Category: Sapa Haji Indonesia

  • BSI Sumbang Kursi Roda, Sambut Armuzna

    BSI Sumbang Kursi Roda, Sambut Armuzna

    SALAMRADIO.ID., JEDDAH – Menjelang puncak Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) pelaksanaan haji 1447 H / 2026 M. Bank Syariah Indonesia (BSI) memberikan sumbangan kursi roda untuk jemaah haji Indonesia lewat PPIH Arab Saudi.

    “Hari ini, kami (PPIH Arab Saudi, red) menerima bantuan kursi roda dari BSI sebanyak 300 buah melalui penerbangan kloter JKB 14. Kursi roda ini akan kami distribusikan ke Daker Makkah untuk menyambut pelaksanaan Armuzna (puncak haji),” ucap Kadaker Bandara, Abdul Basir di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Selasa (12/05/2026).

    Basir melanjutkan, kursi roda ini akan diploting ke sektor-sektor, selanjutnya disampaikan ke hotel-hotel untuk jemaah haji Indonesia. Selain untuk Daker Makkah, nanti juga akan disampaikan ke Daker Madinah.

    “Bantuan ini untuk menunjang pelaksanaan ibadah haji kita. Ini juga bagian dari dukungan pihak ketiga untuk menyukseskan haji ramah lansia, disabilitas dan perempuan. Semoga bermanfaat, membantu memudahkan dan memperlancar pelaksanaan haji tahun ini, terimakasih BSI,” ungkapnya.

    Basir menambahkan, bahwa bantuan 300 kursi roda ini merupakan tahap pertama, nanti akan ada tahap berikutnya. “Nanti ada kiriman bantuan lagi, lewat kloter JKB selanjutnya, terkait jumlah nanti akan kita sampaikan lagi,” pungkasnya. (San).

    Pewarta: Hebatdiki

  • Menhaj Lepas Musrif Diny ke Tanah Suci, Perkuat Sukses Ritual Haji Indonesia

    Menhaj Lepas Musrif Diny ke Tanah Suci, Perkuat Sukses Ritual Haji Indonesia

    SALAMRADIO.ID., Tangerang (Kemenhaj) — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, melepas keberangkatan Musrif Diny di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (12/5/2026). Keberangkatan ini menjadi bagian dari penguatan layanan bimbingan ibadah bagi jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

    Dalam arahannya, Menhaj menegaskan bahwa Musrif Diny memiliki peran strategis sebagai konsultan ibadah. Mereka hadir untuk memastikan jemaah memperoleh pendampingan manasik secara benar, sahih, dan menenangkan selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

    “Musrif Diny bukan sekadar pendamping ibadah, tetapi penjaga kualitas manasik jemaah. Mereka memiliki tugas mulia untuk memastikan ibadah haji dilaksanakan secara sahih, tertib, dan tetap memberi kemudahan bagi jemaah sesuai prinsip syariat,” ujar Menhaj.

    Menurut Menhaj, kehadiran Musrif Diny menjadi penguat pilar pertama dalam konsep Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual. Dua pilar lainnya adalah sukses ekosistem ekonomi haji serta sukses peradaban dan keadaban. Karena itu, Musrif Diny diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis manasik, tetapi juga mampu menghadirkan bimbingan yang mencerahkan, menenteramkan, dan memperkuat kesadaran spiritual jemaah.

    “Dalam Tri Sukses Haji, Musrif Diny berada di garda penting untuk memastikan sukses ritual. Mereka bertugas menjaga kesucian ibadah, membimbing manasik secara sahih, serta memastikan jemaah memahami kemudahan-kemudahan syariat tanpa kehilangan makna spiritual haji,” katanya.

    Menhaj juga menekankan pentingnya penguatan pemahaman fiqh taisir atau fikih kemudahan dalam layanan bimbingan ibadah. Hal ini menjadi sangat penting mengingat kondisi jemaah haji Indonesia yang beragam, termasuk jemaah lanjut usia, jemaah dengan keterbatasan fisik, serta jemaah yang menghadapi kondisi darurat di lapangan.

    “Jemaah kita tidak semuanya berada dalam kondisi fisik yang sama. Ada lansia, ada yang memiliki keterbatasan kesehatan, dan ada situasi lapangan yang membutuhkan keputusan cepat. Di sinilah Musrif Diny harus hadir dengan pemahaman fikih yang kokoh, tetapi tetap adaptif dan memberi solusi,” tegasnya.

    Sejumlah skema layanan ibadah seperti Safari Wukuf Khusus, Murur di Muzdalifah, dan Tanazul di Mina, lanjut Menhaj, memerlukan pendampingan yang kuat dari para pembimbing ibadah. Skema tersebut harus dijelaskan kepada jemaah secara tepat agar tidak menimbulkan keraguan dalam pelaksanaan ibadah.

    “Safari Wukuf, Murur, maupun Tanazul bukan sekadar pengaturan teknis. Di dalamnya ada landasan fikih yang harus dipahami dan disampaikan dengan baik kepada jemaah. Musrif Diny harus menjadi rujukan yang menenteramkan,” ujarnya.

    Menhaj berpesan agar para Musrif Diny menjaga integritas, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Mereka diminta hadir dekat dengan jemaah, menjawab persoalan ibadah dengan ilmu, serta menjadi bagian dari ikhtiar besar pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang semakin ramah, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan jemaah.

    “Kami berharap para Musrif Diny menjadi penguat layanan ibadah di Tanah Suci. Bimbinglah jemaah dengan ilmu, layani dengan hati, dan jadikan setiap pendampingan sebagai bagian dari pengabdian kepada umat,” tandas Menhaj.

    Pewarta: Hebatdiki

  • Zayed Foundation Serahkan Bantuan Sekitar USD 190.000 untuk 162 Jemaah Haji Indonesia

    Zayed Foundation Serahkan Bantuan Sekitar USD 190.000 untuk 162 Jemaah Haji Indonesia

    Jakarta (Kemenhaj) — Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation kepada jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M.

    Bantuan sekitar USD 190.000 atau Rp3,3 miliar tersebut diserahkan secara simbolis dalam seremoni resmi di Gedung Kemenhaj, MH Thamrin, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

    Seremoni ini dihadiri Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem Obaid Aldhaheri, Deputy Head of Mission Mrs. Shaima Salem Alhebsi, Head of Media Affairs and Public Diplomacy Mr. Sultan Obaid Alkaabi, Head of Citizen Affairs and Consular Mr. Maktoom Rashed Alhebsi, serta Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf.

    Bantuan dari Zayed Foundation ini ditujukan untuk mendukung keberangkatan dan kelancaran ibadah 162 jemaah haji Indonesia terpilih. Dukungan tersebut menjadi wujud solidaritas dan kepedulian Pemerintah UEA terhadap umat Islam di Indonesia.

    Menhaj, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Uni Emirat Arab atas kepedulian yang telah diwujudkan secara nyata. Menurutnya, bantuan ini bukan hanya dukungan finansial, tetapi juga cerminan eratnya persaudaraan Islam dan hubungan baik antara kedua negara.

    “Atas nama seluruh jemaah haji Indonesia, kami mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Uni Emirat Arab. Semoga Allah memberikan kebaikan, keberkahan, dan kemajuan yang terus-menerus untuk UEA,” ujar Menhaj.

    Pada musim haji tahun ini, sebanyak 221.000 jemaah haji Indonesia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci. Di antara mereka, terdapat jemaah dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi yang telah lama menanti serta berikhtiar untuk menunaikan rukun Islam kelima.

    Duta Besar UEA, H.E. Abdulla Salem Obaid Aldhaheri, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas terselenggaranya kerja sama tersebut. Ia berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi jemaah serta menjadi fondasi bagi perluasan kolaborasi antara UEA dan Indonesia ke depan.

    “Kami menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang besar. Kontribusi kami mungkin kecil, namun kami berharap ini memiliki dampak yang besar bagi hubungan UEA dan Indonesia ke depannya,” ujarnya.

    Ia menambahkan, Pemerintah UEA berharap kerja sama dengan Kemenhaj dapat terus diperluas, tidak hanya dalam bidang penyelenggaraan haji, tetapi juga melalui Hajj Fund dan berbagai inisiatif strategis lainnya.

    “Apapun yang kami lakukan, kami anggap sebagai langkah simbolis namun bermakna. Kami berharap ke depan ada lebih banyak kesempatan kolaborasi antara UEA dan Kementerian Haji Indonesia,” sambungnya.

    Kedua pihak menyatakan komitmen untuk terus memperluas ruang kerja sama yang inovatif dan produktif, khususnya dalam mendukung peningkatan layanan bagi jemaah haji Indonesia.

    Seremoni penyerahan bantuan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia–Uni Emirat Arab, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah.

    Pewarta: Hebatdiki

  • Kemenhaj Perkuat Transformasi Digital Layanan Haji 1447 H

    Kemenhaj Perkuat Transformasi Digital Layanan Haji 1447 H

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, khususnya pada aspek pelaporan, pengawasan, dan percepatan respons layanan jemaah di Tanah Suci.

    Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan transformasi digital menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas layanan dan pelindungan jemaah agar semakin cepat, terukur, responsif, serta berbasis data.

    “Hari ini kita memasuki hari ke-22 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji. Secara umum, seluruh layanan berjalan dengan baik, mulai dari pemberangkatan di Tanah Air, kedatangan di Arab Saudi, akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pembinaan ibadah, dengan pendampingan petugas di seluruh titik layanan,” ujar Maria dalam keterangan resmi di MCH Jakarta, Selasa (12/5/2026).

    Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 359 kloter dengan 138.879 jemaah dan 1.433 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

    Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, tercatat 273 kloter dengan 105.360 jemaah dan 1.092 petugas telah tiba di Makkah.

    Untuk kedatangan jemaah gelombang kedua melalui King Abdulaziz International Airport, tercatat sebanyak 84 kloter dengan 32.009 jemaah dan 337 petugas telah tiba dan mulai menjalani rangkaian layanan sesuai tahapan operasional.

    Selain itu, sebanyak 6.018 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi dan menjalankan rangkaian ibadah sesuai jadwal masing-masing.

    Dalam mendukung penguatan pelayanan dan pelindungan jemaah, Kemenhaj mengoptimalkan pemanfaatan platform digital Kawal Haji, yang dapat digunakan oleh jemaah maupun petugas untuk menyampaikan laporan, informasi, serta kendala layanan selama berada di Tanah Suci.

    “Melalui Kawal Haji, setiap laporan yang masuk dapat dipantau, diteruskan, dan ditindaklanjuti lebih cepat sesuai kewenangan petugas di lapangan. Ini adalah bentuk komitmen kami agar setiap suara jemaah dapat segera ditangani,” jelas Maria.

    Selain itu, Kemenhaj juga memperkuat Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali internal penyelenggaraan haji.

    Command Center tersebut berfungsi memantau berbagai aspek layanan secara terintegrasi, mulai dari pergerakan jemaah, data kloter, sektor, akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga berbagai informasi lapangan yang membutuhkan respons cepat.

    “Dengan sistem ini, pengawasan tidak lagi hanya dilakukan secara manual, tetapi berbasis data dan informasi yang terintegrasi. Tujuannya jelas, agar setiap layanan dapat dipantau lebih dekat dan setiap kendala dapat segera direspons secara cepat dan tepat,” lanjutnya.

    Menjelang fase puncak haji, Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, menghemat tenaga, dan mengikuti arahan petugas.

    “Fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Kami mengimbau jemaah untuk mengutamakan ibadah wajib, memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, cukup minum, dan segera melapor jika mengalami kendala layanan,” tegas Maria.

    Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan layanan terbaik kepada jemaah, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi.

    “Transformasi digital ini kami hadirkan untuk memastikan layanan haji semakin cepat, responsif, transparan, dan benar-benar berpihak kepada jemaah,” tutup Maria.

  • Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji

    Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk mulai menghemat tenaga dan fokus mempersiapkan diri menuju fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.

    Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Jemaah diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari, mengingat suhu di Makkah dan Madinah berkisar 38 hingga 42 derajat Celsius.

    “Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Senin (11/5/2026).

    Maria menjelaskan, hingga hari ke-21 operasional haji, sebanyak 341 kloter dengan 132.057 jemaah dan 1.361 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, 240 kloter dengan 92.767 jemaah dan 960 petugas telah tiba di Makkah dari Madinah. Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Jeddah, telah tiba 67 kloter dengan 25.541 jemaah dan 269 petugas. Adapun jemaah haji khusus yang telah tiba di Arab Saudi berjumlah 5.766 orang.

    Kemenhaj juga mengingatkan jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah risiko tinggi agar segera melapor kepada petugas jika mengalami keluhan kesehatan seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berat, atau kondisi tubuh menurun.

    “Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria.

    Maria turut menekankan pentingnya peran KBIHU dalam mendampingi jemaah. KBIHU diharapkan ikut memperkuat edukasi kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kedisiplinan jemaah, selain memberikan bimbingan manasik.

    Kemenhaj juga telah mengeluarkan edaran pengaturan pergerakan jemaah sebagai langkah mitigasi menjelang fase puncak haji. Jemaah diminta mematuhi arahan petugas, baik dalam aktivitas dari hotel ke Masjidil Haram, pergerakan Madinah menuju Makkah, maupun persiapan menuju Armuzna.

    Khusus jemaah gelombang kedua yang tiba melalui Jeddah, Maria mengimbau agar mengenakan kain ihram sejak di embarkasi karena akan mengambil miqat dalam perjalanan menuju Arab Saudi dan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

    Terkait layanan kesehatan, hingga saat ini 67 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi. Kemenhaj juga mencatat satu jemaah wafat pada Ahad, 10 Mei 2026, atas nama Kasiani Sigito Tarmidi dari KNO 8 asal Kota Medan, Sumatera Utara. Dengan demikian, total jemaah wafat di Arab Saudi hingga saat ini sebanyak 24 orang.

    “Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Maria.

    Maria mengapresiasi seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan layanan terbaik kepada jemaah. Ia juga mengajak jemaah menjaga kesehatan, hemat tenaga, mematuhi ketentuan pergerakan, dan memperkuat kesiapan ibadah.

    “Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur,” tutup Maria.

    Pewarta: Hebatdiki

  • Perkuat Layanan, Inspektorat Jenderal Kemenhaj Temui Syarikah Penyedia Layanan Haji

    Perkuat Layanan, Inspektorat Jenderal Kemenhaj Temui Syarikah Penyedia Layanan Haji

    SALAMRADIO.ID., Makkah (Kemenhaj) — Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dendi Suryadi, melakukan pertemuan dengan pimpinan syarikah (penyedia layanan haji) di Arab Saudi untuk penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M, yaitu Rakeen Mashariq dan Al Bait Guests.

    Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026) malam tersebut, turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan, Inspektur Wilayah III Kemenhaj Mulyadi Nurdin, Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah Muhammad Ilham Effendy, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Haji dan Umrah lainnya.

    Inspektur Wilayah III Kemenhaj, Mulyadi Nurdin, menjelaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di kantor masing-masing Syarikah di Kota Mekkah tersebut merupakan inisiatif dari Irjen Kemenhaj dalam rangka menjalin silaturahmi dan kemitraan strategis antara dengan para syarikah sebagai penyedia layanan bagi jemaah haji Indonesia tahun ini.

    “Penyedia layanan dalam hal ini Syarikah adalah mitra strategis kita dalam memberikan layanan kepada jemaah haji, pihak Inspektorat Jenderal sebagai Pengawas dalam proses penyelenggaraan haji, ingin memastikan semua layanan berjalan sesuai regulasi dan kontrak yang telah ditandatangani,” ujar Mulyadi Nurdin.

    Alumni Universitas Al-Azhar Mesir itu menambahkan bahwa disamping melakukan pertemuan langsung dengan pimpinan kedua syarikah, Irjen Kemenhaj juga melakukan pemantauan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina untuk memantau kesiapan pelayanan jemaah haji Indonesia.

    “Sejauh ini kami melihat pelayanan berjalan dengan lancar, persiapan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina juga berjalan sesuai progres,” ujar Mulyadi Nurdin.

    Ia menambahkan bahwa inspektorat mengingatkan pentingnya integritas dan kepatuhan pada regulasi oleh semua pihak dalam memberikan layanan kepada jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

    “Pak Irjen, Dendi Suryadi, menegaskan kepada pimpinan syarikah agar standar layanan yang diberikan sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani antara Kementerian Haji dan Umrah dengan pihak syarikah, dalam kontrak pastinya sudah disebutkan hak dan kewajiban, spesifikasi teknis, kualitas dan kuantitas pekerjaan,” ujar Alumni Lemhannas RI tersebut.

    Ia menyebutkan bahwa pihak syarikah menyambut baik dan hangat kedatangan delegasi dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tersebut.

    “Ini merupakan langkah strategis dalam mensukseskan layanan haji, Kami juga mendengarkan langsung komitmen dari syarikah untuk memberikan layanan maksimal kepada jemaah haji sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani,” tambahnya.

    Ia menambahkan bahwa Inspektorat Jenderal ingin memastikan penyelenggaraan haji tahun ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, sesuai dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto.

    “Sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf, Wakil Menteri, Dahnil Anzar Simanjuntak, untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji, Inspektorat Jenderal akan melakukan pengawasan sesuai mandat yang diberikan oleh undang-undang,” tambahnya.

    Mulyadi Nurdin menambahkan bahwa secara umum Inspektorat akan mengawasi semua tahapan penyelenggaraan haji.

    Hal itu sesuai dengan amanah undang-undang, diantaranya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 92 Tahun 2025 tentang Kementerian Haji dan Umrah, yang menyebutkan Inspektorat Jenderal merupakan unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Haji dan Umrah.

    “Adapun ruang lingkup pengawasan meliputi kinerja dan keuangan, melalui kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan (monitoring), dan bentuk pengawasan lainnya,” pungkasnya.

    Sumber: Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI
    Pewarta: Hebatdiki

  • “Semoga Ayah Masuk Surga”, Doa Haru Jemaah Haji KJT 24 Asal Bandung Saat Tiba di Tanah Suci

    “Semoga Ayah Masuk Surga”, Doa Haru Jemaah Haji KJT 24 Asal Bandung Saat Tiba di Tanah Suci

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua masih terus berlangsung hingga Senin malam, 11 Mei 2026 pukul 23.30 WAS. Salah satu kelompok terbang yang tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, adalah KJT 24 asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

    Ratusan jemaah tampak mulai memasuki area terminal kedatangan dengan wajah penuh haru dan rasa syukur setelah menempuh perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Suasana emosional begitu terasa ketika para jemaah mengungkapkan doa dan harapan mereka sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Makkah.

    Salah satu jemaah haji KJT 24, Miftahul Khairulloh, warga Bojongsoang, Kabupaten Bandung, menyampaikan doa khusus untuk ayahnya yang telah meninggal dunia. Dengan mata berkaca-kaca, ia berharap perjalanan hajinya tahun ini menjadi jalan kebaikan bagi keluarga yang ditinggalkan.

    “Semoga ayah bisa masuk surga melalui perjalanan haji ini,” tutur Miftahul dengan suara lirih usai tiba di Jeddah.

    Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Baitullah, tetapi juga perjalanan batin yang dipenuhi doa, pengorbanan, dan kerinduan kepada orang-orang tercinta.

    Setelah proses layanan kedatangan selesai, jemaah haji KJT 24 kemudian diberangkatkan menuju Kota Makkah pada pukul 00.54 WAS. Para jemaah akan menempati pemondokan di Hotel Squad Qasr dan Hotel Hibba Al Hijrah sebagai tempat istirahat sebelum menjalani rangkaian ibadah haji berikutnya.

    Petugas haji Indonesia di Bandara King Abdulaziz terus bersiaga memberikan pelayanan kepada jemaah, mulai dari proses kedatangan, pengaturan transportasi, hingga memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga selama perjalanan menuju Makkah.

    pewarta : Hebatdiki

  • Petugas Haji Tetap Prima Layani Jemaah di Jeddah, Multivitamin Jadi Penopang Stamina di Bandara King Abdulaziz

    Petugas Haji Tetap Prima Layani Jemaah di Jeddah, Multivitamin Jadi Penopang Stamina di Bandara King Abdulaziz

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Kenyamanan dan keamanan jemaah haji Indonesia terus menjadi prioritas utama pemerintah selama operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Salah satu perhatian penting terlihat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, tempat para petugas haji bekerja tanpa henti menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua dari Tanah Air.

    Di tengah padatnya aktivitas pelayanan, kondisi fisik petugas menjadi faktor penting agar layanan kepada jemaah tetap berjalan optimal. Para petugas haji dituntut sigap membantu proses kedatangan, pengawalan, pemeriksaan dokumen, hingga memastikan jemaah lansia dan disabilitas mendapatkan pelayanan terbaik sejak tiba di Arab Saudi.

    Untuk menjaga stamina dan kebugaran petugas, Tim Kesehatan Daker Bandara rutin memberikan multivitamin kepada seluruh petugas haji. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan agar para petugas tetap sehat dan mampu menjalankan tugas dengan maksimal di tengah tingginya mobilitas pelayanan jemaah.

    Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, memberikan perhatian penuh terhadap kondisi para petugas di lapangan. Menurutnya, pelayanan terbaik kepada jemaah hanya dapat diwujudkan apabila petugas berada dalam kondisi prima, baik secara fisik maupun mental.

    “Petugas haji adalah garda terdepan pelayanan jemaah di bandara. Karena itu kesehatan mereka harus dijaga agar tetap optimal dalam melayani tamu-tamu Allah,” ujarnya.

    Kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz berlangsung setiap hari dengan intensitas tinggi. Para petugas harus bekerja cepat sekaligus humanis untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, nyaman, dan tertib.

    Komitmen pemerintah melalui penguatan layanan kesehatan petugas menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional haji tahun ini. Dengan kondisi petugas yang tetap prima, diharapkan seluruh jemaah Indonesia dapat merasakan pelayanan yang ramah, profesional, dan penuh kepedulian sejak pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci.

    pewarta : Hebatdiki

  • Pemerintah Bagikan Sandal dan Kain Ihram Gratis di Bandara Jeddah, Jaga Kesempurnaan Ibadah Haji Jemaah Indonesia

    Pemerintah Bagikan Sandal dan Kain Ihram Gratis di Bandara Jeddah, Jaga Kesempurnaan Ibadah Haji Jemaah Indonesia

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Pemerintah Indonesia terus memperkuat pelayanan bagi jemaah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, khususnya dalam memastikan kelancaran dan kesempurnaan pelaksanaan umrah wajib setibanya di Arab Saudi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membagikan sandal dan kain ihram gratis kepada jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

    Langkah ini dilakukan setelah petugas melakukan pengawasan langsung terhadap kedatangan jemaah haji gelombang kedua yang mendarat melalui embarkasi dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam pengawasan tersebut, masih ditemukan sejumlah jemaah yang menggunakan sepatu tertutup saat dalam kondisi berihram.

    Padahal, dalam ketentuan ihram bagi laki-laki, penggunaan alas kaki yang menutupi mata kaki termasuk larangan ihram yang harus dihindari. Untuk mengantisipasi pelanggaran tersebut, petugas haji Indonesia bergerak cepat dengan membagikan sandal secara gratis kepada jemaah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk menunaikan umrah wajib.

    Tidak hanya sandal, pemerintah juga menyiapkan kain ihram cadangan yang dibagikan tanpa biaya kepada jemaah yang mengalami kendala pada kain ihramnya. Kain ihram pengganti diberikan apabila kain yang digunakan dianggap tidak suci, terkena najis, atau sudah tidak layak dipakai untuk melanjutkan rangkaian ibadah.

    Pelayanan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keabsahan dan keafdhalan ibadah jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci. Petugas haji tidak hanya fokus pada layanan akomodasi dan transportasi, tetapi juga aktif memberikan edukasi ibadah serta memastikan jemaah menjalankan syariat ihram dengan benar.

    Kehadiran layanan cepat dan responsif tersebut mendapat apresiasi dari para jemaah. Banyak jemaah merasa terbantu karena dapat segera melanjutkan perjalanan ibadah tanpa khawatir melanggar ketentuan ihram.

    Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H pun diharapkan semakin menghadirkan pelayanan yang humanis, sigap, dan berorientasi pada kenyamanan serta kekhusyukan jemaah Indonesia dalam menunaikan rukun Islam kelima.

    pewarta : Hebatdiki

  • Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Indonesia di Makkah, Pastikan Jemaah Nyaman Jelang Puncak Haji

    Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Indonesia di Makkah, Pastikan Jemaah Nyaman Jelang Puncak Haji

    SALAMRADIO.ID., Makkah (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, khususnya pada aspek akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan, guna memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah secara aman, nyaman, dan khusyuk menjelang fase puncak haji.

    Memasuki hari ke-19 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, proses layanan jemaah Indonesia secara umum berjalan lancar dan terkendali. Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Arab Saudi.

    Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.

    Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport di Jeddah, tercatat sebanyak 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas telah tiba. Selain itu, sebanyak 2.958 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi. Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan bahwa penguatan layanan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan jemaah dapat fokus beribadah.

    “Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif. Dengan demikian, jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus menghadapi puncak haji,” ujar Ichsan di Makkah, Sabtu (9/5/2026).

    Dari sisi akomodasi, PPIH Daerah Kerja Madinah telah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah yang menempati 94 hotel. Sementara PPIH Daerah Kerja Makkah melayani 165 kloter dengan total 63.822 jemaah yang tersebar di 180 hotel. Pada layanan konsumsi, hingga saat ini sebanyak 2.782.118 box makanan telah didistribusikan kepada jemaah Indonesia, terdiri atas 2.129.003 box di Madinah dan 653.115 box di Makkah.

    Sementara itu, layanan Bus Shalawat di Makkah telah mengoperasikan 17 rute dengan total 969 trip untuk melayani mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel.

    “Layanan transportasi, khususnya Bus Shalawat, menjadi salah satu layanan vital karena mendukung mobilitas harian jemaah. Kami terus mengingatkan jemaah agar tertib, mengenali rute bus, dan selalu mengikuti arahan petugas,” lanjut Ichsan.

    Dari sisi kesehatan, hingga saat ini tercatat 19.549 jemaah menjalani rawat jalan, 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi, dan 77 jemaah masih menjalani perawatan.

    Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan mengingat suhu di Madinah dan Makkah berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.

    “Jemaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” tegas Ichsan.

    Terkait data jemaah wafat, hingga 8 Mei 2026 tercatat 20 jemaah wafat di Arab Saudi. Kemenhaj menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan seluruh hak layanan jemaah wafat terpenuhi sesuai prosedur.

    Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja siang dan malam melayani jemaah, serta kepada seluruh jemaah yang tetap tertib, disiplin, dan mematuhi arahan petugas.

    “Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami wujudkan di lapangan,” tutup Ichsan.