Category: Sapa Haji Indonesia

  • Ketelitian dan Kesigapan Petugas Haji Memastikan Bagasi Diterima Baik oleh Jamaah di Madinah

    Ketelitian dan Kesigapan Petugas Haji Memastikan Bagasi Diterima Baik oleh Jamaah di Madinah

    SALAMRADIO.ID., Madinah (Kemenhaj) — Kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah tidak hanya ditandai dengan proses penyambutan di terminal, tetapi juga pengelolaan bagasi yang berlangsung secara ketat dan terukur. Di balik lancarnya distribusi barang bawaan jemaah, terdapat peran penting petugas bagasi bandara yang bekerja dengan tingkat ketelitian tinggi demi memastikan seluruh koper dan perlengkapan tiba dengan aman.

    Di Drop Baggage Zone Bandara AMAA Madinah, Jumat (24/04/2026), petugas haji dari Daerah Kerja (Daker) Bandara melakukan monitoring intensif terhadap seluruh bagasi jemaah. Setiap shift yang terdiri dari lima orang checker bertugas mengawasi berbagai jenis barang, mulai dari koper besar, koper kabin, hingga alat bantu seperti kursi roda dan tongkat.

    Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa pengawasan bagasi merupakan bagian krusial dalam pelayanan jemaah haji. Menurutnya, setiap barang yang dibawa memiliki nilai penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

    Petugas di lapangan menghadapi tantangan berat, mulai dari panas terik di siang hari hingga suhu dingin dan angin kencang pada malam hari. Meski begitu, proses pengawasan tetap berjalan tanpa kompromi. Ketelitian menjadi faktor utama untuk menghindari selisih jumlah atau keterlambatan bagasi.

    Selain petugas haji Indonesia, pihak maskapai juga turut melakukan pengawasan. Koordinasi yang erat antara kedua pihak menjadi kunci agar distribusi bagasi berjalan lancar hingga tiba di hotel masing-masing jemaah.

    Melalui sistem monitoring yang disiplin dan kerja sama yang solid, pelayanan bagasi diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah sejak awal kedatangan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan ibadah haji dapat dimulai dengan tenang tanpa kendala logistik.

    sumber : Media Center Haji 2026
    pewarta : Hebatdiki

  • Hari Keempat Operasional Haji 2026: 15.349 Jemaah Diberangkatkan, 9.884 Tiba di Madinah

    Hari Keempat Operasional Haji 2026: 15.349 Jemaah Diberangkatkan, 9.884 Tiba di Madinah

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari keempat dengan progres signifikan. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mencatat hingga 23 April 2026, sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan total 15.349 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter telah tiba di Madinah dan mulai menjalani rangkaian ibadah.

    Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa seluruh proses keberangkatan dan kedatangan jemaah berjalan lancar dengan layanan yang terus dioptimalkan. Pemerintah memastikan kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan maksimal sejak embarkasi hingga di Daerah Kerja (Daker) Madinah.

    Dari sisi kesehatan, tercatat 93 jemaah menjalani rawat jalan, sementara 2 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 1 jemaah mendapatkan penanganan lanjutan di Rumah Sakit Arab Saudi. Pemerintah menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi prioritas utama guna memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

    Di tengah operasional tersebut, pemerintah juga menyampaikan duka cita atas wafatnya satu jemaah asal kloter SOC-3, Rodiyah (68), akibat serangan jantung. Kementerian memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji sesuai ketentuan.

    Untuk menjaga kondisi fisik jemaah, Kemenhaj mengimbau PPIH embarkasi agar meminimalisir kegiatan seremonial saat pelepasan. Selain itu, jemaah yang telah berada di Madinah diminta mewaspadai suhu panas yang mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan rendah sekitar 25 persen.

    Pemerintah juga terus memperkuat komitmen menghadirkan layanan haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Upaya ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan, sekaligus memastikan seluruh jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan inklusif selama musim haji 2026.

    sumber : Biro Humas Kemenhaj RI
    pewarta : Hebatdiki | salamradio.id

  • Arab Saudi Perketat Akses ke Mekkah Jelang Musim Haji 2026, “No Permit No Hajj”

    Arab Saudi Perketat Akses ke Mekkah Jelang Musim Haji 2026, “No Permit No Hajj”

    SALAMRADIO.ID., MEKKAH — Pemerintah Arab Saudi memperketat akses masuk ke Mekkah menjelang penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Kebijakan ini diberlakukan sebagai langkah pengendalian kepadatan sekaligus memastikan keamanan jutaan jemaah dari berbagai negara.

    Pengetatan pengawasan terlihat di sejumlah titik menuju kota suci. Aparat kepolisian melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan, termasuk bus yang melintas di jalur tol Mekkah–Jeddah. Dalam salah satu pemeriksaan, petugas bahkan naik ke dalam bus untuk memastikan jumlah penumpang serta mengecek apakah mereka telah mengenakan pakaian ihram dan memiliki izin resmi.

    Pemeriksaan berlapis dilakukan hingga beberapa titik, mulai dari sekitar 20 kilometer hingga 12 kilometer sebelum memasuki Mekkah. Petugas memastikan hanya individu dengan dokumen sah yang diizinkan melanjutkan perjalanan. Prinsip yang ditegakkan adalah “No permit, no hajj”.

    Berdasarkan keterangan resmi Saudi Press Agency, pembatasan ini mulai berlaku sejak 13 April 2026. Akses ke Mekkah kini hanya diperuntukkan bagi pemegang visa haji, pekerja dengan izin khusus di area tempat suci, serta penduduk yang memiliki identitas resmi Mekkah.

    Selain itu, pemerintah menetapkan batas akhir bagi pemegang visa umrah untuk meninggalkan Arab Saudi pada 18 April 2026. Penerbitan izin umrah melalui platform Nusuk juga dihentikan sementara hingga 31 Mei 2026. Selama periode tersebut, seluruh jenis visa selain visa haji tidak diperbolehkan memasuki Mekkah.

    Untuk mendukung kebijakan ini, pemerintah mengoptimalkan sistem digital melalui platform Absher dan Muqeem yang terintegrasi dengan layanan Tasreeh dalam penerbitan izin haji. Digitalisasi ini mempermudah pengawasan sekaligus meminimalisasi pelanggaran.

    Otoritas Arab Saudi menegaskan bahwa pelanggaran terhadap aturan ini akan dikenakan sanksi tegas, termasuk denda hingga tindakan hukum. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban, keamanan, serta kelancaran pelaksanaan ibadah haji yang menjadi perhatian dunia setiap tahunnya.

    sumber : Media Center Haji 2026
    pewarta : Hebatdiki

  • Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Resmi Tiba di Madinah, Tandai Dimulainya Musim Haji 2026

    Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Resmi Tiba di Madinah, Tandai Dimulainya Musim Haji 2026

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Kedatangan jemaah haji Indonesia musim 1447 H/2026 M resmi dimulai. Kelompok terbang (kloter) pertama dari Tanah Air tiba dengan selamat di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz pada Rabu (22/4/2026) pagi waktu Arab Saudi.

    Kloter perdana berasal dari Embarkasi Yogyakarta (YIA 1) yang mendarat pukul 07.30 WAS menggunakan penerbangan GA6501, mengalami keterlambatan sekitar 37 menit dari jadwal semula. Rombongan ini membawa total 360 orang, terdiri dari 356 jemaah haji dan empat petugas pendamping. Dari jumlah jemaah, sebanyak 116 orang tercatat sebagai lanjut usia (lansia).

    Setibanya di Madinah, jemaah YIA 1 langsung diarahkan menuju akomodasi di Taiba Front Hotel yang berlokasi dekat Masjid Nabawi. Tim pendamping kloter turut memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan ibadah jemaah selama berada di Tanah Suci.

    Salah satu jemaah, Supomo Sentikno (66), mengungkapkan rasa harunya setelah penantian panjang. Ia mengaku telah menunggu selama 14 tahun sejak mendaftar pada 2012 untuk dapat menunaikan ibadah haji bersama keluarga.

    Tak lama berselang, kloter 1 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 1) juga tiba di Madinah. Rombongan ini membawa 389 jemaah, termasuk 82 lansia, dan akan menempati akomodasi di Makarim Suites Apartment.

    Berbeda dengan kloter Yogyakarta, jemaah JKG 1 mendapatkan fasilitas fast track atau Makkah Route. Melalui layanan ini, proses keimigrasian Arab Saudi telah diselesaikan sejak di Indonesia, sehingga jemaah tidak perlu antre pemeriksaan dokumen saat tiba di bandara.

    Dengan sistem tersebut, waktu tunggu di bandara menjadi lebih singkat dan jemaah dapat langsung menuju bus untuk diberangkatkan ke hotel. Kedatangan dua kloter awal ini menandai dimulainya operasional penuh layanan haji Indonesia di Madinah tahun ini.

    sumber : Media Center Haji 2026
    pewarta : Hebatdiki

  • Tim PPIH Bandara Madinah Siap Sambut Kedatangan Perdana Jemaah Haji Indonesia 2026

    Tim PPIH Bandara Madinah Siap Sambut Kedatangan Perdana Jemaah Haji Indonesia 2026

    SALAMRADIO.ID., Madinah — Suasana di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz mulai dipenuhi kesiapan menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama. Tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara memastikan seluruh skema layanan berjalan optimal demi kenyamanan jemaah sejak pertama tiba di Tanah Suci.

    Sebanyak 15 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan mendarat pada Rabu (22/4), diawali kloter pertama dari Yogyakarta pukul 06.15 waktu Arab Saudi, disusul jemaah dari Jakarta Pondok Gede. Kedatangan ini menjadi momen krusial yang menandai dimulainya operasional penuh layanan haji di Madinah.

    Tenaga Penghubung Antar Instansi Indonesia–Arab Saudi wilayah bandara, M. Yusuf Bahar, menegaskan bahwa kesiapan petugas tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek teknis di lapangan. Melalui orientasi langsung di area bandara, seluruh tim diperkenalkan pada alur layanan, termasuk titik-titik krusial yang menjadi penentu kelancaran proses kedatangan.

    Salah satu inovasi yang dioptimalkan tahun ini adalah skema Makkah Route atau jalur cepat (fast track) yang melayani embarkasi Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar. Melalui sistem ini, proses keimigrasian telah diselesaikan sejak di Tanah Air, sehingga jemaah dapat langsung menuju bus tanpa antre panjang setibanya di Madinah.

    Selain itu, PPIH membagi layanan ke dalam empat titik utama, yakni area fast track, terminal internasional, Terminal Haji, dan area “Zero”. Setiap titik dilengkapi tim khusus yang bertugas memastikan alur pergerakan jemaah tetap tertib dan nyaman.

    Perubahan signifikan juga terjadi pada sistem penanganan bagasi. Kini seluruh koper jemaah dipusatkan di satu gedung khusus melalui jalur kargo. Sistem ini dinilai lebih efisien karena memungkinkan distribusi koper langsung ke hotel sesuai manifest penerbangan.

    Dari sisi fasilitas, ruang tunggu di Terminal Haji kini semakin representatif. Enam paviliun dengan pendingin udara, musala, dan area duduk disiapkan sebagai tempat transit sebelum jemaah diberangkatkan ke penginapan.

    Dengan kesiapan matang ini, PPIH berharap proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah berjalan lancar, aman, dan humanis—memberikan kesan pertama yang nyaman bagi para tamu Allah dalam memulai rangkaian ibadah haji 2026.

    sumber : Media Center Haji 2026
    pewarta : Hebatdiki

  • 2.400 Jemaah Haji Depok Siap Berangkat, Pesan Walikota Depok Jadi Sorotan di Manasik Haji 2026

    2.400 Jemaah Haji Depok Siap Berangkat, Pesan Walikota Depok Jadi Sorotan di Manasik Haji 2026

    SALAMRADIO.ID, Depok — Sebanyak 2.400 jemaah haji Kota Depok mengikuti Manasik Haji Tingkat Kota Depok 2026 yang digelar di Masjid Duyufurrahman, Jatijajar, Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci.

    Acara tersebut dihadiri Wali Kota Depok H. Supian Suri, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok H. Fauzan, Direktur Pengawasan Haji Reguler Kemenhaj dan Umrah RI H. Rudy Ambary, perwakilan DPRD Kota Depok, Ketua MUI Kota Depok, PPIH Arab Saudi 2026, PHD Kota Depok, serta ribuan calon jemaah haji.

    Dalam laporannya, H. Fauzan menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji Kota Depok tahun ini mencapai 2.400 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ia menyebut peningkatan kuota ini sebagai kabar baik dan berkah bagi masyarakat Depok yang telah lama menanti panggilan ibadah haji.

    Sementara itu, Wali Kota Depok H. Supian Suri yang meresmikan pembukaan manasik menyampaikan pesan penting kepada para jemaah, yakni “2S”: Syukur dan Sabar. Menurutnya, rasa syukur harus terus dijaga karena tidak semua orang mendapat undangan Allah SWT untuk berhaji tahun ini.

    “Yang kedua adalah sabar. Dalam setiap kondisi dan situasi selama berhaji, jemaah harus sabar agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan pulang menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

    Di kesempatan yang sama, H. Rudy Ambary menegaskan bahwa saat ini pelayanan haji telah difokuskan di bawah Kementerian Haji dan Umrah RI, sehingga pembinaan dan pelayanan terhadap jemaah diharapkan semakin maksimal.

    Selain pembekalan ibadah, panitia juga memberikan materi kesehatan jemaah haji sebagai bekal penting sebelum keberangkatan.

    Adapun jemaah haji Kota Depok dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026 melalui Kloter 1 dari Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat

    pewarta : Hebatdiki | salamradio.id

  • 177 Ribu Jemaah Haji Masuk Risiko Tinggi, Kemenhaj Siapkan Skema Layanan Baru

    177 Ribu Jemaah Haji Masuk Risiko Tinggi, Kemenhaj Siapkan Skema Layanan Baru

    MAKKAH, SALAMRADIO.ID — Di balik persiapan besar penyelenggaraan Haji 2026, ada satu hal yang tak bisa dipandang sepele: kesehatan jemaah. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, turun langsung meninjau kesiapan mitra pelayanan kesehatan haji di Makkah guna memastikan perlindungan maksimal bagi jemaah Indonesia.

    Dalam kunjungannya, Dahnil meninjau Saudi German Hospital, rumah sakit yang akan berkolaborasi dengan Pusat Kesehatan Haji serta para petugas kesehatan haji Indonesia dalam memberikan pelayanan medis selama musim haji berlangsung.

    Menurut Dahnil, isu kesehatan selalu menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama karena tingginya jumlah jemaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi. Ia mengungkapkan, sekitar 25 persen jemaah haji Indonesia merupakan lansia, sementara 177 ribu lainnya masuk kategori risiko kesehatan tinggi.

    “Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun. Karena itu, model pelayanan kesehatan harus banyak berubah,” ujar Dahnil, Minggu (29/3/2026).

    Sebagai langkah konkret, pemerintah menyiapkan penguatan layanan melalui klinik satelit di sektor-sektor pemondokan jemaah, serta menghadirkan mobile clinic di wilayah Armuzna—Arafah, Muzdalifah, dan Mina—yang menjadi titik krusial saat puncak ibadah haji.

    Langkah ini dinilai penting karena ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga perjalanan fisik yang menuntut daya tahan tinggi, terutama bagi jemaah lansia. Kehadiran layanan kesehatan yang cepat, dekat, dan responsif menjadi bentuk nyata pelindungan negara terhadap para tamu Allah.

    Tak hanya di Arab Saudi, penguatan layanan juga akan dilakukan di Tanah Air melalui penyediaan klinik permanen di asrama haji yang akan beroperasi sepanjang tahun, termasuk untuk melayani jemaah umrah. Sementara di Arab Saudi, penguatan akan ditopang oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

    Dengan langkah ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap jemaah Indonesia dapat menunaikan ibadah dengan aman, sehat, dan penuh kenyamanan.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj RI
    Pewarta: Hebatdiki | salamradio.id

  • Saat Dunia Bergejolak, Haji 2026 Diharapkan Jadi Pesan Damai untuk Umat Manusia

    Saat Dunia Bergejolak, Haji 2026 Diharapkan Jadi Pesan Damai untuk Umat Manusia

    ARAB SAUDI, SALAMRADIO.ID — Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, kabar menenangkan datang bagi calon jemaah haji Indonesia. Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan Haji 2026 tetap berjalan lancar dan sesuai rencana.

    Kepastian itu disampaikan saat Wamenhaj mengawali kunjungan kerjanya di Arab Saudi. Ia menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan hambatan berarti, baik dari sisi kesiapan Indonesia maupun dukungan otoritas Arab Saudi. Sesuai jadwal, keberangkatan perdana jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026.

    “Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan, baik dari sisi Indonesia maupun pihak Arab Saudi,” ujar Dahnil, Ahad (29/3/2026).

    Pernyataan ini menjadi angin segar bagi jutaan keluarga Indonesia yang menanti pelaksanaan ibadah haji dengan penuh harap dan doa. Di tengah kekhawatiran global, pemerintah berupaya memberi kepastian bahwa ibadah suci ini tetap disiapkan secara maksimal agar para jemaah dapat berangkat dengan rasa aman dan tenang.

    Tak hanya soal teknis, Wamenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran seluruh proses penyelenggaraan haji tahun ini. Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga membawa pesan besar tentang perdamaian, kesetaraan, dan kemanusiaan.

    Di tengah konflik yang masih membayangi sejumlah wilayah dunia, Dahnil menilai haji harus menjadi simbol persatuan umat manusia tanpa membedakan bangsa, ras, maupun latar belakang sosial.

    “Haji harus menjadi instrumen untuk menghadirkan perdamaian dan keselamatan bagi seluruh umat manusia,” tegasnya.

    Ia juga berharap upaya diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat ikut memperkuat dialog global demi terciptanya perdamaian dunia.

    Dengan harapan besar itu, penyelenggaraan Haji 2026 tak hanya diharapkan sukses secara operasional, tetapi juga menjadi momentum spiritual yang meneguhkan nilai damai bagi dunia.

    Sumber: Kementerian Haji dan Umrah RI
    Pewarta: Hebatdiki | salamradio.id

  • 2.248 Jemaah Umrah Dipulangkan dalam Dua Hari, Kemenhaj Perketat Pengawasan di Tengah Eskalasi Timur Tengah

    2.248 Jemaah Umrah Dipulangkan dalam Dua Hari, Kemenhaj Perketat Pengawasan di Tengah Eskalasi Timur Tengah

    SALAMRADIO.ID Jeddah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) mempercepat proses pemulangan jemaah umrah di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Dalam dua hari pemantauan intensif pada 15–16 Maret 2026, sebanyak 2.248 jemaah umrah Indonesia berhasil difasilitasi kembali ke Tanah Air melalui bandara utama di Arab Saudi.

    Pemulangan dilakukan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz dan Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz dengan melibatkan berbagai maskapai, mulai dari Garuda Indonesia hingga maskapai internasional seperti Emirates dan Qatar Airways.

    Berdasarkan laporan lapangan, pada 15 Maret tercatat 541 jemaah telah dipulangkan. Angka ini melonjak signifikan keesokan harinya, dengan 1.707 jemaah kembali ke Indonesia. Peningkatan ini menunjukkan optimalisasi koordinasi lintas sektor yang dilakukan pemerintah melalui Kantor Urusan Haji di Jeddah.

    Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kelancaran transportasi, tetapi juga memastikan perlindungan menyeluruh bagi jemaah.

    “Pengawasan kami mencakup seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi hingga penanganan kendala di lapangan, terutama pasca insiden tertentu yang berdampak pada kenyamanan jemaah,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

    Secara kumulatif, sejak 28 Februari hingga 16 Maret 2026, sebanyak 28.170 jemaah umrah Indonesia telah dipantau dan difasilitasi kepulangannya melalui berbagai penerbangan dari Jeddah dan Madinah. Angka ini mencerminkan skala besar mobilitas jemaah sekaligus kompleksitas penanganan di tengah dinamika geopolitik kawasan.

    Kemenhaj juga mengingatkan seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk tetap profesional dan bertanggung jawab penuh terhadap hak-hak jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan. Sementara itu, jemaah diimbau tetap tenang dan aktif melaporkan kendala melalui saluran resmi.

    Langkah cepat ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan jemaah sekaligus memastikan layanan ibadah tetap berjalan aman, tertib, dan terkoordinasi di tengah situasi global yang tidak menentu.

    Sumber : Biro Humas Kementrian Haji dan Umrah RI
    Pewarta: Hebatdiki | salamradio.id

  • Komitmen Kemenhaj Wujudkan Haji Inklusif bagi Lansia, Disabilitas, dan Perempuan

    Komitmen Kemenhaj Wujudkan Haji Inklusif bagi Lansia, Disabilitas, dan Perempuan

    SALAMRADIO.ID Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh jemaah Indonesia, termasuk lansia, perempuan, serta penyandang disabilitas. Komitmen tersebut disampaikan dalam forum diseminasi hasil pemantauan haji inklusif yang digelar oleh Komisi Nasional Disabilitas di Jakarta, Jumat (13/3).

    Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, menegaskan bahwa ibadah haji merupakan hak seluruh umat Islam tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab memastikan setiap jemaah memperoleh layanan yang aman, manusiawi, dan mudah diakses.

    “Haji adalah hak dan kewajiban bagi seluruh umat muslim, tidak terkendala suku, bangsa, maupun kondisinya,” ujar Puji Raharjo.

    Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat regulasi dan kebijakan untuk memastikan layanan haji yang semakin ramah bagi kelompok rentan, termasuk lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan standar layanan, penyediaan fasilitas aksesibel, serta penguatan koordinasi dengan berbagai organisasi disabilitas.

    “Kami terus memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga agar pelayanan jemaah haji ke depan semakin inklusif dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh jemaah Indonesia,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Dante Rigmalia, mengapresiasi langkah cepat Kemenhaj dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi terkait pelayanan bagi jemaah disabilitas. Ia menyebut sejumlah perbaikan layanan sudah terlihat dalam penyelenggaraan haji sebelumnya, termasuk penyediaan konsumsi yang lebih ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas.

    Namun demikian, Dante menilai masih diperlukan penguatan pada aspek pendampingan khusus bagi jemaah disabilitas selama menjalankan rangkaian ibadah haji, terutama bagi mereka yang membutuhkan kursi roda agar tetap bersama pendampingnya.

    Forum ini juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari kementerian, lembaga, serta organisasi penyandang disabilitas. Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap transformasi layanan haji Indonesia dapat terus berkembang menuju sistem penyelenggaraan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi seluruh jemaah.

    Sumber: Kemenhaj RI
    Pewarta: Hebatdiki | salamradio.id