Category: Sapa Haji Indonesia

  • Mbah Kasrun 102 Tahun Tiba di Tanah Suci, Kehangatan Petugas Haji Indonesia di Bandara Jeddah Jadi Sorotan

    Mbah Kasrun 102 Tahun Tiba di Tanah Suci, Kehangatan Petugas Haji Indonesia di Bandara Jeddah Jadi Sorotan

    SALAMRADIO.ID, Jeddah — Langkah pelan Mbah Kasrun saat menuruni area kedatangan Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, menyimpan kisah perjuangan panjang yang menggetarkan hati. Di usia 102 tahun, jemaah haji asal Banjarmasin itu akhirnya menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji 1447 H, sebuah perjalanan spiritual yang mungkin telah lama beliau nantikan sepanjang hidupnya.

    Tubuh renta Mbah Kasrun memang tak lagi sekuat dulu. Namun sorot matanya memancarkan kebahagiaan saat disambut ramah oleh petugas haji Indonesia yang sigap membantu setiap langkahnya. Salah satu sosok yang mendampingi beliau adalah Heru Suryadarma, petugas haji asal Lampung Utara yang sehari-hari berprofesi sebagai petani.

    Pada musim haji 1447 H ini, Heru mendapat amanah bertugas di Daerah Kerja Bandara. Di tengah padatnya operasional kedatangan jemaah haji Indonesia di Jeddah, Heru tetap menunjukkan pelayanan yang hangat dan penuh empati kepada para lansia, termasuk kepada Mbah Kasrun.

    Dengan penuh kehati-hatian, Heru membantu mengarahkan kursi roda, memastikan kondisi Mbah Kasrun tetap nyaman sejak proses kedatangan hingga menuju bus pemberangkatan ke Makkah. Sikap sederhana namun tulus itu menjadi gambaran nyata pelayanan humanis petugas haji Indonesia di Arab Saudi.

    “Bahagia rasanya bisa membantu jemaah sepuh seperti Mbah Kasrun. Kami sadar mereka datang membawa harapan besar untuk menyempurnakan rukun Islam,” ujar Heru.

    Kini Mbah Kasrun telah tiba di Makkah dan mulai menjalani rangkaian ibadah haji. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa usia bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan Allah menuju Baitullah. Di balik perjalanan panjang itu, hadir pula tangan-tangan tulus petugas haji Indonesia yang bekerja tanpa lelah demi memastikan para tamu Allah mendapatkan pelayanan terbaik selama musim haji 1447 H.

    Pewarta : Hebatdiki@MCH2026

  • Jemaah Syarikat Islam dari SOC 69-72 Siap Hadapi Puncak Haji 1447 H

    Jemaah Syarikat Islam dari SOC 69-72 Siap Hadapi Puncak Haji 1447 H

    SALAMRADIO.ID, Makkah — Sebanyak 230 jemaah haji dari kalangan Syarikat Islam yang tergabung dalam embarkasi SOC 69, 70, 71, dan 72 telah tiba dengan selamat di Kota Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji 1447 H/2026 M. Setelah menempuh perjalanan panjang menuju Tanah Suci, para jemaah kini fokus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji pada 9 Dzulhijjah 1447 H atau 26 Mei 2026 dalam fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

    Suasana haru dan penuh syukur tampak menyelimuti para jemaah setibanya di Makkah. Mereka kini mulai menjalani ibadah dengan khusyuk sambil menjaga kondisi fisik menjelang wukuf di Arafah, yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.

    Jemaah haji Syarikat Islam tersebut menempati dua sektor pemondokan berbeda. Sebanyak 60 jemaah berada di Sektor 8 tepatnya di Hotel 810, sementara 170 jemaah lainnya ditempatkan di Sektor 9 di Hotel 908. Hingga saat ini seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi sehat dan siap menjalani tahapan puncak haji.

    Musobihin yang bertugas sebagai PPIH Kloter Bimbingan Ibadah menyampaikan rasa syukur atas kelancaran perjalanan para jemaah sejak keberangkatan dari Indonesia hingga tiba di Arab Saudi. Ia juga mengapresiasi peningkatan pelayanan penyelenggaraan haji tahun ini yang dinilai semakin baik dan humanis.

    “Alhamdulillah saya sangat bersyukur telah tiba di Makkah dan terpanggil memenuhi undangan dari Allah SWT. Pelayanan haji era Prabowo Subianto istimewa. Saya merasakan banyak sekali perubahan baik, benar-benar nyaman dan aman,” ujar Musobihin.

    Menurutnya, pelayanan petugas haji Indonesia mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga pendampingan ibadah menunjukkan peningkatan signifikan. Hal itu membuat para jemaah merasa lebih tenang dan nyaman selama berada di Tanah Suci.

    Di tengah jutaan umat Islam dari seluruh dunia yang memadati Kota Makkah, kehadiran jemaah Syarikat Islam dari embarkasi SOC 69 hingga SOC 72 menjadi bagian dari semangat besar bangsa Indonesia dalam menyempurnakan rukun Islam kelima dengan penuh kekhusyukan dan harapan.

    pewarta : Hebatdiki@MCH2026

  • Jelang Puncak Haji Bus Shalawat Berhenti Sementara, KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Armuzna

    Jelang Puncak Haji Bus Shalawat Berhenti Sementara, KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Armuzna

    SALAMRADIO.ID, Makkah (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mematangkan persiapan layanan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Penguatan dilakukan pada seluruh lini layanan, mulai dari penempatan jemaah, transportasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga kesiapan petugas di lapangan.

    Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, seluruh skema layanan disiapkan secara bertahap, terukur, dan mengutamakan keselamatan jemaah.

    “Menjelang fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan, baik terkait tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, maupun penempatan petugas di titik-titik layanan,” ujar Ichsan di Makkah, Kamis (21/5/2026).

    Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara itu, sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah dan 945 petugas telah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Adapun jemaah yang telah tiba di Makkah tercatat sebanyak 502 kloter dengan 193.593 jemaah dan 2.008 petugas.

    Selain itu, sebanyak 15.418 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

    Ichsan menjelaskan, dalam rangka mendukung persiapan pergerakan jemaah menuju Armuzna, layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi.

    “Layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” jelasnya.

    Layanan Bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi. Meski demikian, Kemenhaj memastikan jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangannya ke hotel oleh PPIH.

    “Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangan ke hotel oleh PPIH. Kami mengimbau jemaah memperhatikan jadwal ini dan menyesuaikan aktivitas ibadah maupun mobilitas masing-masing,” tutur Ichsan.

    Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri bepergian jauh menjelang puncak haji. Menurutnya, saat ini jemaah perlu mulai menghemat tenaga dan fokus mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah di Armuzna.

    “Menjelang Armuzna, kami kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mulai menghemat tenaga. Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor,” katanya.

    Ichsan turut mengajak jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Kepedulian bersama dinilai penting untuk mencegah jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.

    “Kami mengimbau jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan tanya jemaah yang berjalan atau keluar sendirian. Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian dapat mengurangi kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongannya,” ujar Ichsan.

    Terkait kesiapan Armuzna, Kemenhaj juga telah melakukan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Ichsan mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak memasang identitas dalam bentuk apa pun di tenda-tenda Arafah dan Mina.

    “Kami sudah melakukan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas KBIHU dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut identitas KBIHU yang terpasang dan akan memberikan sanksi bagi yang melakukannya,” tegasnya.

    Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, serta seluruh unsur layanan terus dilakukan agar persiapan Armuzna berjalan optimal.

    “Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman, serta dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk,” pungkas Ichsan.

    Kemenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini, khususnya menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh.

    Sumber: Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Menyapa Tamu Allah di Syisyah, Keikhlasan dan Semangat Ibadah Terpancar dari Wajah Jemaah

    Menyapa Tamu Allah di Syisyah, Keikhlasan dan Semangat Ibadah Terpancar dari Wajah Jemaah

    SALAMRADIO.ID, Makkah — Suasana pagi di kawasan Syisyah, Makkah, Arab Saudi, terasa hidup dengan aktivitas jemaah haji Indonesia yang mulai menjalani rutinitas harian menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Ba’da Subuh, sejumlah aktivitas tampak berlangsung di sekitar hotel-hotel tempat jemaah menginap, mulai dari senam pagi, sarapan bersama, hingga berbelanja kebutuhan ringan di pasar kaget sekitar kawasan pemondokan.

    Momen tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan pemantauan langsung terhadap kondisi jemaah haji Indonesia di wilayah Syisyah. Kegiatan dilakukan dengan berkeliling menyapa jemaah sekaligus mengecek kondisi hotel, menu konsumsi, serta kenyamanan layanan yang diterima para tamu Allah selama berada di Tanah Suci.

    Di tengah udara pagi Kota Makkah, para jemaah tampak antusias menjalani aktivitas dengan wajah penuh kebahagiaan. Sebagian jemaah lansia terlihat berjalan santai di sekitar hotel untuk menjaga kebugaran tubuh, sementara lainnya menikmati sarapan bersama rekan satu rombongan sebelum mempersiapkan diri menjalani rangkaian ibadah.

    Suasana hangat juga terasa di area pasar kaget yang berada di sekitar pemondokan. Para jemaah tampak membeli buah, makanan ringan, hingga kebutuhan sederhana untuk menunjang aktivitas harian mereka selama di Makkah.

    “Gembira bisa menyapa para tamu Allah dari seantero Indonesia. Ada kegembiraan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT yang terlihat dari wajah-wajah beliau,” ungkap salah satu petugas saat melakukan pemantauan pagi.

    Selain menyapa jemaah, pengecekan juga dilakukan terhadap kualitas menu konsumsi dan kondisi hotel agar pelayanan kepada jemaah tetap terjaga dengan baik menjelang fase puncak haji di Arafah.

    Momen sederhana di pagi hari tersebut memperlihatkan sisi humanis penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Di balik padatnya operasional dan jutaan jemaah dari berbagai negara, suasana kekeluargaan dan semangat ibadah para jemaah Indonesia tetap terasa hangat di setiap sudut pemondokan.

    Petugas berharap seluruh jemaah haji Indonesia senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah sehingga dapat kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.

    Pewarta : Hebatdiki@MCH2026

  • Operasional Haji Gelombang Kedua Hampir Berakhir di Jeddah Tetap Kondusif, Menhaj Apresiasi Ketangguhan Petugas Haji Indonesia

    Operasional Haji Gelombang Kedua Hampir Berakhir di Jeddah Tetap Kondusif, Menhaj Apresiasi Ketangguhan Petugas Haji Indonesia

    SALAMRADIO.ID., Jeddah — Operasional kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, hingga Kamis dini hari (21/05/2026) masih berlangsung kondusif dan terkendali. Padatnya arus kedatangan jemaah mampu diatasi dengan baik oleh para petugas haji Indonesia yang berjaga di Daerah Kerja Bandara.

    Pada waktu yang hampir bersamaan, tiga kelompok terbang yakni embarkasi JKS 27, SUB 110, dan SUB 111 mendarat di Bandara King Abdulaziz. Meski menghadapi kepadatan pergerakan jemaah di area terminal dan bus pemberangkatan menuju Kota Suci Makkah, proses pelayanan tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

    Petugas haji Indonesia melayani kedatangan jemaah di Jeddah

    Petugas haji tampak sigap mengatur alur kedatangan, memastikan jemaah masuk ke dalam bus sesuai manifest, serta menghindari adanya jemaah yang tertinggal di area bandara. Kekuatan fisik, koordinasi cepat, dan profesionalisme petugas menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas operasional haji di tengah tingginya mobilitas jemaah.

    Di tengah aktivitas yang berlangsung hampir tanpa jeda, para petugas tetap menunjukkan semangat pelayanan yang humanis kepada jemaah, khususnya lansia yang membutuhkan perhatian lebih saat proses pergeseran menuju hotel di Makkah.

    Menteri Haji & Umrah Republik Indonesia, M. Irfan Yusuf, turut memberikan apresiasi atas kerja keras para petugas haji di lapangan. Menurutnya, hingga saat ini pelaksanaan operasional haji Indonesia masih mendapat respons positif dari masyarakat di Tanah Air.

    “Saya sangat mengapresiasi petugas yang berjibaku di lapangan. Sampai saat ini tonenya positif semua di Tanah Air, agar ini menjadi semangat untuk dipertahankan,” ujar Gus Irfan.

    Keberhasilan pengelolaan operasional haji gelombang kedua dinilai tidak lepas dari kesiapan sumber daya manusia yang telah dibekali pelatihan intensif sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Para petugas diketahui telah mengikuti Diklat PPIH 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sebagai bagian dari penguatan kompetensi pelayanan jemaah haji Indonesia.

    Kepala Daerah Kerja Bandara juga dinilai beruntung memiliki tim yang kompeten, profesional, dan berintegritas dalam menjalankan tugas pelayanan haji. Hal tersebut terlihat dari kemampuan petugas mengelola situasi padat kedatangan tanpa menimbulkan kepanikan ataupun keterlambatan distribusi jemaah.

    Sementara itu, operasional kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Arab Saudi dijadwalkan berakhir pada Jumat (22/05/2026) pukul 07.45 waktu Arab Saudi. Setelah seluruh jemaah berada di Kota Makkah, rangkaian ibadah haji akan berlanjut menuju puncak pelaksanaan wukuf di Padang Arafah yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (26/05/2026).

    Momen tersebut menjadi fase paling penting dalam ibadah haji dan kini seluruh petugas tengah bersiap memastikan para jemaah dapat menjalani prosesi puncak haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk di Tanah Suci.

    Pewarta : Hebatdiki@MCH2026

  • Gus Irfan Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Pastikan Jemaah Haji Indonesia Aman dan Nyaman

    Gus Irfan Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Pastikan Jemaah Haji Indonesia Aman dan Nyaman

    SALAMRADIO.ID, Jeddah — Amirul Hajj gelombang kedua Indonesia tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa (19/05/2026). Kedatangan rombongan langsung dipimpin Menteri Haji Indonesia, Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan.

    Kehadiran rombongan Amirul Hajj menjadi bagian penting dalam pengawasan dan penguatan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Setibanya di terminal kedatangan, rombongan langsung menyambangi jemaah haji Indonesia asal embarkasi Kertajati yang tengah berada di area plaza bandara sebelum diberangkatkan menuju Kota Suci Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

    Suasana hangat dan penuh haru tampak menyelimuti pertemuan tersebut. Sapaan langsung dari Gus Irfan kepada para jemaah menghadirkan semangat baru di tengah perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Sejumlah jemaah terlihat antusias menyambut kedatangan Amirul Hajj sambil mengabadikan momen bersama rombongan pejabat Indonesia itu.

    Dalam rombongan Amirul Hajj gelombang kedua turut hadir sejumlah tokoh nasional, di antaranya Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Muhammad Syafii, Muhadjir Effendy, Heri Hermansyah, Safira Machrusah, Hasyimsyah Nasution, Ilfi Nurdiana, serta Saifuddin Chalim.

    Di hadapan awak media, Gus Irfan menyampaikan bahwa mayoritas jemaah haji Indonesia kini telah berada di Arab Saudi. Menurutnya, proses kedatangan jemaah berjalan cukup baik dan diharapkan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berlangsung lancar.

    “Sudah 93 persen jemaah Indonesia berada di Tanah Suci, mudah-mudahan yang lainnya akan segera menyusul. Salah satu tugas kami sebagai Amirul Hajj adalah memastikan semua proses haji dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman serta para jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan sehat dan menjadi haji mabrur,” ujar Gus Irfan.

    Kehadiran Amirul Hajj dinilai penting untuk memastikan pelayanan kepada jemaah tetap berjalan optimal, mulai dari kedatangan di bandara, akomodasi, konsumsi, transportasi hingga pendampingan ibadah di Makkah dan Madinah.

    Usai tiba di Jeddah, Menteri Haji Indonesia dijadwalkan melanjutkan agenda resmi pada keesokan harinya dengan memenuhi undangan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi dan penguatan kerja sama pelayanan haji antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi pada musim haji 1447 H.

    Musim haji tahun ini menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia, terutama karena penyelenggaraan haji 2026 merupakan momentum penting dalam penguatan pelayanan jemaah Indonesia di Tanah Suci dengan pendekatan yang lebih humanis, responsif, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

    Pewarta: Hebatdiki@MCH2026

  • Kemenhaj: 100.268 Jemaah Telah Selesaikan Dam, Jemaah Diimbau Gunakan Jalur Resmi

    Kemenhaj: 100.268 Jemaah Telah Selesaikan Dam, Jemaah Diimbau Gunakan Jalur Resmi

    SALAMRADIO.ID, Makkah (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus memperkuat pendampingan kepada jemaah menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Salah satu fokus layanan yang menjadi perhatian adalah pengelolaan dam jemaah haji Indonesia.

    Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah menghormati keberagaman pandangan fikih terkait pelaksanaan dam. Karena itu, Kemenhaj memberikan ruang bagi jemaah untuk menjalankan pilihan sesuai keyakinan fikih masing-masing, baik melalui pelaksanaan di Tanah Air, pembayaran melalui jalur resmi di Arab Saudi, maupun dengan berpuasa bagi yang memenuhi ketentuan.

    “Kemenhaj menghormati keberagaman pandangan fikih dalam pelaksanaan dam. Pemerintah memberikan ruang yang luas bagi jemaah untuk menjalankan keyakinan fikihnya masing-masing, dengan tetap memastikan pelaksanaannya berjalan tertib, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ichsan di Makkah, Rabu (20/5/2026).

    Berdasarkan data terakhir, sebanyak 100.268 jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan ketentuan dam melalui berbagai skema. Dari jumlah tersebut, 71.262 jemaah membayar dam melalui program ADAHI di Arab Saudi, 26.901 jemaah menyelesaikan dam di Indonesia, dan 2.105 jemaah melaksanakan dam dengan berpuasa.

    Selain itu, tercatat 821 jemaah memilih skema haji ifrad, sehingga tidak dikenakan kewajiban dam tamattu’.

    Ichsan menyebut, capaian tersebut menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Menurutnya, pengelolaan dam yang semakin tertata menunjukkan meningkatnya kesadaran jemaah untuk melaksanakan ketentuan ibadah melalui mekanisme yang lebih jelas, aman, dan sesuai ketentuan.

    “Pendataan dam jemaah haji Indonesia tahun ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola layanan haji, termasuk pada aspek ibadah yang berkaitan langsung dengan kebutuhan jemaah,” katanya.

    Kemenhaj juga mengimbau jemaah agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menawarkan pembayaran dam di luar jalur resmi, terutama jika tidak disertai kejelasan mekanisme, bukti pembayaran, dan kepastian pelaksanaan.

    “Jemaah kami minta tidak mudah percaya pada tawaran pembayaran dam yang tidak jelas. Jika ragu, segera berkonsultasi dengan petugas kloter, pembimbing ibadah, atau petugas haji Indonesia di sektor masing-masing,” tegas Ichsan.

    Menurut Ichsan, dam merupakan bagian dari ketentuan ibadah haji yang harus dipahami dengan baik. Karena itu, jemaah diminta tidak terburu-buru mengambil keputusan, tidak sekadar ikut-ikutan, serta memastikan pilihan pelaksanaan dam sesuai dengan pemahaman fikih yang diyakini.

    Selain pengelolaan dam, Kemenhaj juga menyampaikan perkembangan terbaru penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Hingga hari ke-30 masa operasional, sebanyak 498 kloter dengan 192.185 jemaah dan 1.984 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

    Untuk kedatangan jemaah haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat 224 kloter dengan 85.618 jemaah dan 893 petugas telah tiba. Sementara itu, sebanyak 487 kloter dengan 188.259 jemaah dan 1.984 petugas telah berada di Makkah.

    Adapun jemaah haji khusus yang telah tiba di Tanah Suci tercatat sebanyak 14.513 jemaah.

    “Secara umum, layanan haji Indonesia berjalan lancar. Pemerintah terus memastikan seluruh aspek layanan, mulai dari kedatangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, hingga pelindungan jemaah, berjalan optimal,” ujar Ichsan.

    Menjelang puncak haji, Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, serta fokus mempersiapkan diri menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

    “Jangan sungkan meminta bantuan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” kata Ichsan.

    Kemenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan kelancaran ibadah seluruh jemaah haji Indonesia.

    “Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh tamu-tamu-Nya, serta menjadikan hajinya mabrur dan mabruroh,” tutup Ichsan.

    Sumber: Kemenhaj

    Pewarta: Hebatdiki

  • Tinjau Sektor 10 Makkah, Wamenhaj Cek Langsung Kelaikan Akomodasi Jemaah

    Tinjau Sektor 10 Makkah, Wamenhaj Cek Langsung Kelaikan Akomodasi Jemaah

    SALAMRADIO.ID, Makkah (Kemenhaj) – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah berjalan optimal, termasuk pada akomodasi yang memiliki jarak relatif jauh dari Masjidil Haram. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan inspeksi mendadak di Hotel Al-Hidayah Tower, Sektor 10, kawasan Aziziyah, Makkah.

    Dalam tinjauan ini, Wamenhaj secara khusus menggandeng anggota Amirul Hajj yang memiliki kepakaran di bidang transportasi, yakni pengusaha jalan tol Jusuf Hamka (Baba Alun) dan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen Pol (Purn) Suntana. Keterlibatan keduanya dinilai penting untuk mengevaluasi skema pergerakan jemaah.

    “Sektor 10 atau Al-Hidayah ini menjadi salah satu yang menjadi perhatian utama karena merupakan hotel yang paling jauh. Jaraknya ke Masjidil Haram sekitar 12 kilometer. Karena itu, Kemenhaj memberikan perhatian khusus, mulai dari fasilitas hotel hingga layanan bus Sholawat yang menjadi andalan jemaah,” ujar Wamenhaj kepada tim Media Center Haji (MCH) usai peninjauan, Selasa (19/5/2026).

    Meski berada di lokasi terjauh, Wamenhaj mengungkapkan temuan yang positif terkait kepuasan jemaah di sektor tersebut.

    “Nah ternyata, justru yang minim komplain hari ini, yang minim pengaduan, itu adalah pelayanan di Hotel Al-Hidayah ini,” tegasnya.

    Kepuasan tersebut sejalan dengan kelengkapan fasilitas yang tersedia. Saat berkeliling, Wamenhaj memastikan ketersediaan kantin yang representatif sebagai pusat berkumpul jemaah, lengkap dengan keberadaan warung-warung yang menjajakan makanan khas Indonesia.

    Wamenhaj juga mengecek area penatu mandiri. Ia memastikan jumlah mesin cuci yang disediakan cukup banyak sehingga jemaah tidak perlu antre panjang. Wamenhaj pun menginstruksikan para petugas di Sektor 10 untuk mengecek kelaikan fasilitas secara berkala dan segera memperbaiki jika ditemukan mesin yang rusak.

    Fokus Kesehatan dan Kesetaraan Layanan

    Selain fasilitas akomodasi, kesiapan layanan medis turut menjadi sorotan. Saat meninjau klinik kesehatan di Tower 4, Wamenhaj menginstruksikan tim tenaga kesehatan untuk tidak sekadar menunggu, melainkan proaktif melakukan ‘jemput bola’ ke kamar-kamar jemaah yang sakit, terutama sebagai langkah antisipasi menjelang fase puncak haji di Armuzna.

    Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj juga berdialog dengan jemaah haji mandiri, yakni mereka yang berangkat tanpa tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

    Wamenhaj memastikan bahwa negara hadir untuk seluruh jemaah tanpa membeda-bedakan status kelompok bimbingannya. “Para jemaah haji mandiri ini mendapatkan fasilitas yang sama seperti jemaah yang tergabung dalam KBIHU. Petugas haji tidak membeda-bedakan, semua diperlakukan sama,” pungkasnya.

    Sumber: Kemenhaj

    Pewarta: Hebatdiki

  • Menhaj Pimpin Kedatangan Amirulhaj Gelombang Kedua di Arab Saudi

    Menhaj Pimpin Kedatangan Amirulhaj Gelombang Kedua di Arab Saudi

    SALAMRADIO.ID., Jeddah (Kemenhaj) — Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf memimpin kedatangan rombongan Amirulhaj gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026) sore waktu setempat.

    Rombongan tiba melalui terminal kedatangan internasional sekitar pukul 17.40 Waktu Arab Saudi. Kehadiran Amirulhaj di Tanah Suci menjadi bagian dari penguatan pengawasan langsung Pemerintah Indonesia terhadap penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, khususnya menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

    Turut dalam rombongan Amirulhaj antara lain Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Agama Mohammad Syafi’i, KH Asep Saifuddin Chalim, Muhadjir Effendy, Heri Hermansyah, Rossa Safira, serta Ilfi Nur Diana.

    Setibanya di Bandara King Abdulaziz, Menhaj bersama rombongan Amirulhaj disambut jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi. Para Amirulhaj juga menyapa petugas yang bertugas di area kedatangan sebagai bentuk dukungan terhadap kerja pelayanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

    Menhaj menyampaikan bahwa kehadiran Amirulhaj di Arab Saudi diarahkan untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar, aman, dan terkendali. Pemerintah, kata Menhaj, ingin memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan terbaik hingga kembali ke Tanah Air.

    “Kehadiran kami di Tanah Suci adalah untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan baik. Pemerintah ingin memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan lancar, aman, dan nyaman, terutama menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Menhaj di Jeddah.

    Menurut Menhaj, salah satu agenda utama Amirulhaj adalah memastikan kesiapan operasional Armuzna berjalan seratus persen. Kesiapan tersebut meliputi tenda dan fasilitas pendukung, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, serta skema pergerakan jemaah saat puncak haji.

    “Armuzna adalah fase paling penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, seluruh aspek layanan harus dipastikan siap, mulai dari tenda, konsumsi, transportasi, hingga pengaturan pergerakan jemaah. Semua harus berjalan terukur, tertib, dan berorientasi pada keselamatan jemaah,” katanya.

    Menhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja mendampingi jemaah sejak keberangkatan dari Tanah Air hingga berada di Arab Saudi. Ia meminta petugas tetap menjaga stamina, kekompakan, serta kecepatan respons dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.

    “Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia. Tetap jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan terus berikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Pelayanan ini adalah amanah besar yang harus kita tunaikan dengan penuh tanggung jawab,” tutur Menhaj.

    Usai tiba di Jeddah, keesokan harinya, Menhaj akan melanjutkan kegiatannya memenuhi undangan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebelum melanjutkan agenda pengawasan layanan haji di Tanah Suci.

    Sumber: Kemenhaj

    Pewarta: Hebatdiki

  • Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah

    Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah

    SALAMRADIO.ID., Makkah (Kemenhaj) — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut pengelolaan pembayaran dam jemaah haji Indonesia tahun ini menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji.

    Menurut Dahnil, tata kelola pembayaran dam yang semakin tertib, resmi, dan transparan mendapat apresiasi dari Kementerian Haji Arab Saudi. Hingga saat ini, tercatat sekitar 80.000 jemaah haji Indonesia telah melakukan pembayaran dam di Tanah Suci melalui program resmi Adahi Project. Sementara itu, sekitar 20.000 jemaah lainnya telah menyelesaikan pembayaran dam di Tanah Air.

    “Ini sejarah pertama dalam pengelolaan dam jemaah haji Indonesia. Data pembayaran dam kita mendapat apresiasi dari Kementerian Haji Arab Saudi. Capaian ini belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, dan tentu menjadi catatan positif bagi penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini,” ujar Dahnil.

    Dahnil menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah menghormati keberagaman pandangan fikih yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan dam haji. Karena itu, pemerintah memberikan ruang yang luas bagi jemaah untuk menjalankan keyakinan fikih yang diyakini masing-masing.

    Bagi jemaah yang mengikuti pandangan bahwa dam dapat dilaksanakan di dalam negeri, sebagaimana pandangan Tarjih Muhammadiyah maupun pendapat sejumlah ulama lainnya, pemerintah mempersilakan pelaksanaan dam dilakukan di Indonesia melalui mekanisme yang sesuai ketentuan.

    Sementara bagi jemaah yang meyakini bahwa dam hanya sah dilaksanakan di Tanah Haram, sebagaimana pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sebagian ulama lainnya, pemerintah juga memfasilitasi pelaksanaan dam di Arab Saudi melalui lembaga resmi yang telah dilegalkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, yaitu Adahi Project.

    “Prinsipnya, pemerintah tidak masuk pada perdebatan fikih. Negara hadir untuk memfasilitasi, melindungi, dan memastikan jemaah dapat menunaikan kewajiban dam sesuai keyakinannya masing-masing dengan cara yang aman, resmi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Dahnil.

    Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan mekanisme pembayaran dam dan kurban bagi jemaah haji Indonesia kini semakin mudah, aman, dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah melindungi jemaah dari praktik transaksi dengan pihak-pihak yang tidak memiliki izin resmi.

    Dahnil mengingatkan jemaah agar tidak melakukan pembayaran dam kepada pihak yang tidak jelas legalitasnya. Menurutnya, transaksi di luar mekanisme resmi berisiko menimbulkan penipuan, penyalahgunaan dana, bahkan ketidakjelasan pelaksanaan penyembelihan dam.

    “Kami mengimbau seluruh jemaah untuk berhati-hati. Jangan melakukan transaksi pembayaran dam dengan pihak yang tidak memiliki izin resmi. Bagi yang melaksanakan dam di Arab Saudi, gunakan jalur resmi Adahi Project. Ini penting agar jemaah terlindungi dan pelaksanaan dam dapat dipastikan sesuai ketentuan,” tegasnya.

    Kemenhaj menilai pengelolaan dam yang lebih tertib tahun ini menjadi bagian dari transformasi tata kelola penyelenggaraan haji Indonesia. Selain meningkatkan kepastian layanan bagi jemaah, sistem ini juga memperkuat aspek transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan jemaah selama berada di Tanah Suci.