Category: Sapa Haji Indonesia

  • Kemenhaj dan Polri Perkuat Satgas Haji Ilegal, Tiga WNI Pelaku Penipuan Haji Ditangkap di Saudi

    Kemenhaj dan Polri Perkuat Satgas Haji Ilegal, Tiga WNI Pelaku Penipuan Haji Ditangkap di Saudi

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) — Pemerintah memperkuat langkah pencegahan dan penindakan terhadap praktik haji ilegal melalui penguatan koordinasi lintas lembaga antara Kemenhaj dan Polri.

    Hal tersebut diungkapkan dalam audiensi Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Wakapolri Dedi Prasetyo terkait perkembangan penanganan haji non-prosedural dan penguatan Satgas Pencegahan Haji Ilegal.

    Satgas tersebut melibatkan unsur Polri, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Kemenhaj untuk mengawasi, mencegah, sekaligus menindak praktik penipuan dan keberangkatan haji ilegal yang marak menjelang puncak musim haji 1447 H/2026 M.

    “Hari ini kami melakukan update perkembangan penanganan haji ilegal. Praktik penipuan melalui iklan-iklan haji palsu masih terjadi dan ini membutuhkan kerja bersama lintas institusi, termasuk dukungan penuh dari Polri,” ujar Dahnil.

    Dalam pertemuan tersebut, Wamenhaj mengungkapkan bahwa aparat keamanan Arab Saudi telah menangkap tiga warga negara Indonesia yang diduga terlibat praktik penipuan dan promosi haji ilegal di Saudi.

    “Ada tiga WNI yang ditangkap di Saudi dengan modus penipuan dan iklan haji palsu. Pemerintah terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan aparat Saudi terkait proses hukum maupun pendampingannya,” jelas Dahnil.

    Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memperkuat langkah preventif agar masyarakat tidak menjadi korban modus keberangkatan haji non-prosedural.

    Sebagai bagian dari penguatan tata kelola penyelenggaraan haji, pemerintah juga bersepakat menambah keterlibatan unsur Polri dalam operasional haji di Arab Saudi.

    “Kami bersepakat akan ada tambahan personel Polri di Saudi untuk mendukung tata kelola, pengamanan, serta kenyamanan jemaah Indonesia. Ke depan, struktur Amirul Hajj juga akan melibatkan unsur Polri,” katanya.

    Pada penyelenggaraan haji tahun ini, Wakapolri turut mendampingi Amirul Hajj dalam memastikan aspek keamanan dan perlindungan jemaah selama operasional berlangsung.

    Sementara itu, Wakapolri Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri akan terus memperkuat kolaborasi dan pertukaran informasi dalam penanganan kasus haji ilegal, baik di dalam negeri maupun bersama aparat keamanan Arab Saudi.

    “Satgas Haji fokus pada pencegahan sekaligus penegakan hukum. Kami melihat ada pelaku yang berulang bahkan residivis, sehingga langkah hukum harus dilakukan secara tegas,” ujar Dedi.

    Menurutnya, laporan masyarakat terkait dugaan penipuan haji menunjukkan tren signifikan. Sejumlah kasus telah diselesaikan, sementara lainnya masih dalam proses penanganan hukum.

    “Ada yang dapat diselesaikan melalui mediasi, tetapi jika gagal maka proses hukum akan berjalan agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.

    Polri juga terus membangun komunikasi intensif dengan kepolisian Arab Saudi terkait penanganan persoalan hukum yang melibatkan WNI selama musim haji berlangsung.

    Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji non-prosedural yang marak beredar di media sosial maupun platform digital. Masyarakat diminta memastikan visa dan penyelenggara perjalanan yang digunakan sesuai ketentuan resmi pemerintah Indonesia dan Arab Saudi demi keamanan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah haji.

  • “Berburu Logistik di Pasar Halagah Madinah: Surga Bahan Dapur Murah, Bersih, dan Lengkap!”

    “Berburu Logistik di Pasar Halagah Madinah: Surga Bahan Dapur Murah, Bersih, dan Lengkap!”

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Aktivitas dapur bagi petugas haji di daerah kerja bandara tak pernah berhenti. Di balik sajian hangat untuk jamaah, ada proses panjang pemenuhan bahan baku yang harus cepat, efisien, dan terjangkau. Kamis (30/04/2026), tim kecil yang terdiri dari Pak Abdul Basir, Pak Heri, Diki (jurnalis Salam Radio), dan Kurdi selaku sopir, menyusuri denyut nadi logistik kota: Pasar Halagah.

    Dikenal sebagai “pasar induknya Kota Madinah”, Pasar Halagah menghadirkan hampir semua kebutuhan dapur dalam satu kawasan. Deretan sayuran segar, umbi-umbian, daging, hingga aneka bumbu dapur tertata rapi dalam lapak-lapak yang bersih dan terorganisir. Tak ada kesan kumuh—justru kenyamanan dan keamanan terasa sejak langkah pertama memasuki area pasar.

    Suasana semakin hidup dengan interaksi hangat para pedagang yang mayoritas berasal dari Bangladesh dan India. Keramahan mereka menjadi nilai tambah tersendiri. Senyum dan sapaan ringan mengiringi proses transaksi, bahkan budaya tawar-menawar masih terasa kental di tengah sistem pasar modern yang berkembang.

    Dari sisi harga, Pasar Halagah menjadi solusi cerdas bagi kebutuhan skala besar. Sistem grosir membuat harga bahan pangan jauh lebih terjangkau, sangat cocok untuk memenuhi stok dapur petugas haji yang harus memasak dalam jumlah banyak setiap hari. Efisiensi juga didukung jarak tempuh yang relatif dekat dari penginapan, membuat distribusi bahan menjadi lebih cepat dan praktis.

    Tak hanya bahan pokok, tim juga menyempatkan diri mampir ke toko kurma. Beragam jenis kurma dari berbagai penjuru tanah Arab tersaji lengkap. Mulai dari rasa manis lembut hingga tekstur legit premium, semua tersedia dengan harga bervariasi antara 50 hingga 150 SAR untuk kemasan mulai 3 kilogram. Selain lezat, kurma juga dikenal kaya manfaat bagi kesehatan—menjadi pilihan ideal sebagai konsumsi harian maupun oleh-oleh.

    Pasar Halagah bukan sekadar tempat jual beli, melainkan pusat kehidupan yang mendukung kelancaran operasional haji. Di sinilah logistik bertemu efisiensi, dan pelayanan jamaah dimulai dari dapur yang terisi dengan baik.

    pewarta : Hebatdiki

  • Fast Track Haji 2026: Tanpa Antre Bagasi, Jamaah Langsung Menuju Penginapan dengan Nyaman

    Fast Track Haji 2026: Tanpa Antre Bagasi, Jamaah Langsung Menuju Penginapan dengan Nyaman

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Penyelenggaraan ibadah haji 2026 menghadirkan terobosan signifikan dari pemerintah melalui Kementerian Haji & Umrah RI. Salah satu inovasi yang paling dirasakan manfaatnya oleh jamaah adalah layanan fast track, sebuah sistem pelayanan cepat yang memangkas waktu tunggu setibanya di Arab Saudi. Melalui skema ini, jamaah yang mendarat di Bandara Madinah maupun Jeddah tidak perlu lagi menunggu koper di area bagasi. Mereka dapat langsung menuju bus dan berangkat ke penginapan dengan lebih praktis dan efisien.

    Kebijakan ini menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan yang lebih ramah, terutama bagi jamaah lanjut usia yang mendominasi komposisi haji Indonesia setiap tahunnya. Proses yang sebelumnya memakan waktu dan melelahkan kini dipersingkat, sehingga jamaah dapat menghemat energi untuk fokus pada ibadah. Koper jamaah akan diurus secara terpisah dan diantarkan langsung ke hotel, memastikan kenyamanan tanpa mengurangi keamanan barang bawaan.

    Pada musim haji 2026, layanan fast track diterapkan di empat embarkasi besar, yakni Jakarta, Surabaya, Solo, dan Makassar. Implementasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan secara merata dan terukur. Tidak hanya sebagai inovasi teknis, fast track juga mencerminkan pendekatan humanis dalam penyelenggaraan ibadah haji.

    Musim haji sendiri merupakan agenda tahunan negara dalam memfasilitasi umat Islam Indonesia menjalankan rukun Islam kelima. Dalam konteks ini, pelayanan bukan sekadar teknis keberangkatan, tetapi juga menyangkut kenyamanan, keselamatan, dan ketenangan batin jamaah selama menjalankan ibadah.

    Mengusung slogan “Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”, Kementerian Haji & Umrah terus berupaya menghadirkan kebijakan yang inklusif dan adaptif. Mitigasi berbagai kendala dilakukan sejak awal, mulai dari proses keberangkatan hingga pemulangan ke tanah air. Harapannya, seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, tanpa terbebani oleh hal-hal teknis yang melelahkan.

    Lebih dari sekadar program, fast track menjadi simbol kehadiran negara dalam melayani dengan sepenuh hati. Di balik kemudahan yang dirasakan, ada upaya panjang untuk memastikan setiap langkah jamaah terasa lebih ringan. Sebab pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh pelayanan ini adalah satu: mengantarkan jamaah kembali ke tanah air dengan selamat, membawa predikat haji yang mabrur.

    pewarta : Hebatdiki

  • Di Balik Cerita Mobil Coaster Keakraban Petugas Haji Semakin Terasa Hangat

    Di Balik Cerita Mobil Coaster Keakraban Petugas Haji Semakin Terasa Hangat

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Di balik hiruk pikuk pelayanan haji, ada satu ruang kecil yang menyimpan banyak kisah: mobil coaster. Kendaraan berkapasitas 24 seat ini bukan sekadar alat transportasi bagi petugas haji Indonesia di Daerah Kerja (DAKER) Bandara, melainkan juga menjadi ruang jeda, ruang lelah, sekaligus ruang kebersamaan. Di dalamnya, tersusun rapi kebutuhan catering yang menopang aktivitas panjang para petugas yang bekerja secara profesional sesuai dengan tugas dan fungsinya.

    Mobil coaster ini setia mengantar para petugas dari penginapan menuju bandara, dan kembali lagi setelah tugas selesai. Ia menjadi saksi bisu berbagai cerita—dari semangat di awal keberangkatan hingga wajah-wajah letih saat pulang. Namun di sela kelelahan itu, tak jarang terdengar canda tawa yang pecah begitu saja. Para petugas saling berbagi cerita, bukan hanya soal tugas dan dinamika pelayanan jamaah, tetapi juga kisah-kisah pribadi yang menghangatkan suasana. Di dalam ruang sederhana itulah, keakraban tumbuh, menjadikan perjalanan terasa lebih ringan dan penuh makna.

    Dalam perjalanan kembali, suasana memang seringkali sunyi. Bukan tanpa alasan, kelelahan setelah berjam-jam melayani jamaah membuat sebagian petugas memilih terdiam, memejamkan mata, atau sekadar bersandar melepas penat. Perjalanan sejauh kurang lebih 15 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit itu menjadi momen berharga untuk beristirahat.

    Di tengah suhu Madinah yang mencapai 32 derajat Celsius di siang hari, serta udara yang lembab dan terasa lebih dingin di malam hari, mobil ini menjadi ruang transisi antara lelah dan kesiapan untuk kembali bertugas.

    Namun di balik segala keterbatasan dan kelelahan, semangat petugas haji Indonesia tetap menyala. Dengan penuh dedikasi, mereka terus memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah. Mobil coaster itu, dengan segala cerita yang tersimpan di dalamnya, menjadi saksi bahwa pengabdian mereka bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati untuk melayani dengan sepenuh jiwa.

    Pewarta: Hebatdiki

  • 13 Tahun Menanti Panggilan Haji: Kisah Andry Suharto JKG Kloter 4 dan Catatan Pelayanan 2026

    13 Tahun Menanti Panggilan Haji: Kisah Andry Suharto JKG Kloter 4 dan Catatan Pelayanan 2026

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan panjang penuh harap dan doa. Hal inilah yang dirasakan Andry Suharto, jemaah haji asal JKG Kloter 4, yang akhirnya berangkat pada musim haji 2026 setelah menunggu selama 13 tahun.

    Andry mendaftar sejak Agustus 2013 dengan satu tujuan utama: menyempurnakan rukun Islam yang kelima. Baginya, ibadah haji adalah cita-cita setiap muslim yang harus diperjuangkan dengan kesabaran dan keyakinan. Selama masa penantian, ia terus mempersiapkan diri, mulai dari menjaga kesehatan fisik hingga menabung secara bertahap untuk biaya perjalanan haji.

    Momen paling membekas baginya adalah saat menerima kabar keberangkatan. Rasa haru dan bahagia tak terbendung. Doa-doa yang selama ini ia panjatkan dalam setiap salat akhirnya terjawab, menjadikan penantian panjang itu terasa sangat bermakna.

    Dari sisi pelayanan, Andry menilai proses administrasi berjalan mudah dan tidak berbelit. Pembinaan manasik haji juga dinilai baik, dengan koordinasi yang solid antara penyelenggara dan jemaah. Pelayanan di embarkasi hingga bandara pun cukup sigap, sehingga jemaah tidak perlu menunggu lama.

    Namun demikian, ia juga memberikan catatan. Secara keseluruhan, pelayanan haji 2026 dinilainya sudah mencapai 85 persen baik. Meski begitu, terdapat kendala pada penempatan hotel di Madinah yang tidak sepenuhnya sesuai dengan informasi awal di Indonesia. Selain itu, kapasitas kamar yang terbatas dengan jumlah penghuni hingga lima orang membuat ruang terasa sempit, terutama untuk menyimpan koper besar.

    Ke depan, Andry berharap pemerintah dapat memperbaiki aspek akomodasi agar jemaah mendapatkan kenyamanan yang lebih baik selama menjalankan ibadah. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, pelayanan haji Indonesia diharapkan semakin optimal, sehingga setiap jemaah dapat beribadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk.

    pewarta : hebatdiki

  • Praktis Tanpa Ribet! Kargo Haji Pos Indonesia Jadi Solusi Aman Kirim Oleh-Oleh dari Tanah Suci

    Praktis Tanpa Ribet! Kargo Haji Pos Indonesia Jadi Solusi Aman Kirim Oleh-Oleh dari Tanah Suci

    SALAMRADIO., Madinah — Momen kepulangan dari Tanah Suci sering kali diwarnai dengan satu kekhawatiran klasik: kelebihan bagasi. Oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman yang awalnya ingin dibawa dengan penuh kebahagiaan, justru bisa menjadi beban saat harus berhadapan dengan aturan ketat maskapai. Menjawab kebutuhan tersebut, layanan Kargo Haji dari PT Pos Indonesia hadir sebagai solusi praktis, aman, dan terpercaya bagi jamaah haji Indonesia.

    Dengan konsep layanan door to door, jamaah tak perlu lagi repot membawa barang dalam jumlah besar ke bandara. Cukup serahkan paket kepada petugas, dan barang akan dikirim langsung dari Tanah Suci hingga ke depan pintu rumah di Indonesia. Layanan ini menjadi angin segar, terutama bagi jamaah lansia atau mereka yang membawa banyak oleh-oleh khas Arab Saudi.

    Keunggulan layanan ini tidak hanya terletak pada kemudahannya. Kargo Haji Pos Indonesia juga menyediakan fasilitas penjemputan barang (pick-up) gratis, jaringan distribusi luas ke seluruh Indonesia, serta sistem pelacakan kiriman selama 24 jam. Menariknya, seluruh kiriman juga dibebaskan dari bea masuk dan pajak lainnya, sehingga jamaah tidak perlu khawatir akan biaya tambahan yang membengkak.

    Dari sisi tarif, layanan ini tergolong kompetitif. Jamaah cukup membayar 23 SAR per kilogram untuk pengiriman ke sebagian besar wilayah Indonesia. Sementara untuk wilayah tertentu seperti NTT, Sulawesi Utara, dan Gorontalo dikenakan tarif 25 SAR/kg, serta 30 SAR/kg untuk kawasan Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua. Selain itu, tersedia pilihan kardus dengan berbagai ukuran sesuai kebutuhan, dengan harga mulai dari 10 hingga 22 SAR per kiriman.

    Tak hanya itu, layanan repack atau pengemasan ulang juga diberikan secara gratis, memastikan barang kiriman tersusun rapi dan aman selama perjalanan. Seluruh proses pengiriman menggunakan moda udara, sehingga waktu tempuh relatif cepat. Estimasi pengiriman berkisar 7 hari kerja untuk wilayah Jawa dan Sumatra, serta 7 hingga 14 hari kerja untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, tergantung pada musim kepulangan jamaah.

    Namun demikian, terdapat beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan jamaah, terutama terkait layanan penjemputan. Jamaah diwajibkan memberikan informasi lokasi, nama hotel, serta berkoordinasi dengan pihak hotel setempat. Biaya tambahan seperti parkir atau porter, jika ada, menjadi tanggung jawab pengguna layanan.

    Dengan berbagai kemudahan dan jaminan keamanan yang ditawarkan, Kargo Haji Pos Indonesia menjadi pilihan tepat bagi jamaah yang ingin fokus beribadah tanpa terbebani urusan logistik. Kini, oleh-oleh dari Tanah Suci dapat sampai ke rumah dengan lebih mudah, aman, dan tanpa rasa khawatir.

    pewarta : Hebatdiki | salamradio.id

  • PPIH “Melayani dengan Sepenuh Hati” untuk Jemaah Haji Indonesia

    PPIH “Melayani dengan Sepenuh Hati” untuk Jemaah Haji Indonesia

    SALAMRADIO., Madinah — Di tengah dinamika operasional haji 1447 H/2026 M, tampak dedikasi petugas haji Indonesia yang hadir bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi benar-benar melayani dengan sepenuh hati. Di berbagai titik layanan, mulai dari bandara hingga hotel, petugas aktif mendekat dan memastikan kebutuhan jemaah terpenuhi dengan baik.

    Tanpa menunggu permintaan, petugas sigap membantu jemaah lanjut usia, mendampingi yang membutuhkan perhatian khusus, hingga memastikan setiap proses berjalan lancar. Sentuhan kemanusiaan ini menjadi ciri khas pelayanan haji Indonesia tahun ini—mengutamakan empati dan keikhlasan dalam setiap tindakan.

    “Melayani jemaah seperti melayani orang tua sendiri,” menjadi prinsip yang dipegang teguh. Nilai ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi jemaah, terutama mereka yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji.

    Pendekatan proaktif ini juga memudahkan komunikasi antara jemaah dan petugas. Kehadiran petugas yang ramah dan mudah dijangkau membuat jemaah tidak ragu untuk bertanya atau meminta bantuan. Dengan demikian, potensi kendala di lapangan dapat diminimalisir sejak awal.

    Lebih dari sekadar pelayanan teknis, semangat “melayani dengan sepenuh hati” menjadi pengingat bahwa setiap bantuan yang diberikan adalah bagian dari ibadah. Keikhlasan menjadi landasan utama agar pelayanan tidak hanya selesai secara tugas, tetapi juga bernilai pahala.

    Pada musim haji 2026 ini, komitmen tersebut terus diperkuat. Petugas diharapkan menjaga niat tulus dalam melayani, sementara jemaah merasakan langsung kehangatan pelayanan yang diberikan. Dengan begitu, perjalanan ibadah haji tidak hanya lancar, tetapi juga penuh makna dan keberkahan.

    pewarta : Hebatdiki | salamradio.id

  • “Surga Oleh-Oleh di Madinah: Dari 5 Riyal, Jamaah Bisa Bawa Pulang Kenangan Tanah Suci”

    “Surga Oleh-Oleh di Madinah: Dari 5 Riyal, Jamaah Bisa Bawa Pulang Kenangan Tanah Suci”

    SALAMRADIO.ID., Madinah , Di sudut kawasan Madinah, tepatnya di area Sug Qurban, denyut ekonomi kecil tumbuh dari kebutuhan besar para jamaah haji: membawa pulang kenangan. Deretan toko tampak hidup, penuh warna dan tekstur. Kopiah tersusun rapi, sajadah tergantung berlapis, sorban menjuntai dari langit-langit kios, sementara tasbih dan gamis memenuhi setiap sudut ruang. Bagi banyak jamaah, tempat ini bukan sekadar pasar—melainkan “surga oleh-oleh” yang menawarkan pilihan lengkap dengan harga terjangkau.

    Dengan kisaran harga mulai 5 hingga 35 riyal Saudi, Sug Qurban menjadi destinasi favorit. Tak hanya murah, kualitas barang pun cukup bersaing. Penjual tampak sigap melayani, sementara pembeli dari berbagai negara saling berbaur, menawar, dan memilih dengan penuh antusias. Interaksi sederhana itu menciptakan suasana hangat yang melampaui sekadar transaksi.

    Di balik hiruk pikuknya, ada cerita tentang harapan yang dibungkus dalam barang-barang kecil. Sajadah yang akan menjadi alas doa di rumah, tasbih yang akan terus berputar di tangan orang tercinta, hingga kopiah yang kelak dipakai saat shalat berjamaah. Semua menjadi simbol perjalanan spiritual yang ingin dibagikan.

    Sug Qurban memperlihatkan bahwa ibadah haji tak hanya meninggalkan jejak di hati, tetapi juga menghadirkan ruang ekonomi yang hidup. Di tempat inilah, nilai spiritual dan aktivitas pasar bertemu, menghadirkan pengalaman yang utuh—antara ibadah, kenangan, dan kebahagiaan sederhana saat membawa pulang sedikit bagian dari Tanah Suci.

    pewarta : Hebatdiki | salamradio.id

  • Naik Madinah Bus, Keliling Kota Suci Makin Mudah dan Murah untuk Jemaah Haji Indonesia

    Naik Madinah Bus, Keliling Kota Suci Makin Mudah dan Murah untuk Jemaah Haji Indonesia

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Mobilitas di Kota Madinah kini semakin ramah bagi jemaah haji Indonesia. Kehadiran Madinah Bus menjadi solusi transportasi modern yang menghubungkan berbagai titik penting di seluruh kota, mulai dari kawasan masjid, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata religi.

    Bagi jemaah yang ingin berkeliling kota tanpa repot, Madinah Bus menawarkan kemudahan akses dengan sistem pembayaran non-tunai. Cukup menggunakan kartu debit berlogo nirkontak (contactless), penumpang sudah bisa menikmati perjalanan dengan tarif terjangkau. Untuk rute dalam kota, tarifnya hanya 3,5 SAR sekali jalan, sementara perjalanan menuju bandara dikenakan biaya 11 SAR.

    Tak hanya terjangkau, layanan ini juga mengedepankan kenyamanan dan keamanan. Armada bus dirancang modern, bersih, dan dilengkapi fasilitas yang mendukung perjalanan jemaah, termasuk bagi lansia dan penyandang disabilitas. Hal ini sejalan dengan semangat pelayanan ramah jemaah yang terus dikembangkan selama musim haji.

    Keunggulan lain dari Madinah Bus adalah jam operasionalnya yang berlangsung selama 24 jam penuh. Dengan waktu tunggu sekitar 20 menit di setiap halte, jemaah memiliki fleksibilitas tinggi untuk merencanakan perjalanan kapan saja tanpa khawatir kehabisan transportasi.

    Kehadiran Madinah Bus menjadi kabar baik, terutama bagi jemaah Indonesia yang ingin memanfaatkan waktu luang untuk mengunjungi berbagai lokasi bersejarah di Kota Madinah. Dengan sistem yang mudah, tarif yang murah, serta layanan yang nyaman, transportasi ini menjadi pilihan praktis untuk menjelajahi kota suci dengan lebih tenang dan efisien.

    Kini, berkeliling Madinah bukan lagi hal yang sulit. Madinah Bus hadir sebagai sahabat perjalanan jemaah, memastikan setiap langkah ibadah dan wisata berjalan lancar, aman, dan berkesan.

    pewarta : Hebatdiki | salamradio.id

  • Struktur PPIH Daker Bandara 2026 Disiapkan untuk Permudah Layanan Jamaah Haji

    Struktur PPIH Daker Bandara 2026 Disiapkan untuk Permudah Layanan Jamaah Haji

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara tahun 1447 H/2026 M telah menetapkan struktur organisasi yang terintegrasi guna memastikan pelayanan jamaah haji Indonesia berjalan optimal sejak kedatangan hingga kepulangan.

    Kepala Daker Bandara dijabat Abdul Basir yang memimpin koordinasi lintas sektor. Ia didampingi Sekretaris Daker Aruji Maswatu yang bertanggung jawab pada administrasi dan pengendalian operasional. Di bawahnya, terdapat sejumlah kepala seksi yang menangani bidang strategis seperti keuangan, perlindungan jemaah, pengawasan PIHK, data dan Siskohat, layanan kedatangan dan kepulangan, kesehatan, transportasi, serta media center haji.

    Untuk operasional lapangan, Daker Bandara dibagi dalam dua sektor. Sektor 1 dipimpin Miftahul Huda dengan dukungan Sekretaris Airien Martantikoesniar. Sementara Sektor 2 dipimpin Sri Widodo dengan Sekretaris Iin Kurniawan Surya. Pembagian ini bertujuan mempercepat respons layanan di area bandara yang menjadi titik krusial mobilitas jamaah.

    Struktur organisasi ini dirancang agar jamaah haji Indonesia lebih mudah mengenali alur koordinasi dan pihak yang dapat dihubungi saat membutuhkan bantuan. Setiap fungsi memiliki peran jelas, mulai dari penanganan bagasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah.

    Dengan sistem yang terstruktur dan responsif, PPIH berharap pelayanan di Daker Bandara semakin efektif, transparan, dan ramah, khususnya bagi lansia, penyandang disabilitas, serta jamaah perempuan selama musim haji 2026.

    sumber : Media Center Haji 2026
    pewarta : Hebatdiki | salamradio.id