Category: Sapa Haji Indonesia

  • Lelah yang Menjadi Doa: Ketulusan Bambang Herawan Layani Tamu Allah di Tanah Suci

    Lelah yang Menjadi Doa: Ketulusan Bambang Herawan Layani Tamu Allah di Tanah Suci

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Sudah dua pekan menjalani tugas sebagai petugas haji di Tanah Suci, Ikhlas meninggalkan keluarganya demi panggilan pekerjaan yang mulia, rasa syukur justru semakin tumbuh dalam diri Bambang Herawan. Di tengah keterbatasan waktu istirahat yang hanya 2 hingga 3 jam per hari, ia tetap berdiri tegak menjalankan amanah melayani jemaah haji Indonesia. Kondisi fisik yang tetap prima seolah menjadi bukti bahwa ada kekuatan batin yang menjaga setiap langkah pengabdian di jalan ibadah ini.

    Aktivitas harian yang dijalani tidaklah ringan sangat paradoks dengan keseharian beliau di Tanah Air. Bambang seorang aktivis nasional yang lulus pada seleksi PPiH Arab Saudi 2026 dengan penuh kesabaran mendorong kursi roda jemaah lansia menyusuri pelataran Masjid Nabawi, memastikan mereka dapat beribadah dengan nyaman. Dalam situasi lain, ia juga harus sigap menggendong lansia yang tersesat di kompleks masjid, mengantarkannya kembali ke penginapannya dengan rasa aman. Tak hanya itu, tugas fisik seperti mengangkat dan memasukkan koper-koper jamaah ke dalam bagasi bus juga menjadi bagian dari tanggung jawab yang dijalani tanpa keluh kesah.

    Bagi Bambang, lelah bukanlah beban, melainkan bentuk pengabdian. Setiap tetes keringat menjadi pengingat atas dosa-dosa yang ingin ditebus, sekaligus wujud cinta dalam melayani tamu-tamu Allah. Pengalaman ini menjadi perjalanan spiritual yang mendalam, memperkuat keimanan, kesabaran, dan keikhlasan. Harapannya menjadi kebiasaan yang akan dibawa hingga kembali ke Tanah Air.

    Di Tanah Suci, tugas sebagai petugas haji Indonesia bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati. Dan bagi Bambang Herawan, pria kelahiran Sumatera Utara, setiap langkah yang diambil adalah bagian dari doa yang terus mengalir.

    pewarta : Hebatdiki | salamradio.id

  • Hari Ke-14 Operasional Haji 1447 H/2026 M: 81.992 Jemaah Diberangkatkan, Kemenhaj Perkuat Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas

    Hari Ke-14 Operasional Haji 1447 H/2026 M: 81.992 Jemaah Diberangkatkan, Kemenhaj Perkuat Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) — Memasuki hari ke-14 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

    Berdasarkan data per Ahad, 3 Mei 2026, sebanyak 211 kelompok terbang (kloter) dengan 81.992 jemaah dan 841 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 199 kloter dengan 77.269 jemaah dan 793 petugas telah tiba di Madinah. Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah berlangsung bertahap, dengan 52 kloter berjumlah 20.689 jemaah dan 212 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.

    Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa operasional haji hingga saat ini berjalan dalam kondisi aman dan terpantau.

    “Alhamdulillah, hingga hari ke-14 operasional, seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar dan terkendali. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan, baik di embarkasi, Madinah, maupun dalam perjalanan menuju Makkah,” ujar Maria.

    Dari aspek layanan kesehatan, secara kumulatif tercatat 8.575 jemaah menjalani rawat jalan, 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta 172 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 58 jemaah masih dalam perawatan. Secara umum, kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau dan mendapatkan penanganan optimal melalui layanan kesehatan di kloter, sektor, dan fasilitas rujukan.

    Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah di Madinah pada 3 Mei 2026, sehingga total jemaah wafat hingga saat ini berjumlah 9 orang. Penyebab wafat didominasi oleh penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan.

    “Kami turut berduka cita atas wafatnya jemaah haji Indonesia. PPIH memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Maria.

    Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, Kemenhaj menegaskan penguatan tata kelola layanan kursi roda (jasa dorong) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan haji yang ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan keterbatasan mobilitas.

    Layanan kursi roda dikelola secara terstandar, terkoordinasi, dan berbasis kebutuhan, mencakup layanan di sektor, transportasi antarkota, serta di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Setiap pengguna layanan dan petugas diwajibkan memiliki Kartu Kendali resmi yang diterbitkan oleh PPIH.

    “Kami memperkuat tata kelola layanan kursi roda untuk memastikan layanan ini tepat sasaran, aman, dan bebas dari praktik penyimpangan. Seluruh layanan harus melalui mekanisme resmi, dan tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun,” tegas Maria.

    Kemenhaj menegaskan bahwa seluruh petugas dilarang keras meminta atau menerima imbalan dari jemaah. Setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

    Sehubungan dengan itu, jemaah diimbau untuk menggunakan layanan kursi roda melalui mekanisme resmi, tidak menggunakan jasa dorong non-prosedural dan selalu berkoordinasi dengan petugas kloter atau sektor.

    “Kami mengimbau jemaah untuk tidak menggunakan jasa dorong non-prosedural karena berisiko dari sisi keamanan dan berpotensi menimbulkan biaya yang tidak wajar,” ujar Maria.

    Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk bijak dalam membawa barang bawaan, termasuk saat membeli oleh-oleh, guna menjaga kelancaran mobilitas dan distribusi bagasi.

    Selain itu, dengan suhu di Makkah dan Madinah yang mencapai 39-43 derajat celcius, jemaah diimbau menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, masker, alas kaki yang nyaman, serta menjaga kecukupan cairan guna mencegah dehidrasi.

    “Kami mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas. Gunakan pelindung diri dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi agar ibadah tetap berjalan dengan baik,” tutup Maria.

    Kemenhaj mengajak seluruh jemaah untuk memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kekhusyukan ibadah, serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan.

  • Mobil Golf 24 Jam di Bandara Madinah, Solusi Nyata Haji Ramah Lansia dan Disabilitas

    Mobil Golf 24 Jam di Bandara Madinah, Solusi Nyata Haji Ramah Lansia dan Disabilitas

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Layanan mobil golf di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz menjadi solusi nyata bagi jemaah haji Indonesia yang kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Fasilitas ini hadir untuk memberikan kenyamanan ekstra, khususnya bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta perempuan yang membutuhkan perhatian lebih saat tiba di Madinah.

    Sejak mendarat, jemaah langsung merasakan kemudahan dengan adanya mobil golf yang siap mengantar dari titik kedatangan menuju area layanan berikutnya. Di tengah padatnya arus kedatangan, layanan ini membantu mengurangi kelelahan fisik sekaligus mempercepat mobilitas jemaah di داخل area bandara yang luas.

    Layanan mobil golf ini beroperasi selama 24 jam dan telah dipersiapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai bagian dari komitmen menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang ramah dan inklusif. Petugas haji Indonesia turut siaga mendampingi jemaah, memastikan mereka mendapatkan akses layanan dengan cepat dan aman.

    Bagi banyak jemaah, terutama lansia, keberadaan mobil golf bukan sekadar fasilitas, melainkan bentuk perhatian yang nyata. Senyum lega terlihat saat mereka dapat melanjutkan perjalanan tanpa harus berjalan jauh setelah perjalanan udara yang melelahkan.

    Dengan inovasi layanan seperti ini, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan haji Indonesia. Mobil golf menjadi simbol pendekatan humanis dalam melayani tamu Allah, memastikan setiap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman sejak langkah pertama mereka di Kota Madinah.

    Pewarta : Hebatdiki

  • KJT 16 Tiba di Madinah Pukul 23.00 WAS, Terminal Zero Jadi Solusi Antrean Jemaah Haji

    KJT 16 Tiba di Madinah Pukul 23.00 WAS, Terminal Zero Jadi Solusi Antrean Jemaah Haji

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Kelompok terbang (kloter) Embarkasi KJT 16 tiba di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz pada pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Minggu malam. Sebanyak 445 jemaah haji mendarat melalui Terminal Zero dan langsung diarahkan menuju penginapan di kawasan Masjid Nabawi menggunakan sembilan armada bus yang telah disiapkan petugas.

    Kedatangan jemaah melalui Terminal Zero merupakan bagian dari strategi pengelolaan arus jemaah haji di Madinah. Terminal ini berada di area basement terminal haji dan difungsikan sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan, terutama saat lonjakan kedatangan pada fase awal musim haji.

    Terminal Zero menjadi salah satu dari empat pintu masuk utama jemaah, selain jalur Fast Track, Terminal Haji, dan Terminal Internasional. Meski menggunakan jalur berbeda, seluruh proses kedatangan, termasuk pemeriksaan imigrasi dan dokumen, tetap mengikuti standar internasional yang berlaku.

    Keberadaan Terminal Zero dinilai efektif dalam mempercepat layanan dan menjaga kenyamanan jemaah. Petugas haji Indonesia juga telah bersiaga di setiap titik layanan untuk memastikan proses kedatangan berjalan lancar, mulai dari bandara hingga penempatan di hotel.

    Dengan optimalisasi berbagai jalur kedatangan, otoritas bandara bersama petugas haji terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menghadapi tingginya volume kedatangan jemaah, khususnya pada gelombang pertama di Kota Madinah.

    pewarta : Hebatdiki

  • Hari ke-13 Operasional Haji 1447 H: 74.652 Jemaah Telah Diberangkatkan, Layanan Bus Sholawat Siap Layani Jemaah 24 Jam di Makkah

    Hari ke-13 Operasional Haji 1447 H: 74.652 Jemaah Telah Diberangkatkan, Layanan Bus Sholawat Siap Layani Jemaah 24 Jam di Makkah

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) — Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi telah memasuki hari ketiga belas masa operasional. Secara umum, proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berjalan lancar, tertib, dan berada dalam pengawasan petugas di seluruh titik layanan.

    Berdasarkan data hingga Sabtu, 2 Mei 2026, operasional haji menunjukkan progres yang baik dan terkendali. Sebanyak 192 kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 184 kloter dengan 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.

    Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah terus berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

    Seluruh proses mobilisasi jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas guna memastikan aspek kenyamanan, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan.

    Dari sisi layanan kesehatan, secara kumulatif tercatat sebanyak 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 59 jemaah masih dalam perawatan hingga saat ini.

    Adapun total jemaah wafat tercatat sebanyak 7 orang, yang sebagian besar disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan bahwa seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji. Doa terbaik dipanjatkan agar seluruh almarhum dan almarhumah memperoleh husnul khatimah.

    Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan haji hingga hari ke-13 berjalan sesuai rencana dan terus menunjukkan peningkatan kualitas layanan.

    “Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujar Maria.

    Maria juga menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, termasuk lansia, disabilitas, dan perempuan.

    “Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.

    Untuk mendukung kelancaran ibadah di Makkah, pemerintah menyediakan layanan transportasi Bus Sholawat yang beroperasi selama 24 jam penuh. Layanan ini menghubungkan jemaah Indonesia dari dan menuju Masjidil Haram melalui tiga titik utama, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.

    Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani jemaah secara non-stop, termasuk 52 unit bus hidrolik yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Bus Sholawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor, serta didukung dengan kartu panduan rute yang wajib dibawa oleh setiap jemaah.

    Petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan kapan pun jemaah mengalami kendala di lapangan. Layanan ini telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan berlangsung hingga masa pemulangan ke Tanah Air.

    Di tengah kondisi cuaca di Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius, Maria mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.

    “Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegasnya.

    Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi seluruh jemaah.

    Seluruh jemaah juga diharapkan menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk, demi meraih haji yang mabrur.

  • Operasional Haji Hari ke-12 Lancar, Kemenhaj Pastikan Pembayaran Dam Melalui Program Resmi

    Operasional Haji Hari ke-12 Lancar, Kemenhaj Pastikan Pembayaran Dam Melalui Program Resmi

    SALAMRADIO.ID Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M pada hari ke-12 masa operasional berjalan lancar, sekaligus menegaskan ketentuan pembayaran dam bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi.

    Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menyampaikan bahwa proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berlangsung tertib dan terkoordinasi.

    “Alhamdulillah, berdasarkan data hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 175 kloter dengan 68.082 jemaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Seluruh proses terus kami kawal agar berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi jemaah,” ujar Hasan.

    Jemaah yang telah tiba di Madinah tercatat sebanyak 165 kloter dengan 64.129 jemaah dan 657 petugas. Sementara itu, jemaah yang telah tiba di Makkah sebanyak 19 kloter dengan 7.387 jemaah dan 76 petugas.

    Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah dilakukan secara bertahap dengan pengawalan petugas di seluruh titik layanan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan.

    Dari sisi kesehatan, layanan terus diberikan secara menyeluruh. Tercatat 5.576 jemaah menjalani rawat jalan, 105 jemaah dirujuk ke KKHI, dan 125 jemaah dirujuk ke RSAS. Saat ini, 39 jemaah masih menjalani perawatan di RSAS.

    Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah di Madinah, yaitu Siti Sri Rahayu Sanusi dari kloter SOC-12 asal Kabupaten Pekalongan dan Endar Jaya Purwadi dari kloter BPN-01 asal Kota Samarinda, sehingga total jemaah wafat menjadi tujuh orang.

    “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Hasan.

    Terkait pelaksanaan ibadah, Kemenhaj menegaskan bahwa pembayaran dam wajib dilakukan melalui Adhahi, program resmi Pemerintah Arab Saudi.

    “Jemaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar,” jelasnya.

    Selain itu, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas, tidak membawa barang berlebihan, mengatur waktu ke Masjidil Haram, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.

    “Fokus kami adalah memastikan jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” pungkas Hasan.

  • Cegah Haji Nonprosedural, Kemenhaj Perkuat Pengawasan dan Penindakan

    Cegah Haji Nonprosedural, Kemenhaj Perkuat Pengawasan dan Penindakan

    SALAMRADIO.ID., Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah RI menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik haji nonprosedural atau ilegal demi menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

    Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, mengatakan pemerintah mendukung penuh kampanye Pemerintah Arab Saudi “Tidak Ada Haji Tanpa Izin” sebagai upaya memastikan seluruh jemaah menjalankan ibadah sesuai ketentuan.

    “Kami mendukung penuh kampanye Pemerintah Arab Saudi, Tidak Ada Haji Tanpa Izin. Haji harus dilakukan melalui jalur resmi dan menggunakan visa haji agar ibadah berjalan tertib, aman, serta tidak menimbulkan risiko hukum bagi jemaah,” ujar Hasan di Media Center Haji Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

    Menurut Hasan, Kemenhaj bersama Polri serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah membentuk Satgas Pencegahan Haji Ilegal untuk memperkuat pengawasan dan penindakan.

    Satgas ini bertugas mencegah keberangkatan haji nonprosedural sejak dini, melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, serta menangani kasus pidana terkait praktik haji ilegal.

    Sejak 18 April hingga 1 Mei 2026, petugas Imigrasi RI telah mencegah keberangkatan 42 calon jemaah haji nonprosedural.

    Hasan menegaskan bahwa penggunaan visa non-haji seperti visa kerja, ziarah atau kunjungan, maupun transit untuk berhaji merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Pemerintah Arab Saudi.

    Sanksi yang dikenakan tidak ringan, mulai dari penolakan masuk ke Makkah serta kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina, denda, deportasi, hingga larangan masuk ke Arab Saudi selama 10 tahun.

    Penegakan hukum juga berlaku bagi pihak yang mengorganisir, menawarkan, atau memfasilitasi haji ilegal.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tidak tergoda tawaran berhaji tanpa antre secara ilegal. Laporkan kepada kepolisian jika ada pihak yang menawarkan atau mengorganisir keberangkatan haji nonprosedural,” tegas Hasan.

  • Update Kedatangan 2 Mei 2026: 35% Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci, Ribuan Lansia Jadi Prioritas Layanan

    Update Kedatangan 2 Mei 2026: 35% Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci, Ribuan Lansia Jadi Prioritas Layanan

    SALAMRADIO.ID., MADINAH — Kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci terus menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 71.006 jemaah atau 35 persen dari total target 203.320 jemaah haji reguler telah tiba di Arab Saudi. Proses kedatangan ini menjadi bagian penting dari rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang terus dipantau secara intensif oleh petugas.

    Seiring dengan itu, tercatat sebanyak 183 kelompok terbang (kloter) telah mendarat dengan aman. Jumlah tersebut setara dengan 35 persen dari total rencana 527 kloter yang dijadwalkan berangkat secara bertahap dari berbagai embarkasi di Indonesia. Kedatangan jemaah berlangsung melalui dua pintu utama, yakni Bandara Madinah dan Jeddah, dengan layanan yang terus dioptimalkan demi kenyamanan para tamu Allah.

    Di balik angka tersebut, terdapat kisah-kisah haru dan perjuangan, terutama dari jemaah lanjut usia. Dari total jemaah yang telah tiba, sebanyak 15.408 orang merupakan lansia. Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam pelayanan, mulai dari pendampingan, transportasi, hingga akses kesehatan. Petugas haji Indonesia pun siaga memberikan bantuan maksimal agar para lansia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

    Secara umum, proses kedatangan berjalan lancar dan terkendali. Sinergi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi menjadi kunci dalam memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Dengan masih berlangsungnya gelombang kedatangan berikutnya, diharapkan seluruh jemaah dapat tiba tepat waktu dan dalam kondisi sehat.

    Pemerintah mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mengikuti arahan petugas, serta mempersiapkan diri menjalani rangkaian ibadah haji dengan khusyuk. Momentum ini menjadi awal perjalanan spiritual yang dinanti-nantikan oleh jutaan umat Muslim Indonesia.

    pewarta : Hebatdiki

  • Jamaah Haji Turki Mulai Memasuki Tanah Suci Menjalankan Ibadah dengan Khusyuk

    Jamaah Haji Turki Mulai Memasuki Tanah Suci Menjalankan Ibadah dengan Khusyuk

    Madinah — Suasana khusyuk terlihat dari sekelompok jamaah haji asal Turki yang tengah mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dalam sebuah ruangan sederhana beralaskan karpet merah bermotif khas Timur Tengah, para jamaah tampak larut dalam doa dan gerakan salat, mencerminkan ketenangan sekaligus kekhidmatan menjelang puncak ibadah haji.

    Sebagian jamaah terlihat berdiri dengan posisi rukuk, sementara yang lain duduk bersimpuh, menandakan beragam kondisi fisik para calon tamu Allah tersebut. Mayoritas di antaranya merupakan jamaah lanjut usia, namun hal itu tidak mengurangi semangat mereka untuk menunaikan rukun Islam kelima.

    Momen ini menjadi gambaran nyata bagaimana perjalanan spiritual menuju Tanah Suci tidak hanya soal fisik, tetapi juga kesiapan batin. Di tengah keterbatasan usia, para jamaah tetap menunjukkan keteguhan hati dan keikhlasan dalam beribadah.

    Petugas pendamping terlihat sigap mengawasi dan memastikan kenyamanan jamaah selama beribadah. Hal ini penting mengingat sebagian jamaah membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam menjaga kesehatan dan stamina sebelum menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup padat.

    Ibadah haji sendiri merupakan perjalanan sakral yang dinanti umat Muslim dari seluruh dunia, termasuk dari Turki. Setiap tahunnya, ribuan jamaah diberangkatkan dengan harapan dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

    Kondisi musholla yang bersih, tertata rapi, dan penuh ketenangan turut mendukung kekhusyukan para jamaah dalam beribadah. Tidak ada hiruk pikuk, hanya lantunan doa dan gerakan ibadah yang berlangsung dengan penuh penghayatan.

    Momen seperti ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati yang penuh makna. Semangat para jamaah haji Turki ini pun menjadi inspirasi bagi umat Muslim lainnya untuk terus menjaga niat dan keikhlasan dalam beribadah.

    Dengan persiapan yang matang, baik secara fisik maupun spiritual, para jamaah diharapkan dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar. Harapan terbesar mereka sederhana: meraih ridha Allah dan kembali dengan membawa keberkahan.

    pewarta : Hebatdiki

  • Perkembangan Penanganan Kasus Penangkapan WNI oleh Aparat Keamanan Arab Saudi di Makkah

    Perkembangan Penanganan Kasus Penangkapan WNI oleh Aparat Keamanan Arab Saudi di Makkah

    SALAMRADIO.ID. –Makkah, 30 April 2026 – Satgas Pelindungan Warga Negara Indonesia KJRI Jeddah telah menindaklanjuti penanganan kasus terhadap tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditangkap oleh pihak keamanan Arab Saudi.

    Ketiga WNI tersebut saat ini ditahan di Kepolisian Sektor Qararah, Makkah, masing-masing atas nama YJJ, JAR, dan AG.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, proses penanganan perkara ketiga WNI tersebut saat ini dilimpahkan kembali oleh Kejaksaan (Niyabah Amah) kepada pihak kepolisian guna melengkapi permintaan barang bukti dalam proses penyidikan.

    Dalam kunjungan yang sama, Satgas juga bertemu dengan empat WNI lainnya yang telah lebih dahulu ditahan oleh aparat keamanan setempat.

    Tiga di antaranya, yaitu S, AS, dan AB, ditangkap terkait dugaan kepemilikan uang dengan sumber yang tidak dapat dijelaskan. Dari ketiganya, aparat menemukan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar SAR 100.000, 10 gelang haji, dan 30 kartu Nusuk yang diduga Palsu .

    Sementara itu, satu WNI lainnya atas nama ZZS diamankan karena diduga menawarkan fasilitasi haji fiktif.

    Saat ini keempat WNI tersebut masih ditahan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.

    Satgas akan terus memantau perkembangan penanganan kasus serta memastikan terpenuhinya hak-hak hukum mereka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Arab Saudi.

    KJRI Jeddah kembali menghimbau kepada para WNI untuk sama-sama mematuhi ketentuan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

    Sumbers: Kemenhaj & Umrah
    Pewarta: Hebatdiki