Category: Sapa Haji Indonesia

  • Pak Haji Sulaji, Tukang Tambal Ban yang Menabung 12 Tahun Demi Menjadi Tamu Allah

    Pak Haji Sulaji, Tukang Tambal Ban yang Menabung 12 Tahun Demi Menjadi Tamu Allah

    Di sebuah sudut jalan di Kota Semarang, terdapat lapak tambal ban sederhana yang setiap hari menjadi tempat mencari nafkah bagi Sulaji. Tangan yang terbiasa memegang alat tambal ban dan memperbaiki roda kendaraan itu ternyata menyimpan sebuah mimpi besar: menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

    Mimpi tersebut tidak datang dengan mudah. Pada tahun 2014, Sulaji memberanikan diri mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Saat itu, penghasilannya sebagai tukang tambal ban jauh dari kata berlebih. Namun, ia percaya bahwa setiap rupiah yang disisihkan dengan niat tulus akan menjadi jalan menuju panggilan Allah SWT.

    Selama bertahun-tahun, Sulaji menabung sedikit demi sedikit dari hasil pekerjaannya. Tidak ada penghasilan besar, tidak ada usaha megah. Hanya ketekunan, kesabaran, dan keyakinan yang terus ia pelihara di tengah keterbatasan ekonomi.

    Penantian panjang itu akhirnya terjawab pada musim haji 1447 H/2026 M. Nama Sulaji masuk dalam daftar jemaah yang mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Kabar tersebut menjadi momen yang mengharukan bagi dirinya dan keluarga.

    Namun perjalanan menuju Baitullah masih menyisakan tantangan. Untuk melunasi biaya perjalanan hajinya, Sulaji harus memanfaatkan dana pinjaman dari arisan yang diikutinya. Keputusan itu diambil demi mewujudkan impian yang telah diperjuangkan selama lebih dari satu dekade.

    Artinya, ketika kembali ke Indonesia dengan gelar haji di depan namanya, Sulaji masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan kewajiban finansial yang tersisa. Kisah ini menjadi gambaran nyata bahwa di balik perjalanan ibadah haji, terdapat perjuangan panjang yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang.

    Melihat kondisi tersebut, pemerintah berupaya hadir memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan. Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat kehadiran negara di tengah rakyat, berbagai pihak melakukan kolaborasi guna meringankan beban yang dihadapi Sulaji. Dukungan juga terjalin melalui kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Uni Emirat Arab sebagai bentuk kepedulian terhadap jemaah haji Indonesia.

    Kisah Sulaji bukan hanya tentang perjalanan menuju Makkah. Ini adalah cerita tentang harapan, kerja keras, dan keyakinan seorang rakyat kecil yang tidak pernah menyerah pada keadaan. Dari lapak tambal ban yang sederhana, ia membuktikan bahwa impian menjadi tamu Allah dapat diraih oleh siapa saja yang mau berjuang dan bersabar.

    Ke depan, kisah seperti Sulaji diharapkan menjadi pengingat pentingnya edukasi haji kepada masyarakat. Bahwa selain kesiapan spiritual, perencanaan keuangan yang matang juga menjadi bagian penting dalam perjalanan suci menuju Baitullah. Sebab haji bukan hanya soal berangkat ke Tanah Suci, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjalani prosesnya dengan penuh tanggung jawab dan keberkahan.

    Pewarta: Hebatdiki

  • Sambut Kepulangan PPIH Daker Makkah, Menhaj Apresiasi Dedikasi Petugas dan Tegaskan Penguatan Kualitas Layanan

    Sambut Kepulangan PPIH Daker Makkah, Menhaj Apresiasi Dedikasi Petugas dan Tegaskan Penguatan Kualitas Layanan

    SALAMRADIO.ID, Tangerang (Kemenhaj) — Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyambut kepulangan kelompok pertama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (23/6/2026).

    Sebanyak 355 petugas tiba di Tanah Air setelah menuntaskan tugas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.

    Menhaj menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petugas atas dedikasi, kerja keras, serta pengabdian yang telah diberikan selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

    “Terima kasih atas seluruh performa dan upaya yang telah diberikan dalam melayani jemaah haji Indonesia. Presiden juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” ujar Menhaj.

    Menhaj menjelaskan, operasional pelayanan jemaah di Makkah telah selesai. Hingga hari ini, sebanyak 149.736 jemaah yang tergabung dalam 387 kelompok terbang telah tiba di Tanah Air.

    Sementara itu, sekitar 29 persen jemaah atau 130-an kloter masih berada di Madinah dan akan dipulangkan secara bertahap sesuai jadwal penerbangan masing-masing.

    Kemenhaj juga terus memantau kondisi 121 jemaah yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Mereka akan dipulangkan setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil dan layak terbang oleh tim medis.

    Menhaj menyampaikan, hingga saat ini tercatat 350 jemaah wafat. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi tetap menjadi perhatian serius dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji.

    “Ke depan, penerapan istithaah kesehatan akan diperketat dan standarnya harus diterapkan secara seragam di seluruh daerah,” tegasnya.

    Menurut Menhaj, masih terdapat perbedaan dalam pelaksanaan pemeriksaan dan penetapan istithaah kesehatan di sejumlah daerah. Karena itu, Kemenhaj akan memperkuat standardisasi agar setiap calon jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan dengan ketentuan dan kualitas yang sama.

    Evaluasi juga dilakukan terhadap peningkatan jumlah jemaah wafat setelah fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah tingginya aktivitas jemaah setelah menjalani rangkaian puncak haji, termasuk mengikuti kegiatan wisata.

    “Setelah Armuzna, kondisi fisik jemaah umumnya menurun akibat kelelahan. Aktivitas seperti city tour harus diatur lebih ketat agar tidak membahayakan kesehatan jemaah,” jelas Menhaj.

    Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, Kemenhaj tidak berencana menambah jumlah PPIH, tetapi akan memperkuat kompetensi, kapasitas, dan kesiapan para petugas.

    Durasi pendidikan dan pelatihan petugas kloter dan nonkloter yang selama ini berbeda juga akan diseragamkan. Petugas nonkloter selama ini mengikuti pelatihan sekitar satu bulan, sedangkan petugas kloter menjalani pelatihan selama tujuh hingga sepuluh hari.

    “Ke depan, seluruh petugas akan mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan durasi yang sama, yaitu sekitar satu bulan. Kami ingin seluruh petugas memiliki kesiapan, kemampuan, dan standar pelayanan yang setara,” katanya.

    Kemenhaj juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PPIH. Petugas yang menunjukkan kinerja terbaik akan diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.

    “Jumlah petugas tidak akan ditambah, tetapi kualitasnya akan terus ditingkatkan. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji berikutnya agar semakin profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah,” pungkas Menhaj.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj

    Pewarta: Hebatdiki

  • Pendorongan Jemaah dari Makkah Berakhir, Layanan Haji Terfokus di Madinah

    Pendorongan Jemaah dari Makkah Berakhir, Layanan Haji Terfokus di Madinah

    SALAMRADIO.ID, Madinah (Kemenhaj) — Proses pendorongan jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan selesai pada Senin (22/6/2026). Mulai besok, seluruh layanan operasional haji Indonesia akan terfokus di Madinah.

    Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan hingga hari ini sebanyak 257 kelompok terbang (kloter) yang terdiri atas 97.477 jemaah dan 1.028 petugas telah diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah.

    “Alhamdulillah, pendorongan terakhir jemaah dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan selesai hari ini. Selanjutnya, layanan operasional akan sepenuhnya terfokus di Madinah hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia,” ujar Ichsan di Jakarta, Senin (22/6/2026).

    Seiring berakhirnya layanan di Makkah, petugas Daerah Kerja Makkah yang telah menuntaskan tugas pelayanan juga dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Senin malam.

    Sementara itu, proses pemulangan jemaah terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 367 kloter telah tiba di berbagai debarkasi dengan membawa 142.053 jemaah dan 1.468 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah kembali ke Indonesia mencapai 143.521 orang.

    Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali tercatat sebanyak 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

    Ichsan mengimbau jemaah yang berada di Madinah tetap menjaga kesehatan, tidak memaksakan aktivitas, mencukupi kebutuhan cairan, beristirahat, serta segera menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan.

    Saat beribadah di Masjid Nabawi maupun melakukan ziarah, jemaah juga diminta selalu membawa kartu identitas, mengenali lokasi hotel, dan tidak bepergian seorang diri, terutama bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi.

    Hingga saat ini, Petugas Haji telah membantu penerbitan 165.486 tasreh Raudhah, terdiri atas 54.506 tasreh bagi jemaah pada fase kedatangan dan 110.980 tasreh bagi jemaah pada fase pemulangan.

    Menjelang kepulangan, jemaah diingatkan memastikan paspor, boarding pass, dan dokumen perjalanan tersimpan aman. Air zamzam juga tidak diperkenankan dibawa dalam koper bagasi maupun tas kabin karena akan dibagikan secara resmi di debarkasi.

    “Kami berharap nilai kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, dan keikhlasan yang ditempa selama berhaji terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemabruran harus hadir melalui akhlak yang lebih baik dan manfaat yang semakin luas,” pungkas Ichsan.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Hari Ke-62 Operasional Haji, 66 Persen Jemaah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air

    Hari Ke-62 Operasional Haji, 66 Persen Jemaah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air

    SALAMRADIO.ID, Makkah (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan lancar. Hingga Minggu (21/6/2026), sebanyak 135.872 orang atau sekitar dua pertiga dari total jemaah dan petugas haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air.

    Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, mengatakan bahwa hari ini merupakan hari ke-62 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M sekaligus hari ke-20 fase pemulangan jemaah Indonesia.

    “Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah dari Arab Saudi menuju Indonesia terus berlangsung dengan baik. Hingga hari ini, sebanyak 347 kloter telah tiba di Tanah Air dengan membawa 134.484 jemaah dan 1.388 petugas. Total kedatangan mencapai 135.872 orang atau sekitar 66 persen,” ujar Maria Assegaff dalam konferensi pers operasional haji di Makkah, Minggu (21/6/2026).

    Menurut Maria, pemulangan gelombang pertama melalui Bandara Jeddah telah mencapai 267 kloter yang terdiri atas 103.687 jemaah dan 1.066 petugas. Dengan demikian, total kepulangan gelombang pertama mencapai 104.753 orang.

    Sementara itu, melalui Bandara Madinah telah diberangkatkan 87 kloter yang membawa 33.297 jemaah dan 349 petugas, sehingga total kepulangan gelombang kedua mencapai 33.646 orang.

    Pergerakan jemaah gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 244 kloter telah diberangkatkan dengan membawa 92.861 jemaah dan 976 petugas atau total 93.837 orang.

    Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Tanah Air tercatat sebanyak 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

    Maria menyampaikan bahwa pendorongan terakhir jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 08.00 Waktu Arab Saudi. Seiring dengan berakhirnya pergerakan tersebut, layanan Bus Shalawat juga akan dihentikan pada hari yang sama pukul 12.00 Waktu Arab Saudi.

    “Kami meminta seluruh jemaah yang masih berada di Makkah agar menyesuaikan aktivitas dengan jadwal keberangkatan menuju Madinah, mempersiapkan koper dan barang bawaan lebih awal, memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan aman, serta tetap berada dalam koordinasi ketua kloter dan petugas,” kata Maria.

    Ia juga mengimbau jemaah yang telah berada di Madinah untuk memanfaatkan waktu yang tersedia dengan memperbanyak ibadah secara tertib serta menjaga kondisi kesehatan.

    “Pilih aktivitas sesuai kemampuan tubuh, cukup beristirahat, menjaga pola makan dan kebutuhan cairan, serta mengonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan. Jika mengalami keluhan kesehatan atau membutuhkan bantuan, segera hubungi petugas haji Indonesia,” ujarnya.

    Menjelang kepulangan, Maria kembali mengingatkan agar jemaah memastikan paspor, kartu identitas haji, boarding pass, dan barang bawaan tersimpan dengan baik. Koper dan tas kabin juga diminta diberi identitas yang jelas guna menghindari tertukar atau tertinggal.

    “Kami kembali mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing,” tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Maria menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah atas kedisiplinan dan kepatuhan selama menjalankan rangkaian ibadah, serta kepada seluruh petugas, tenaga kesehatan, dan unsur pendukung yang terus bekerja memastikan layanan terbaik bagi jemaah.

    Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan seluruh otoritas terkait atas dukungan dan kerja sama yang baik selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

    “Kami mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga kesehatan serta mempertahankan nilai-nilai kemabruran yang telah ditempa selama berada di Tanah Suci. Kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan hendaknya menjadi bekal untuk menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat. Dari Tanah Suci untuk Negeri, membawa pulang kemabruran dan menebarkan manfaat bagi peradaban,” pungkas Maria Assegaff.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • 55 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Tanah Air, Kedisiplinan Jemaah Jadi Kunci Kelancaran Pemulangan

    55 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Tanah Air, Kedisiplinan Jemaah Jadi Kunci Kelancaran Pemulangan

    SALAMRADIO.ID, Madinah (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah terus mengawal proses kepulangan jemaah haji Indonesia agar berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke tanah air.

    Kelancaran operasional pemulangan tidak hanya ditopang oleh kesiapan layanan dan koordinasi antar pihak, tetapi juga oleh tingginya kepatuhan dan kedisiplinan jemaah dalam mengikuti berbagai ketentuan yang berlaku selama perjalanan pulang.

    Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan hingga hari ke-59 operasional haji dan hari ke-17 masa pemulangan, sebanyak 114.236 jemaah dan petugas atau sekitar 55 persen dari total jemaah haji Indonesia telah tiba di tanah air.

    "Alhamdulillah hingga hari ini, sebanyak 267 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dan 33 kloter melalui Bandara Madinah. Sementara itu, total yang telah tiba di Indonesia mencapai 114.236 jemaah dan petugas," ujar Maria Assegaff di Madinah, Kamis (18/6).

    Selain itu, sebanyak 192 kloter atau 74.441 jemaah dan petugas telah bergerak dari Makkah menuju Madinah sebagai bagian dari proses pemulangan gelombang kedua.

    Maria menyampaikan apresiasi kepada seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Apresiasi khusus juga diberikan kepada jemaah haji Indonesia yang terus menunjukkan sikap disiplin dan patuh terhadap aturan selama proses pemulangan.

    Menurut Maria, kepatuhan jemaah menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban operasional dan memastikan seluruh proses kepulangan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

    "Kami mengapresiasi jemaah yang dengan penuh kesadaran mematuhi berbagai ketentuan perjalanan dan penerbangan, termasuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Kepatuhan ini sangat membantu petugas dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran penerbangan, sekaligus mempercepat proses pemeriksaan di bandara," tegasnya.

    Ia menambahkan, kedisiplinan jemaah selama fase pemulangan mencerminkan semangat tanggung jawab dan kebersamaan yang terbangun selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

    "Kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah. Sikap tertib dan kooperatif yang ditunjukkan jemaah Indonesia patut diapresiasi karena turut mendukung suksesnya operasional pemulangan haji tahun ini," lanjutnya.

    Kemenhaj kembali mengingatkan jemaah untuk menjaga paspor dan dokumen perjalanan dengan baik, memastikan barang bawaan sesuai ketentuan maskapai dan otoritas penerbangan, serta tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun tas kabin.

    "Air zamzam akan dibagikan secara resmi kepada jemaah setibanya di debarkasi di Indonesia. Karena itu, jemaah tidak perlu membawa air zamzam di dalam koper. Kami berharap seluruh jemaah tetap mematuhi ketentuan ini demi kelancaran proses pemulangan," jelas Maria.

    Selain itu, jemaah juga diimbau menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan pulang, mengonsumsi cukup air, beristirahat dengan baik, dan mengikuti arahan petugas hingga tiba di daerah masing-masing.

    Maria juga mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kemabruran haji yang telah diraih dengan mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.

    "Haji tidak berakhir saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang telah dipelajari selama berhaji hendaknya terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, selamat, dan meraih haji yang mabrur," pungkasnya.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj

    Pewarta: Hebatdiki

  • Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Kemenhaj Siapkan Peningkatan Layanan dan Percepatan Masa Tunggu Jemaah

    Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Kemenhaj Siapkan Peningkatan Layanan dan Percepatan Masa Tunggu Jemaah

    SALAMRADIO.ID, Bogor — Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang dinilai berjalan dengan baik. Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima Menhaj beserta jajaran pimpinan DPR RI dan anggota Komisi VIII DPR RI di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyoroti berbagai capaian penyelenggaraan haji tahun ini sekaligus memberikan arahan strategis untuk peningkatan kualitas layanan jemaah pada musim haji mendatang.

    Menhaj Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji 2026 menunjukkan berbagai kemajuan signifikan, mulai dari percepatan penerbitan visa, distribusi kartu Nusuk sebelum keberangkatan, hingga peningkatan kualitas layanan akomodasi dan mobilitas jemaah.

    “Alhamdulillah, Bapak Presiden memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Berbagai perbaikan yang dilakukan mampu menghadirkan layanan yang lebih baik bagi jemaah Indonesia,” ujar Menhaj.

    Menurutnya, meski Kemenhaj baru mulai menjalankan tugas pada September 2025, berbagai persiapan yang sempat tertinggal dapat dikejar melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, serta dukungan DPR RI melalui Tim Pengawas Haji.

    Salah satu capaian penting pada musim haji 2026 adalah percepatan penerbitan visa yang selesai lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, distribusi Nusuk sejak di tanah air turut mendukung kelancaran layanan sehingga tidak lagi ditemukan kasus jemaah terpisah dari rombongan, kesulitan memperoleh akomodasi, maupun kendala layanan dasar lainnya saat berada di Arab Saudi.

    Kemenhaj juga mulai menerapkan skema kontrak layanan multiyears dengan sejumlah penyedia layanan di Arab Saudi. Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan sekaligus memberikan kepastian bagi mitra dalam melakukan investasi peningkatan fasilitas bagi jemaah Indonesia.

    Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta agar kualitas layanan haji terus ditingkatkan, terutama pada aspek konsumsi, akomodasi, dan persiapan layanan yang dilakukan lebih awal.

    “Presiden memberikan berbagai masukan agar layanan haji tahun depan semakin baik, mulai dari kualitas makanan, kesiapan layanan sejak dini, hingga peningkatan kualitas hotel dan akomodasi yang digunakan jemaah Indonesia,” kata Menhaj.

    Selain itu, Presiden juga menaruh perhatian terhadap pengembangan konsep Kampung Haji sebagai salah satu upaya jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji.

    Menurut Menhaj, konsep tersebut akan terus dikaji bersama DPR RI dengan mempertimbangkan berbagai tantangan yang memengaruhi biaya penyelenggaraan haji, seperti fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya avtur, dinamika global, serta penyesuaian tarif layanan dari Pemerintah Arab Saudi.

    Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya percepatan masa tunggu keberangkatan haji. Kemenhaj mencatat sejumlah daerah yang sebelumnya memiliki masa tunggu sangat panjang kini mulai mengalami penurunan secara signifikan. Meski demikian, Presiden meminta pemerintah terus menghadirkan terobosan agar masa tunggu jemaah dapat dipersingkat lebih jauh.

    “Kami terus mencari berbagai skema dan solusi agar masa tunggu keberangkatan haji dapat semakin dipercepat. Ini menjadi perhatian serius pemerintah agar semakin banyak masyarakat dapat menunaikan ibadah haji dalam waktu yang lebih terjangkau,” ujar Menhaj.

    Arahan Presiden tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin profesional, berkualitas, terjangkau, dan berorientasi pada kepuasan jemaah, sejalan dengan semangat transformasi layanan haji Indonesia.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • DPR Apresiasi Transformasi Layanan Haji 2026, Kemenhaj Berhasil Tekan Antrean dan Tingkatkan Kenyamanan Jemaah

    DPR Apresiasi Transformasi Layanan Haji 2026, Kemenhaj Berhasil Tekan Antrean dan Tingkatkan Kenyamanan Jemaah

    SALAMRADIO.ID, Bogor, — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan apresiasi terhadap berbagai perbaikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang dilakukan Kemenhaj. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).

    Pertemuan yang dihadiri pimpinan DPR RI, anggota Komisi VIII DPR RI, serta jajaran Kemenhaj tersebut membahas hasil evaluasi penyelenggaraan haji 2026 sekaligus langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan jemaah pada musim haji mendatang.

    Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menilai berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah pada penyelenggaraan haji tahun ini telah memberikan dampak nyata bagi jemaah Indonesia, mulai dari peningkatan kualitas layanan, efisiensi biaya, hingga pengurangan masa tunggu keberangkatan.

    "Pengawasan yang dilakukan DPR bertujuan memastikan perbaikan penyelenggaraan ibadah haji benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Alhamdulillah, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah menunjukkan hasil yang positif," ujar Cucun.

    Menurutnya, salah satu capaian penting adalah keberhasilan pemerintah menekan masa tunggu keberangkatan haji yang sebelumnya di sejumlah daerah mencapai lebih dari tiga dekade. Berkat berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bersama DPR RI, antrean yang semula berada pada kisaran 35 hingga 40 tahun kini dapat ditekan hingga sekitar 26 tahun.

    Selain itu, DPR juga mengapresiasi berbagai peningkatan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh jemaah selama berada di Tanah Suci. Pada musim haji 2026, ribuan jemaah Indonesia mendapatkan akomodasi yang lebih dekat dengan pusat ibadah, termasuk di kawasan sekitar Masjid Nabawi di Madinah.

    Menurut Cucun, banyak jemaah menyampaikan kesan positif terhadap kualitas hotel, kemudahan akses menuju masjid, serta kenyamanan layanan yang mereka terima selama menjalankan ibadah.

    "Kami menerima banyak testimoni dari jemaah yang merasa pelayanan tahun ini jauh lebih baik. Mereka merasakan manfaat dari berbagai perbaikan yang dilakukan pemerintah," katanya.

    Peningkatan juga terlihat pada layanan konsumsi. Melalui koordinasi intensif dengan para penyedia layanan di Arab Saudi, Kemenhaj berhasil menghadirkan menu yang lebih beragam dan lebih sesuai dengan cita rasa jemaah Indonesia.

    DPR menilai berbagai capaian tersebut tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah dan parlemen dalam mengawal penyelenggaraan ibadah haji sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

    Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut turut mengapresiasi komunikasi dan koordinasi yang terjalin baik antara DPR RI dan pemerintah. Kepala Negara meminta agar berbagai inovasi dan perbaikan yang telah berjalan baik dapat dipertahankan serta terus ditingkatkan pada musim haji berikutnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran Kemenhaj dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

    Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan global yang dapat memengaruhi penyelenggaraan haji pada masa mendatang, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    "Kami berharap penyelenggaraan haji ke depan dapat berjalan lebih baik lagi dan berbagai capaian positif tahun ini menjadi fondasi untuk peningkatan layanan yang berkelanjutan," ujarnya.

    Apresiasi DPR RI tersebut menjadi penguatan atas komitmen Kemenhaj untuk terus melakukan transformasi layanan secara menyeluruh. Melalui kolaborasi yang erat dengan DPR RI, Pemerintah Arab Saudi, serta seluruh pemangku kepentingan, Kemenhaj berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin profesional, nyaman, aman, dan berorientasi pada kepuasan jemaah Indonesia.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Fase Pemulangan Gelombang II dari Madinah Dimulai, 48 Persen Jemaah Telah Tiba di Tanah Air

    Fase Pemulangan Gelombang II dari Madinah Dimulai, 48 Persen Jemaah Telah Tiba di Tanah Air

    SALAMRADIO.ID, Makkah (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan lancar, aman, dan terkendali. Memasuki hari ke-57 operasional haji dan hari ke-15 fase pemulangan, layanan kepulangan kini memasuki babak baru dengan dimulainya penerbangan perdana jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia.

    Hingga Selasa (16/6/2026), sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan jumlah 101.391 jemaah dan 1.042 petugas. Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah diterbangkan menuju Indonesia mencapai 102.433 orang.

    Sementara itu, sebanyak 253 kloter telah tiba di tanah air dengan jumlah 98.487 jemaah dan 1.010 petugas. Total kedatangan jemaah dan petugas haji Indonesia yang telah tiba di berbagai embarkasi mencapai 99.497 orang.

    Untuk pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah, hingga hari ini telah diberangkatkan sebanyak 157 kloter yang terdiri atas 60.242 jemaah dan 628 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah tiba di Madinah mencapai 60.870 orang.

    Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia sampai hari ini berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

    Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, menjelaskan bahwa dimulainya penerbangan Gelombang II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menjadi tonggak penting dalam fase pemulangan jemaah tahun ini.

    “Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria.

    Menurutnya, Kemenhaj bersama seluruh petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan bandara guna memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga kloter terakhir.

    Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah yang saat ini berada di Madinah agar memberikan perhatian khusus terhadap dokumen perjalanan, terutama paspor. Jemaah diminta memastikan paspor tersimpan dengan aman dan mudah diakses selama proses kepulangan.

    “Paspor merupakan dokumen utama yang harus dijaga hingga jemaah tiba kembali di Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan baik dan tidak tertinggal,” katanya.

    Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan dengan cukup beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan berlebihan.

    Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah di tanah air sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

    “Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, serta mempercepat proses keberangkatan di bandara,” jelas Maria.

    Di tengah proses kepulangan, Kemenhaj juga mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada jemaah lanjut usia, jemaah berkebutuhan khusus, dan mereka yang memerlukan pendampingan selama perjalanan pulang.

    Menurut Maria, nilai-nilai persaudaraan yang terbangun selama menjalankan ibadah haji merupakan bagian penting dari warisan spiritual yang perlu terus dijaga hingga kembali ke tanah air.

    “Atas nama Kemenhaj, kami juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya jemaah haji Indonesia. Semoga momentum tahun baru ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kemabruran haji harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, semangat persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

    “Inilah makna Sukses Peradaban dan Keadaban yang menjadi bagian dari Tri Sukses Kementerian Haji. Ketika nilai-nilai haji tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj

    Pewarta: Hebatdiki

  • Kloter BTH 14 Tutup Gelombang Pertama Pemulangan Haji, Jeddah Tinggalkan Sejuta Kisah Perjuangan dan Harapan

    Kloter BTH 14 Tutup Gelombang Pertama Pemulangan Haji, Jeddah Tinggalkan Sejuta Kisah Perjuangan dan Harapan

    SALAMRADIO.ID, Jeddah – Pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama resmi berakhir dengan keberangkatan jemaah asal Embarkasi Batam (BTH) 14 melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Momen ini menjadi penanda berakhirnya salah satu fase penting dalam operasional haji Indonesia 1447 H/2026 M yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Tanah Suci.

    Di balik lalu lalang ribuan jemaah yang kembali ke Tanah Air, Bandara Internasional King Abdulaziz menyimpan beragam kisah perjuangan, harapan, kebahagiaan, hingga duka yang mewarnai musim haji tahun ini. Bagi para petugas haji yang bertugas di Daerah Kerja (Daker) Bandara, setiap keberangkatan jemaah menyimpan cerita yang tak mudah dilupakan.

    Komandan Regu 3 Daker Bandara, Ikhwan Syukri, mengungkapkan rasa syukur atas selesainya fase pemulangan gelombang pertama yang berlangsung relatif lancar meski diwarnai sejumlah tantangan operasional di lapangan.

    “Kami sangat bersyukur akhirnya fase pemulangan gelombang pertama selesai. Proses sejak awal hingga saat ini berjalan dengan baik. Memang ada beberapa kendala selama proses berlangsung, tetapi seluruh permasalahan dapat kami selesaikan dengan baik,” ujar Ikhwan.

    Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur penyelenggara haji, mulai dari petugas bandara, maskapai penerbangan, otoritas Arab Saudi, hingga para petugas pelayanan jemaah yang terus bekerja tanpa mengenal waktu.

    Selama musim haji 1447 H, Bandara Jeddah menjadi titik pertemuan jutaan harapan. Di tempat inilah jemaah memulai perjalanan spiritualnya menuju Tanah Suci dan kembali membawa pengalaman hidup yang tak ternilai. Tak sedikit pula momen haru yang terjadi, mulai dari perpisahan, reunifikasi keluarga, hingga kisah-kisah pengabdian petugas yang rela meninggalkan keluarga demi memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah.

    Meski gelombang pertama telah selesai, tugas petugas haji Indonesia masih berlanjut. Fokus pelayanan kini bergeser pada pemulangan jemaah gelombang kedua melalui Madinah. Para petugas berkomitmen menjaga kualitas layanan hingga jemaah terakhir kembali ke Indonesia dengan selamat.

    Bagi para petugas, musim haji bukan sekadar pekerjaan. Ia adalah amanah, pengabdian, dan kesempatan melayani tamu-tamu Allah. Di setiap langkah, terdapat doa yang dipanjatkan, keikhlasan yang diuji, serta harapan agar seluruh jemaah dapat pulang dengan predikat haji mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga serta bangsa.

    Pewarta: Hebatdiki

  • Fase Pemulangan Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Haji Indonesia Telah Diterbangkan ke Tanah Air

    Fase Pemulangan Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Haji Indonesia Telah Diterbangkan ke Tanah Air

    SALAMRADIO.ID, Makkah (Kemenhaj)— Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-56. Seiring berjalannya fase pemulangan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan seluruh proses kepulangan jemaah haji Indonesia berlangsung lancar, aman, dan terkendali.

    Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf, menyampaikan bahwa hingga Senin (15/6/), sebanyak 245 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan jumlah 95.178 jemaah dan 977 petugas. Dengan demikian, total yang telah diterbangkan menuju Indonesia mencapai 96.155 orang.

    "Sampai hari ini, proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan sesuai rencana. Seluruh layanan terus dioptimalkan agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman," ujar Maria di Makkah, Senin (15/6/2026).

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 kloter telah tiba di Indonesia dengan membawa 90.709 jemaah dan 929 petugas, atau total 91.638 orang.

    Sementara itu, pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 139 kloter yang terdiri atas 53.338 jemaah dan 556 petugas telah diberangkatkan menuju Kota Nabi, dengan total 53.894 orang.

    Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia hingga saat ini berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

    Maria menjelaskan, fase pemulangan saat ini memasuki momentum penting. Hari ini menjadi hari terakhir proses pendorongan jemaah Gelombang I dari hotel-hotel di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Penerbangan terakhir jemaah Gelombang I menuju Indonesia dijadwalkan berlangsung pada Selasa dini hari (16/6/2026) pukul 01.45 waktu Arab Saudi.

    "Mulai besok, operasional pemulangan akan sepenuhnya berfokus pada jemaah Gelombang II yang telah berada di Madinah. Kepulangan mereka akan dilayani melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menuju berbagai embarkasi di Indonesia," jelasnya.

    Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang kepulangan. Jemaah diminta memastikan waktu istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang berpotensi menyebabkan kelelahan.

    Selain itu, Maria mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga semangat kepedulian dan saling membantu, terutama kepada jemaah lanjut usia, jemaah berkebutuhan khusus, maupun mereka yang membutuhkan pendampingan selama proses kepulangan.

    "Nilai kebersamaan, gotong royong, dan ukhuwah yang telah tumbuh selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya tetap dijaga hingga kembali ke tanah air. Kepedulian kepada sesama adalah bagian penting dari kemabruran haji," ujarnya.

    Kemenhaj juga kembali mengingatkan seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan didistribusikan kepada jemaah di Indonesia sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

    "Kepatuhan terhadap ketentuan ini sangat membantu kelancaran pemeriksaan keamanan penerbangan, mempercepat proses penanganan bagasi, serta menghindari keterlambatan dalam proses keberangkatan," tegas Maria.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ibadah haji tidak berakhir ketika jemaah meninggalkan Tanah Suci. Nilai-nilai kemabruran harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, semangat persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

    "Melalui semangat Sukses Peradaban dan Keadaban, kami berharap nilai-nilai haji dapat terus hidup dalam keseharian para jemaah, menghadirkan manfaat yang luas bagi sesama, memperkuat persatuan, serta menebarkan kebaikan di tengah masyarakat," pungkasnya.

    Kemenhaj berharap seluruh rangkaian operasional haji 1447 H/2026 M berjalan lancar hingga kloter terakhir dan seluruh jemaah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, selamat, serta membawa predikat haji yang mabrur dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki