SALAMRADIO.ID., Madinah — Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan panjang penuh harap dan doa. Hal inilah yang dirasakan Andry Suharto, jemaah haji asal JKG Kloter 4, yang akhirnya berangkat pada musim haji 2026 setelah menunggu selama 13 tahun.
Andry mendaftar sejak Agustus 2013 dengan satu tujuan utama: menyempurnakan rukun Islam yang kelima. Baginya, ibadah haji adalah cita-cita setiap muslim yang harus diperjuangkan dengan kesabaran dan keyakinan. Selama masa penantian, ia terus mempersiapkan diri, mulai dari menjaga kesehatan fisik hingga menabung secara bertahap untuk biaya perjalanan haji.
Momen paling membekas baginya adalah saat menerima kabar keberangkatan. Rasa haru dan bahagia tak terbendung. Doa-doa yang selama ini ia panjatkan dalam setiap salat akhirnya terjawab, menjadikan penantian panjang itu terasa sangat bermakna.
Dari sisi pelayanan, Andry menilai proses administrasi berjalan mudah dan tidak berbelit. Pembinaan manasik haji juga dinilai baik, dengan koordinasi yang solid antara penyelenggara dan jemaah. Pelayanan di embarkasi hingga bandara pun cukup sigap, sehingga jemaah tidak perlu menunggu lama.
Namun demikian, ia juga memberikan catatan. Secara keseluruhan, pelayanan haji 2026 dinilainya sudah mencapai 85 persen baik. Meski begitu, terdapat kendala pada penempatan hotel di Madinah yang tidak sepenuhnya sesuai dengan informasi awal di Indonesia. Selain itu, kapasitas kamar yang terbatas dengan jumlah penghuni hingga lima orang membuat ruang terasa sempit, terutama untuk menyimpan koper besar.
Ke depan, Andry berharap pemerintah dapat memperbaiki aspek akomodasi agar jemaah mendapatkan kenyamanan yang lebih baik selama menjalankan ibadah. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, pelayanan haji Indonesia diharapkan semakin optimal, sehingga setiap jemaah dapat beribadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk.
pewarta : hebatdiki
