Category: Sapa Haji Indonesia

  • Kemenhaj Perkuat Layanan Kepulangan Jemaah Haji, Imbau Jemaah Patuhi Ketentuan Penerbangan

    Kemenhaj Perkuat Layanan Kepulangan Jemaah Haji, Imbau Jemaah Patuhi Ketentuan Penerbangan

    SALAMRADIO.ID, Madinah (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mengawal proses kepulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air agar berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar.

    Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan hingga saat ini sebanyak 59 kelompok terbang (kloter) dengan 23.129 jemaah dan 236 petugas telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan mencapai 23.365 orang.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 kloter dengan 21.948 jemaah dan 224 petugas telah tiba di Indonesia atau total 22.172 orang. Sementara itu, kepulangan jemaah haji khusus juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 7.702 jemaah dan 368 petugas haji khusus telah kembali ke Indonesia, sehingga total kepulangan jemaah dan petugas haji khusus mencapai 8.070 orang.

    “Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses kepulangan jemaah haji reguler maupun haji khusus terus dikawal secara intensif agar berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar,” ujar Ichsan di Madinah, Jumat (5/6/2026).

    Memasuki fase kepulangan, Kemenhaj mengingatkan jemaah agar mempersiapkan barang bawaan sesuai ketentuan penerbangan dan menjaga dokumen perjalanan dengan baik. Paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta dokumen penting lainnya harus disimpan di tempat yang aman dan mudah dijangkau.

    “Paspor merupakan dokumen perjalanan yang sangat penting. Jangan sampai hilang. Apabila terjadi kehilangan, segera laporkan kepada ketua kloter dan petugas haji agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” kata Ichsan.

    Kemenhaj juga mengingatkan bahwa setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, dan satu koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram.

    Untuk memperlancar proses pemulangan, maskapai telah melakukan penimbangan bagasi di hotel tempat jemaah menginap pada H-2 keberangkatan. Setelah ditimbang dan diserahkan kepada petugas, koper bagasi akan menjalani proses pemeriksaan (screening) sebelum disimpan di gudang maskapai hingga waktu pemberangkatan.

    “Kami mengimbau jemaah untuk tidak menambahkan barang apa pun ke dalam koper yang telah ditimbang dan diserahkan kepada petugas,” tegasnya.

    Kemenhaj kembali menegaskan bahwa air zamzam tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam koper bagasi maupun koper kabin dalam bentuk apa pun.

    “Keberadaan air zamzam di dalam koper dapat menghambat proses pemeriksaan, menyebabkan pembongkaran koper, keterlambatan distribusi bagasi, bahkan mengganggu kelancaran kepulangan jemaah lainnya,” jelas Ichsan.

    Ia menambahkan, jemaah tidak perlu membawa air zamzam secara mandiri karena setiap jemaah haji Indonesia akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter yang dibagikan di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air.

    Selain itu, sehubungan dengan tingginya kepadatan operasional di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Kementerian Haji Arab Saudi mengalihkan sejumlah penerbangan Saudia Airlines yang mengangkut jemaah Indonesia dari Terminal Haji ke Terminal Internasional (Terminal 1).

    Menindaklanjuti kebijakan tersebut, PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Bandara telah menempatkan sebagian personelnya di Terminal 1 untuk memastikan pelayanan dan pendampingan kepada jemaah tetap berjalan optimal.

    “Kami mengimbau jemaah untuk mengikuti arahan petugas, memperhatikan informasi nomor gate keberangkatan, dan tetap berada di area tunggu yang telah ditentukan karena pengaturan gate dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasional bandara,” tuturnya.

    Kemenhaj juga mengimbau jemaah yang masih berada di Tanah Suci untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, makan teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.

    “Mari kita terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tutup Ichsan.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Kemenhaj Pastikan Kepulangan Jemaah Lancar dan Distribusi Daging Dam Tepat Sasaran

    Kemenhaj Pastikan Kepulangan Jemaah Lancar dan Distribusi Daging Dam Tepat Sasaran

    SALAMRADIO.ID, Makkah (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air untuk menjaga paspor dengan sebaik-baiknya selama fase kepulangan. Paspor merupakan dokumen perjalanan yang sangat penting dan menjadi syarat utama dalam proses pemulangan jemaah dari Arab Saudi menuju Indonesia.

    Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, mengatakan bahwa memasuki fase kepulangan, jemaah perlu memberikan perhatian khusus terhadap dokumen perjalanan dan barang bawaan agar proses kepulangan berjalan lancar.

    "Kami mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga paspor dengan sebaik-baiknya dan tidak sampai hilang. Simpan paspor di tempat yang aman, mudah dijangkau, dan selalu dalam pengawasan. Kehilangan paspor dapat menghambat proses kepulangan dan memerlukan penanganan administratif tambahan," ujar Ichsan Marsha di Makkah, Kamis (4/6/2026).

    Ia menegaskan, apabila terjadi kehilangan paspor, jemaah diminta segera melapor kepada ketua kloter maupun petugas haji agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

    Sampai hari kedua fase kepulangan, sebanyak 44 kelompok terbang (kloter) dengan total 17.445 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 kloter atau 15.086 jemaah dan petugas telah tiba di Tanah Air.

    Sementara itu, untuk jemaah haji khusus, tercatat sebanyak 7.201 jemaah dan 346 petugas telah kembali ke Indonesia, sehingga total kepulangan jemaah dan petugas haji khusus mencapai 7.547 orang.

    Selain layanan kepulangan, Kementerian Haji dan Umrah juga terus memastikan pengelolaan dam hadyu jemaah Indonesia berjalan sesuai ketentuan syariat, transparan, dan akuntabel. Berdasarkan data per 2 Juni 2026, total dam jemaah haji Indonesia tercatat sebanyak 195.326.

    Jumlah tersebut terdiri atas pembayaran melalui Adahi sebanyak 135.367, pembayaran dam di Indonesia sebanyak 53.506, pelaksanaan puasa sebanyak 6.453, serta jemaah yang melaksanakan manasik haji ifrad sebanyak 4.084 orang.

    Sebagai bagian dari pemanfaatan hasil dam hadyu, daging dam jemaah haji Indonesia telah diserahkan secara simbolik melalui Konsul Jenderal Palestina di Jeddah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

    "Pengelolaan dam harus dilakukan melalui jalur resmi agar pelaksanaannya sesuai syariat, tertib, dan akuntabel. Selain memenuhi kewajiban ibadah, dam juga memiliki nilai kemanusiaan yang besar karena manfaatnya dapat dirasakan oleh saudara-saudara yang membutuhkan," kata Ichsan.

    Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah yang telah menunaikan kewajiban dam sesuai ketentuan dan mengimbau jemaah yang belum melaksanakan dam untuk menggunakan mekanisme resmi yang telah disediakan pemerintah.

    Selain itu, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk mematuhi ketentuan bagasi penerbangan. Setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin maksimal 7 kilogram, dan satu koper bagasi maksimal 32 kilogram.

    Kemenhaj kembali menegaskan bahwa air zamzam tidak boleh dimasukkan ke dalam koper bagasi maupun koper kabin.

    "Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper. Larangan ini berlaku bagi seluruh jemaah tanpa terkecuali karena dapat menghambat proses pemeriksaan dan distribusi bagasi. Setiap jemaah akan menerima air zamzam resmi sebanyak lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air," tegas Ichsan.

    Bagi jemaah yang masih berada di Tanah Suci, layanan transportasi bus shalawat telah kembali beroperasi untuk melayani mobilitas jemaah menuju dan dari Masjidil Haram. Pada hari ini, sebanyak 25 rute beroperasi dengan dukungan 408 armada bus. Selama masa operasional haji 1447 H/2026 M, layanan tersebut telah mencatatkan 8.171 perjalanan.

    Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk terus menjaga kesehatan mengingat suhu udara di Makkah masih cukup tinggi.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif

    Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif

    SALAMRADIO.ID, Madinah (Kemenhaj) – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah.

    Menhaj menilai layanan kesehatan bagi jemaah berjalan baik. Namun, ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap model pelayanan kesehatan haji Indonesia agar lebih efektif, efisien, dan mampu beradaptasi dengan regulasi Arab Saudi yang terus berkembang.

    "Hari ini saya melihat langsung kesiapan KKHI Madinah dalam menyambut jemaah dari Makkah. Secara umum sudah siap, tetapi model pelayanan kesehatan yang kita gunakan perlu dievaluasi untuk menjawab tantangan ke depan," ujar Menhaj.

    Menurutnya, fasilitas KKHI yang ada saat ini memiliki kapasitas besar, namun pemanfaatannya perlu ditinjau kembali agar lebih optimal. Evaluasi tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan pemerintah setelah penyelenggaraan haji tahun ini berakhir.

    "Kita ingin memastikan setiap sumber daya yang tersedia benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi jemaah," katanya, saat berada di KKHI Madinah, Kamis (4/6/2026).

    Menhaj juga menyoroti pentingnya penyesuaian terhadap regulasi kesehatan Arab Saudi yang terus mengalami perubahan. Karena itu, sistem pelayanan kesehatan haji Indonesia harus mampu beradaptasi agar tetap relevan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

    "Regulasi di Arab Saudi terus berkembang. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pola pelayanan yang sama dari tahun ke tahun. Harus ada penyesuaian agar layanan tetap optimal," ujarnya.

    Selain itu, kebutuhan tenaga kesehatan menjadi perhatian penting. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang mencapai lebih dari 200 ribu orang setiap tahun, diperlukan perencanaan yang matang untuk memastikan ketersediaan tenaga medis yang memadai.

    Menhaj menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan harus berjalan seiring dengan penerapan prinsip istitha'ah kesehatan. Tahun ini, sebanyak 345 calon jemaah haji tidak diberangkatkan karena tidak memenuhi syarat kesehatan.

    "Prinsip istithaah harus tetap ditegakkan demi keselamatan jemaah. Di sisi lain, kualitas layanan kesehatan bagi mereka yang berangkat juga harus terus ditingkatkan," tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti, menjelaskan bahwa KKHI Madinah beroperasi 24 jam untuk melayani kebutuhan kesehatan jemaah. Kasus yang paling banyak ditangani adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan hipertensi.

    Selain KKHI, layanan kesehatan juga diperkuat melalui Untuk jemaah haji Indonesia, terdapat 5 klinik satelit yang disiagakan di wilayah Madinah. Kelima klinik satelit ini tersebar di 5 sektor wilayah Daerah Kerja (Daker) Madinah untuk melayani jemaah yang menginap di hotel-hotel sekitar Masjid Nabawi. Seluruh layanan didukung tenaga dokter, perawat, tenaga farmasi, laboratorium, dan sanitasi yang siaga selama musim haji.

    Menurut Enny, KKHI memberikan layanan rawat jalan, sedangkan jemaah yang membutuhkan penanganan lanjutan atau mengalami kondisi darurat akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.

    Menjelang kedatangan jemaah gelombang kedua ke Madinah, Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh layanan kesehatan diperkuat, terutama bagi jemaah yang baru menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

    "Jemaah yang baru menyelesaikan fase Armuzna menjadi kelompok yang paling membutuhkan perhatian. Karena itu, kesiapan layanan kesehatan harus benar-benar terjaga hingga mereka kembali ke Tanah Air," pungkas Menhaj.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi

    Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi

    SALAMRADIO.ID, Madinah (Kemenhaj) – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf mendorong perluasan ekspor komoditas pangan nasional ke Arab Saudi, khususnya untuk mendukung kebutuhan katering jemaah haji.

    Peluang tersebut mengemuka saat Tim Amirul Hajj melakukan peninjauan ke dua penyedia layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah, yakni Meez Mary Catering dan Uhud Taiba for Catering.

    Dalam kunjungan itu, pemerintah tidak hanya memastikan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji, tetapi juga melihat potensi pemanfaatan komoditas pangan asal Indonesia dalam rantai pasok katering di Tanah Suci.

    Sejumlah komoditas seperti beras, kerupuk, santan, ikan patin, hingga bumbu masakan dinilai memiliki peluang besar untuk masuk pasar katering haji Arab Saudi.

    “Kita melihat ada banyak komoditas yang sebenarnya kita miliki. Seperti beras, kerupuk, santan, ikan patin, dan bumbu masakan yang selama ini menjadi bagian dari konsumsi jemaah,” ujar Menhaj, saat berada di Uhud Taiba for Catering, Rabu (3/6/2026).

    Ia menyoroti bahwa sebagian produk yang digunakan di dapur katering sebenarnya berasal dari Indonesia, namun belum sepenuhnya tercatat sebagai produk nasional karena masuk melalui negara lain.

    Menurutnya, produk seperti santan dan ikan patin yang digunakan saat ini diduga berasal dari Indonesia, tetapi dipasarkan dengan merek negara lain atau dipasok melalui jalur distribusi berbeda.

    Selain peluang, Menhaj juga mengakui adanya tantangan besar dalam pengembangan ekspor komoditas pangan ke Arab Saudi, terutama terkait biaya logistik dan kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengirim sejumlah komoditas seperti beras dan bumbu masakan untuk kebutuhan katering haji. Namun, pengiriman tersebut belum berjalan optimal akibat tingginya biaya transportasi dan situasi kawasan yang belum stabil.

    Meski demikian, ia menilai potensi pasar katering haji dan umrah sangat besar karena melibatkan jutaan jemaah setiap tahun, sehingga dapat menjadi peluang strategis bagi produk pangan Indonesia.

    “Peluangnya sangat bagus. Kita punya semua komoditas itu. Tinggal bagaimana menyesuaikan standar dan aturan agar bisa masuk ke pasar Arab Saudi,” katanya.

    Ke depan, pemerintah membuka kemungkinan memasukkan ketentuan penggunaan komoditas pangan Indonesia dalam kontrak penyediaan katering haji. Langkah ini dinilai dapat memperkuat kepastian pasar bagi produk nasional.

    “Dalam kontrak bisa saja diatur penggunaan beras atau bahan pangan dari Indonesia. Ini akan memperkuat posisi produk kita, meski saat ini belum bisa diterapkan sepenuhnya,” ujarnya.

    Menhaj berharap stabilitas kawasan dan perbaikan rantai logistik global dapat membuka jalan lebih luas bagi masuknya komoditas pangan Indonesia ke Arab Saudi, sekaligus memperkuat peran pelaku usaha nasional dalam ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Menhaj Minta Kualitas Konsumsi Jemaah Gelombang Kedua di Madinah Ditingkatkan

    Menhaj Minta Kualitas Konsumsi Jemaah Gelombang Kedua di Madinah Ditingkatkan

    SALAMRADIO.ID, Madinah (Kemenhaj) — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengumpulkan 23 pimpinan perusahaan katering penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah, Rabu (3/6/2026). Pertemuan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan konsumsi menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua yang dijadwalkan tiba di Madinah mulai 7 Juni 2026.

    Jemaah gelombang kedua akan tiba di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji dan prosesi Armuzna di Makkah. Karena itu, kualitas layanan konsumsi menjadi salah satu aspek penting yang harus mendapat perhatian seluruh penyedia katering.

    Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah menekankan tiga aspek utama yang harus menjadi fokus seluruh perusahaan katering, yakni ketepatan gramasi makanan, keamanan pangan (food safety), serta ketepatan waktu distribusi kepada jemaah.

    "Pelayanan konsumsi pada gelombang pertama secara umum berjalan dengan baik. Namun, untuk menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua, kualitas layanan tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi juga perlu ditingkatkan," ujar Mochamad Irfan Yusuf.

    Menurutnya, evaluasi terhadap layanan konsumsi pada fase kedatangan gelombang pertama menunjukkan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Di antaranya adalah konsistensi porsi makanan sesuai standar yang telah ditetapkan, cita rasa yang sesuai dengan selera jemaah Indonesia, daya tahan makanan, serta penguatan manajemen distribusi agar makanan dapat diterima jemaah tepat waktu.

    "Kita ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan konsumsi yang berkualitas, aman, dan tepat waktu. Karena itu, seluruh penyedia katering perlu memperhatikan setiap detail pelayanan agar kebutuhan jemaah dapat terpenuhi dengan baik," katanya.

    Menanggapi arahan tersebut, seluruh perwakilan perusahaan katering menyatakan komitmen untuk melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan sesuai hasil evaluasi yang telah disampaikan.

    Selain memberikan arahan kepada penyedia katering, Menteri Haji dan Umrah juga mengimbau jemaah haji Indonesia agar memperhatikan waktu makan selama berada di Madinah.

    Ia menjelaskan bahwa sebagian besar hotel jemaah Indonesia berada di kawasan yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi. Kondisi ini kerap membuat jemaah menghabiskan waktu lebih lama untuk beribadah sehingga terlambat mengonsumsi makanan yang telah disediakan.

    "Saya mengimbau kepada seluruh jemaah agar memperhatikan jadwal makan. Jika waktu makan telah tiba, segera kembali ke hotel untuk mengonsumsi makanan yang telah disiapkan. Pada setiap kemasan makanan juga telah dicantumkan batas waktu aman untuk dikonsumsi," ujarnya.

    Menteri Haji dan Umrah berharap sinergi antara penyedia katering, petugas haji, dan kedisiplinan jemaah dapat memastikan layanan konsumsi di Madinah berjalan lebih optimal. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi jemaah dapat terpenuhi secara baik sehingga mereka tetap sehat dan bugar selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

    Jemaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni 2026 untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum kembali ke Tanah Air.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Kemenhaj Kawal Kepulangan Jemaah, Ingatkan Ketentuan Bagasi dan Larangan Bawa Zamzam

    Kemenhaj Kawal Kepulangan Jemaah, Ingatkan Ketentuan Bagasi dan Larangan Bawa Zamzam

    SALAMRADIO.ID, Makkah (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mengawal fase kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dari Arab Saudi ke Tanah Air.

    Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan hingga Rabu (3/6/2026), sebanyak 28 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 11.008 jemaah dan 112 petugas, sehingga totalnya mencapai 11.120 orang.

    “Dari jumlah itu, 19 kloter telah tiba di Tanah Air dengan 7.512 jemaah dan 76 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah tiba di Indonesia sebanyak 7.588 orang,” ujar Ichsan di Makkah, Rabu (3/6/2026).

    Untuk jemaah haji khusus, tercatat 6.002 jemaah dan 286 petugas telah pulang ke Tanah Air, sehingga totalnya mencapai 6.288 orang.

    Ichsan menjelaskan, pada hari kedua masa kepulangan terdapat sejumlah penerbangan jemaah haji Indonesia dari Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, yang mengalami keterlambatan. Penerbangan tersebut meliputi tujuan Surabaya, yakni SV5160, SV5162, dan SV5166, serta tujuan Jakarta, yakni SV5164 dan SV5172.

    “Berdasarkan pemberitahuan Hajj Terminal Management, keterlambatan terjadi karena kepadatan operasional bandara. Pada periode ini, jemaah haji dari berbagai negara juga memiliki jadwal kepulangan yang bersamaan,” jelas Ichsan.

    Menurut Ichsan, Kemenhaj melalui PPIH Arab Saudi terus memperkuat koordinasi dengan petugas Daerah Kerja Bandara, maskapai, syarikah, naqabah, dan pengelola terminal. PPIH juga meminta maskapai memberikan makanan dan minuman kepada jemaah yang mengalami waktu tunggu lebih dari enam jam sesuai ketentuan layanan penerbangan.

    “Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah yang terdampak. Kami mengimbau jemaah tetap tenang, menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan berkoordinasi dengan ketua kloter maupun petugas di lapangan,” tuturnya.

    Memasuki fase kepulangan, Ichsan mengingatkan jemaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan. Setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin maksimal 7 kilogram, dan satu koper bagasi maksimal 32 kilogram.

    “Kami masih menemukan jemaah membawa barang melebihi ketentuan. Kepatuhan ini penting agar proses pemeriksaan, boarding, dan penerbangan berjalan lancar,” tegasnya.

    Ichsan juga menegaskan bahwa air zamzam tidak boleh dimasukkan ke koper bagasi maupun koper kabin dalam bentuk apa pun. Setiap jemaah akan menerima air zamzam satu galon berisi lima liter di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air.

    Selain itu, layanan bus shalawat telah kembali beroperasi untuk melayani jemaah yang akan melaksanakan umrah atau salat di Masjidil Haram. Saat ini, 25 rute telah beroperasi dengan dukungan 421 bus.

    “Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas. Jemaah diimbau memperbanyak minum air putih, makan teratur, beristirahat cukup, dan menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel,” kata Ichsan.

    Kemenhaj juga mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jemaah untuk memberi perhatian kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

    “Mari menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Semoga Allah SWT menerima ibadah jemaah haji Indonesia dan menjadikan mereka haji yang mabrur serta hajjah yang mabruroh,” tandas Ichsan.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: hebatdiki

  • Wamenhaj RI Serahkan Simbolis Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina

    Wamenhaj RI Serahkan Simbolis Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina

    *

    SALAMRADIO.ID, Jeddah (Kemenhaj) — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan kunjungan ke kantor Perwakilan Negara Palestina di Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (3/6/2026), dalam rangka penyerahan secara simbolis paket daging dam (hadyu) jemaah haji Indonesia yang disalurkan melalui program Adahi.

    Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Consul General Ehab Medhat Al-Kishawi dan jajaran Konsulat Palestina, serta dihadiri oleh pejabat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dan Staf Teknis Urusan Haji di Jeddah.

    Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj menyampaikan bahwa penyaluran daging dam jemaah haji Indonesia kepada rakyat Palestina merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar manfaat sosial dari pelaksanaan ibadah haji Indonesia dapat dirasakan oleh masyarakat Palestina yang hingga saat ini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat.

    "Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang besar terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan rakyat Palestina. Beliau mengamanatkan agar manfaat dam jemaah haji Indonesia dapat diperluas untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Karena itu, Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi melalui program Adahi agar distribusi daging dam dapat menjangkau masyarakat Palestina," ujar Wamenhaj.

    Menurutnya, ibadah haji tidak hanya memiliki dimensi ritual yang menghubungkan seorang hamba dengan Tuhannya, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang menghadirkan manfaat bagi sesama manusia.

    "Haji mengajarkan ketakwaan, pengorbanan, sekaligus kepedulian. Karena itu kami ingin memastikan dam jemaah Indonesia tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memberikan kemanfaatan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan. Semangat berbagi kepada rakyat Palestina adalah bagian dari nilai luhur yang terkandung dalam ibadah haji," kata Wamenhaj.

    Ia menjelaskan, tahun ini Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI mendorong tata kelola dam yang lebih tertib, transparan, dan terdata. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi penyelenggaraan haji agar pelaksanaan dam tidak hanya memenuhi ketentuan fikih, tetapi juga dapat dipastikan manfaatnya sampai kepada para penerima yang berhak.

    Wamenhaj menambahkan, keterlibatan program Adahi dalam pengelolaan dam menjadi instrumen penting untuk memastikan proses penyembelihan, distribusi, dan pelaporan berjalan secara profesional serta sesuai dengan standar yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

    Dalam kesempatan yang sama, Wamenhaj menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dam jemaah haji Indonesia.

    "Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan pengelola program Adahi yang telah memfasilitasi pengelolaan dan distribusi dam secara profesional. Kerja sama yang baik ini memungkinkan manfaat dam jemaah Indonesia dapat dirasakan secara lebih luas, termasuk oleh saudara-saudara kita di Palestina," ujarnya.

    Sementara itu, Consul General Ehab Medhat Al-Kishawi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Haji dan Umrah RI, Pemerintah Arab Saudi, serta seluruh jemaah haji Indonesia atas kepedulian dan dukungan yang diberikan kepada rakyat Palestina.

    "Kami menerima bantuan ini bukan hanya sebagai dukungan material, tetapi juga sebagai simbol persaudaraan yang tulus dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Di tengah berbagai tantangan yang kami hadapi, dukungan seperti ini memiliki makna yang sangat besar bagi masyarakat Palestina," ujarnya.

    Al-Kishawi juga menitipkan salam hormat dan rasa terima kasih dari rakyat Palestina kepada seluruh rakyat Indonesia yang selama ini secara konsisten menunjukkan solidaritas, dukungan moral, serta kepedulian terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan di Palestina.Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat persaudaraan. Penyerahan simbolis paket daging dam jemaah haji Indonesia itu menjadi simbol kuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Palestina, sekaligus menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berorientasi pada kesuksesan ritual, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan kemanusiaan yang dirasakan oleh umat Islam dan masyarakat yang membutuhkan di berbagai belahan dunia.

    Hingga 2 Juni 2026, Kemenhaj mencatat total data jemaah dalam rekapitulasi pembayaran dam mencapai 195.326 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 135.367 jemaah membayar dam melalui Adahi, 53.506 jemaah membayar dam di Tanah Air, dan 6.453 jemaah melaksanakan dam dengan berpuasa. Sementara itu, jumlah jemaah haji ifrad tercatat sebanyak 4.084 orang.

    Sumber: Biro Humas kemenhaj RI
    Pewarta: Hebatdiki

  • Jemaah Haji Disabilitas Menyampaikan Apresiasi dan Aspirasi kepada Menhaj

    Jemaah Haji Disabilitas Menyampaikan Apresiasi dan Aspirasi kepada Menhaj

    SALAMRADIO.ID, Madinah (Kemenhaj) – Para Jemaah Haji Penyandang Disabilitas, didampingi Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia, Deka Kurniawan, melakukan audiensi resmi dengan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan). Pertemuan ini berlangsung di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Arab Saudi, pada Selasa, 2 Juni 2026.

    Para Jemaah Haji yang mewakili ragam disabilitas fisik, netra dan Autis (ASD) itu berasal dari 2 organisasi disabilitas (Opdis), yakni Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI), serta seorang orang tua dari penyandang autis dewasa.

    “Keterlibatan mereka dalam audiensi ini merupakan bentuk penerapan prinsip HAM, Nothing About Us Without Us, merekalah yang paling mengerti tentang dunia disabilitas, jadi jangan sampai mereka tidak dilibatkan dalam penyelenggaraan Haji Inklusif,” jelas Deka yang merupakan anggota Tim Koordinasi Kemenhaj ini.

    Deka mengungkapkan tujuan audiensi ini sendiri adalah dalam rangka mengapresiasi Penyelenggaraan Haji tahun 2026 yang mengusung Tagline Haji Inklusif, sekaligus menyampaikan aspirasi untuk Penyelenggaraan Haji tahun 2027.

    “Kemenhaj melakukan lompatan besar dengan mengangkat tema ramah Lansia, Disabilitas sekaligus perempuan ini, karena pemenuhan hak bagi ketiga kelompok rentan dalam ibadah haji ini merupakan mandat hukum nasional dan internasional,” jelas Deka lagi.

    Deka juga menekankan bahwa komitmen Kemenhaj untuk mengusung pelayanan inklusif bagi Lansia, Disabilitas dan Perempuan membuktikan Kemenhaj konsisten dalam mewujudkan misi ketiga Penyelenggaraan Haji 2026, yakni sukses Peradaban dan Keadaban.

    “Peradaban yang maju diukur dari sejauh mana kolompok rentan ini mendapatkan perlakuan yang setara dari negara dan masyarakat, hak-haknya dihormati, dilindungi dan dipenuhi,” terang Deka lagi.

    Aspirasi Aksesibilitas dan Sinkronisasi Data

    Selain mengapresiasi keberhasilan Kemenhaj, para perwakilan Jemaah haji disabilitas itu menyampaikan beberapa catatan penting untuk perbaikan ke depan. Siswadi selaku Ketua PPDI menekankan pentingnya peningkatan fasilitas yang lebih aksesibel secara menyeluruh, mulai dari hotel akomodasi di Makkah dan Madinah, sarana transportasi bus ramah disabilitas, hingga fasilitas khusus pada puncak manasik di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

    Penyandang disabilitas yang kehilangan satu tangannya ini juga menekankan pentingnya memasukkan kurikulum sensisivitas disabilitas dalam diklat bagi Petugas Haji dan dalam manasik bagi Jemaah haji. Ia juga memohon agar Kemenhaj tetap mengarusutamakan hak-hak penyandang disabilitas dalam berhaji, baik pada regulasi maupun implementasi.

    “Regulasi dan keberpihakan Pak Menteri sudah kepada disabilitas dan lansia, tetapi kadang-kadang di lapangan belum ada kesadaran,” harap Siswadi, yang merupakan pelaku sejarah dalm penandatanganan Konvesi PBB tentang disabilitas pada tahun 2006 ini.

    Sementara itu, Ipan Hidayatulloh dari ITMI menggarisbawahi pentingnya sosialisasi regulasi tentang kuota afirmasi bagi penyandang disabilitas yang pendaftaran hajinya sudah 5 tahun, serta kriteria bagi pendampingnya.

    “Yang kami temui di lapangan, karena belum ada sosialiasi itu beberapa teman kami yang sudah mendaftar lebih dari 5 tahun tidak bisa berangkat,” uangkap Jemaah yang didampingi oleh istrinya ini.

    Adapun Lilis Arofianti, yang mendampingi berhaji anaknya sebagai Jemaah haji penyandang autis, menekankan bahwa ke depan para penyandang autis yang memenuhi syarat istitha’ah agar dibolehkan untuk beribadah haji asalkan ada pendamping.

    “Alhamdulillah anak saya memenuhi syarat istitha’ah dan didampingi oleh kami, serta memiliki pengalaman terbang, sehingga lolos screening,” ungkap Ibu yang berhaji bersama keluarganya ini.

    Poin lain yang menjadi sorotan utama dalam audiensi ini adalah usulan mengenai kebijakan kuota haji. Komnas Disabilitas bersama seluruh perwakilan organisasi mendorong Kemenhaj untuk merumuskan regulasi mengenai kuota afirmasi khusus bagi penyandang disabilitas. Mengingat antrean haji reguler yang sangat panjang, adanya kuota afirmasi diharapkan dapat memberikan kepastian dan prioritas keberangkatan bagi warga negara penyandang disabilitas yang secara fisik dan finansial telah siap (istitha'ah).

    Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf menyambut baik kehadiran KND dan para jemaah haji disabilitas yang mewakili ragam serta organisasi disabilitas tersebut dan berterimakasih atas aspirasi yang disampaikan.

    “Terimakasih sudah berkenan untuk hadir di sini. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa terus dilanjutkan,” ungkapnya.

    Gus Irfan juga menjelaskan bahwa Kemenhaj telah berupaya memperjuangkan soal syarat istitha’ah kepada Kementerian Haji Saudi. Menurutnya, bagi pemerintah Saudi usia di atas 70 dan pengguna kursi roda tidak perlu berhaji.

    “Tapi kita terus meyakinkan mereka, dan alhamdulillah mereka bisa memahami,” aku Amirul Hajj ini.

    Adapun soal sarana dan fasilitas di Armuzna, Gus Irfan memahami kondisi yang dialami oleh semua Jemaah haji termasuk para penyandang disabilitas.

    Menurutnya Kemenhaj terus meminta dan menghimbau pihak Saudi agar bisa ditingkatkan lagi.
    “Itu memang itu di luar wewenang kita. Kita hanya minta, minta, minta, himbau, himbau, himbau. Tapi pelaksanaannya memang tergantung dari penyelenggara Armuzna itu sendiri,” tandas Menhaj.

    Sumber: Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • 12 Kloter Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper

    12 Kloter Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper

    SALAMRADIO.ID, Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama ke Tanah Air. Pemulangan dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

    Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan fase kepulangan menjadi tahapan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah memastikan seluruh proses pergerakan jemaah, mulai dari hotel, bandara, hingga penerbangan menuju Tanah Air, terus dikawal agar berjalan tertib, aman, dan lancar.

    “Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijjah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari operasional ke-42. Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali,” ujar Maria di Jakarta, Senin (1/6/2026).

    Maria menyampaikan, meski terdapat beberapa catatan di lapangan, seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi Kemenhaj untuk meningkatkan kualitas layanan pada penyelenggaraan ibadah haji berikutnya.

    “Tentu ada beberapa catatan di lapangan. Ini menjadi bahan evaluasi kami agar pelayanan kepada jemaah ke depan semakin optimal,” katanya.

    Menurut Maria, rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah Indonesia berjalan dengan baik. Capaian tersebut menjadi bekal penting bagi jemaah untuk melanjutkan tahapan berikutnya, yaitu proses kepulangan ke Tanah Air secara bertahap.

    “Alhamdulillah, rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah Indonesia berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali. Saat ini, sebagian jemaah mulai memasuki fase kepulangan ke Tanah Air,” jelasnya.

    Pada hari ini, dijadwalkan sebanyak 17 kloter jemaah haji Indonesia pulang ke Tanah Air. Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 12 kloter telah diberangkatkan menuju Indonesia dengan total 3.479 jemaah dan 36 petugas.

    Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menunjukkan kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

    “Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. Segala saran dan masukan dari Bapak dan Ibu jemaah menjadi bekal kami untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal pada masa penyelenggaraan ibadah haji ke depan,” ujar Maria.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus memberikan layanan, pendampingan, perlindungan, dan pengawasan kepada jemaah.

    Terkait fase kepulangan, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang masuk dalam jadwal kepulangan agar mempersiapkan barang bawaan dengan baik. Jemaah diminta mengikuti jadwal pergerakan yang telah ditetapkan serta mematuhi seluruh arahan petugas, baik di hotel, saat menuju bandara, maupun selama proses penerbangan ke Tanah Air.

    “Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta barang-barang yang diperlukan selama perjalanan tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau. Jemaah juga harus memperhatikan ketentuan berat dan jenis barang bawaan sesuai aturan penerbangan,” kata Maria.

    Maria secara khusus menegaskan larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Ia menekankan bahwa larangan tersebut merupakan aturan penerbangan yang wajib dipatuhi seluruh jemaah.

    “Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara,” tegas Maria.

    Maria memastikan jemaah tidak perlu membawa air zamzam secara mandiri dari Arab Saudi. Setiap jemaah haji Indonesia akan menerima air zamzam sebanyak 1 galon berisi 5 liter per orang di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air, sesuai mekanisme resmi yang telah ditetapkan.

    “Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jemaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper,” ujarnya.

    Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan. Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas sehingga jemaah diharapkan memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.

    Jemaah juga diminta tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas ibadah tambahan apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Bagi jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas, jemaah perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, Kemenhaj mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan.

    “Mari kita terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semangat gotong royong dan ukhuwah yang telah terjalin selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya terus dijaga hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tutup Maria.

    Sumber: Kemenhaj

    Pewarta: Hebatdiki

  • Menhaj Lepas Kepulangan Perdana Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air

    Menhaj Lepas Kepulangan Perdana Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air

    SALAMRADIO.ID, Jeddah (Kemenhaj) — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, melepas kepulangan perdana jemaah haji Indonesia ke Tanah Air. Pelepasan dilakukan di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (31/5) malam.

    Pada kesempatan tersebut, Menhaj menyambangi jemaah kloter SUB-01. Ia menyapa, berdialog, dan menyalami sejumlah jemaah yang bersiap kembali ke Indonesia setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

    “Setelah perjalanan 40 hari dengan berbagai dinamikanya, Alhamdulillah malam ini bapak dan ibu sekalian sudah bersiap kembali ke Tanah Air. Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan doa dan harapan agar bapak dan ibu sekalian selamat dalam perjalanan hingga tiba di Indonesia,” ujar Menhaj.

    Dalam pesannya, Menhaj mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyelenggaraan ibadah haji masih terdapat layanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan jemaah.

    “Atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah, kami memohon maaf apabila dalam proses layanan masih terdapat kendala dan kekurangan. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik,” ucapnya.

    “Mungkin ada layanan yang terlambat, kasur yang kurang empuk, atau tenda yang terasa sesak. Semua itu menjadi bagian dari kekurangan yang kami mohonkan maaf sebesar-besarnya,” sambungnya.

    Menhaj juga mengalungkan syal secara simbolis kepada perwakilan jemaah yang akan kembali ke Tanah Air. Momen tersebut disambut hangat jemaah. Sejumlah jemaah juga tampak antusias bersalaman dan berfoto bersama Menhaj sebelum memasuki area keberangkatan.

    Pelepasan kepulangan kloter pertama ini menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air. Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses pemulangan akan terus dikawal agar berjalan aman, tertib, dan lancar.

    Sumber: Kemenhaj

    Pewarta: Hebatdiki