dan cekal selama 10 tahun menanti bagi para pelanggar. Jangan sampai Mau Mabrur Malah Mabur.

    Sumber: KJRI Jeddah
    Pewarta: Hebatdiki