Category: Sapa Haji Indonesia

  • Jamaah Tunanetra Asal Sinjai Diabadikan Jadi Nama Masjid di Arab Saudi, Menhaj Gus Irfan Sambut Pelukan di Makassar

    Jamaah Tunanetra Asal Sinjai Diabadikan Jadi Nama Masjid di Arab Saudi, Menhaj Gus Irfan Sambut Pelukan di Makassar

    SALAMRADIO.ID, Makassar — Momen penuh haru mewarnai kedatangan jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 17 Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Minggu (14/6/2026). Salah satu jamaah yang menjadi perhatian adalah Saifuddin HM Abd Muin Saideng, jamaah tunanetra asal Kabupaten Sinjai yang baru kembali dari Arab Saudi.

    Setibanya di Makassar, Saifuddin mendapat sambutan hangat dari Menteri Haji dan Umrah RI, M. Irfan Yusuf. Pertemuan keduanya berlangsung emosional ketika sang menteri memeluk Saifuddin sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan keteguhannya selama menjalankan ibadah haji.

    Saifuddin diketahui menerima penghargaan khusus selama berada di Tanah Suci. Pemerintah Arab Saudi mengabadikan namanya untuk pembangunan sebuah masjid sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat ibadah yang ditunjukkannya meski memiliki keterbatasan penglihatan.

    Pria yang sehari-hari mengemban amanah sebagai imam masjid di Sinjai itu mengaku bersyukur dan bahagia atas pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

    “Alhamdulillah sangat senang. Tidak ada yang memberatkan selama menjalankan ibadah haji,” ujar Saifuddin saat ditemui di Asrama Haji Sudiang.

    Ia mengaku terkejut ketika mengetahui namanya dipilih untuk diabadikan dalam proyek pembangunan masjid tersebut.

    “Saya sangat senang sekali. Tidak pernah menyangka nama saya digunakan untuk pembangunan masjid,” katanya.

    Menurut Saifuddin, informasi mengenai penghargaan itu diterimanya setelah dipanggil oleh petugas saat berada di Arab Saudi.

    Di balik rasa syukur tersebut, Saifuddin menyimpan harapan yang terus dipanjatkannya selama berada di Tanah Suci. Ia berdoa agar suatu hari nanti diberikan kesempatan untuk kembali melihat.

    “Doa saya di sana, semoga suatu saat bisa melihat,” ungkapnya.

    Meski mengalami keterbatasan penglihatan, Saifuddin tetap berkomitmen melanjutkan pengabdiannya sebagai imam masjid setelah kembali ke kampung halamannya. “Insya Allah tetap menjadi imam,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

    Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, M. Irfan Yusuf, mengatakan penghargaan yang diterima Saifuddin menjadi bukti perhatian terhadap jamaah berkebutuhan khusus selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

    Menurutnya, apresiasi tersebut juga mencerminkan kepedulian Pemerintah Arab Saudi terhadap jamaah yang menunjukkan keteladanan dan semangat beribadah. Ia menambahkan, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada tiga kelompok jamaah pada musim haji 2026, yakni jamaah perempuan, jamaah lanjut usia, dan jamaah berkebutuhan khusus, agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lebih nyaman dan aman.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • 85.290 Jemaah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ajak Jaga Kepedulian

    85.290 Jemaah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ajak Jaga Kepedulian

    SALAMRADIO.ID, Makkah (Kemenhaj) — Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-55. Hingga hari ketiga belas masa kepulangan jemaah haji Indonesia, sebanyak 85.290 jemaah dan petugas atau sekitar 41,7 persen dari total jemaah haji Indonesia telah tiba kembali di tanah air.

    Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, mengatakan bahwa proses pemulangan jemaah terus berjalan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan bagi seluruh jemaah.

    “Alhamdulillah, proses kepulangan jemaah hingga saat ini berlangsung dengan baik. Kami terus memastikan layanan pemulangan berjalan optimal agar seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan selamat hingga kloter terakhir,” ujar Ichsan Marsha di Makkah, Ahad (14/6).

    Hingga hari ini, sebanyak 222 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Jeddah dengan jumlah 86.378 jemaah dan 885 petugas. Dengan demikian, total yang telah dipulangkan dari Arab Saudi mencapai 87.263 orang.

    Sementara itu, jumlah jemaah dan petugas yang telah tiba di Indonesia mencapai 217 kloter, terdiri atas 84.425 jemaah dan 865 petugas, sehingga total kedatangan mencapai 85.290 orang.

    Adapun pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter dengan 46.017 jemaah dan 480 petugas telah diberangkatkan ke Madinah. Total jemaah dan petugas yang telah bergerak dari Makkah ke Madinah mencapai 46.497 orang.

    Untuk jemaah haji khusus, hingga hari ini tercatat sebanyak 15.802 orang telah kembali ke tanah air, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

    Pada kesempatan tersebut, Ichsan Marsha mengajak seluruh jemaah yang telah kembali ke Indonesia untuk menjaga semangat kepedulian dan kebersamaan yang tumbuh selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

    “Selama berhaji, kita menyaksikan banyak keteladanan dari para jemaah. Ada yang membantu lansia, mendampingi jemaah yang kelelahan, berbagi kebutuhan, hingga saling menguatkan dalam menjalankan ibadah. Semangat kepedulian seperti inilah yang perlu terus dijaga setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” katanya.

    Menurut Ichsan, haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga proses pembelajaran untuk memperkuat nilai persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian sosial.

    “Kami berharap nilai-nilai kebaikan yang tumbuh selama di Tanah Suci dapat terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian kepada sesama merupakan salah satu wujud nyata dari kemabruran haji yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tandasnya.

    Kemenhaj terus berkomitmen memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke daerah masing-masing dengan selamat.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Menhaj: Asrama Haji Makassar Harus Jadi Model Layanan Haji Indonesia Timur

    Menhaj: Asrama Haji Makassar Harus Jadi Model Layanan Haji Indonesia Timur

    SALAMRADIO.ID, Makassar (Kemenhaj) — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan pentingnya penguatan kualitas layanan haji dari hulu hingga hilir dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Hal itu disampaikan saat menghadiri Evaluasi Layanan Embarkasi dan Debarkasi Ujung Pandang (UPG) serta Pembinaan ASN Kementerian Haji dan Umrah di Makassar, Sulawesi Selatan.

    Menurut Menhaj, Asrama Haji Makassar memiliki peran strategis sebagai gerbang layanan haji bagi kawasan Indonesia Timur. Karena itu, seluruh proses layanan harus dikelola secara profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

    "Asrama Haji Makassar harus menjadi model layanan haji Indonesia Timur. Semua proses harus tertata sejak jemaah masuk asrama, berangkat ke bandara, terbang ke Tanah Suci, hingga kembali ke daerah asal dengan aman, nyaman, dan bermartabat," tegas Menhaj.

    Menhaj menekankan bahwa evaluasi penyelenggaraan haji tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus menyentuh langsung pengalaman layanan yang dirasakan jemaah. Mulai dari layanan di Asrama Haji Sudiang, pemeriksaan dokumen, kesehatan, konsumsi, pengelolaan bagasi, transportasi, layanan bagi lansia dan penyandang disabilitas, hingga proses pemulangan jemaah ke daerah asal.

    "Ukuran keberhasilan layanan itu sederhana. Jemaah merasa aman, terlayani dengan baik, dan tidak mengalami kebingungan pada setiap tahapan perjalanan hajinya," ujar Menhaj.

    Menhaj juga meminta agar sistem pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi dibangun secara terintegrasi. Materi pelatihan harus mencakup alur layanan, penanganan krisis kesehatan, perlindungan jemaah, komunikasi publik, layanan lansia, koordinasi bandara, CIQ, Makkah Route, penggunaan Nusuk, hingga sistem pelaporan digital.

    Selain itu, Menhaj menegaskan pentingnya reformasi tata kelola rekrutmen petugas haji. Menurutnya, ke depan proses seleksi PPIH Kloter maupun Petugas Haji Daerah (PHD) harus berbasis kompetensi, integritas, kesehatan, pengalaman pelayanan, dan kemampuan bekerja dalam situasi tekanan tinggi.

    "Petugas haji bukan ruang titipan. Petugas haji adalah amanah pelayanan yang harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab," tegasnya.

    Kemenhaj terus memperkuat peran Petugas Haji Daerah (PHD) sebagai pendamping utama jemaah dari daerah masing-masing. PHD diharapkan memahami kondisi dan kebutuhan jemaah yang didampingi, khususnya lansia dan kelompok rentan, serta menjadi penghubung yang efektif antara jemaah, kloter, dan pemerintah daerah.

    Pada saat yang sama, Kemenhaj menekankan pentingnya penguatan fungsi PPIH Kloter sebagai garda terdepan pelayanan. Ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan PHD harus bekerja dalam satu sistem komando pelayanan guna memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan yang optimal selama menjalankan ibadah.

    Di bidang kesehatan, Kemenhaj terus memperkuat implementasi prinsip istithaah kesehatan sebagai bagian dari perlindungan jemaah. Kesiapan kesehatan jemaah harus dipastikan sejak sebelum memasuki asrama haji, termasuk melalui pemantauan terhadap jemaah risiko tinggi, lansia, penyandang disabilitas, maupun jemaah dengan penyakit kronis.

    Kemenhaj menegaskan bahwa istithaah kesehatan tidak hanya merupakan persyaratan administratif, tetapi instrumen penting untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan selamat.

    Selain itu, Kemenhaj berkomitmen memperkuat integritas layanan dan menutup ruang bagi berbagai bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan haji, termasuk praktik badal haji dan dam yang tidak sesuai ketentuan, pungutan tidak resmi, manipulasi data, maupun praktik perantara yang merugikan jemaah.

    Melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengawasan yang lebih efektif, Kemenhaj terus berupaya menghadirkan layanan haji yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan serta kepuasan jemaah Indonesia.

    Evaluasi layanan dan pembinaan ASN di Sulawesi Selatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Kemenhaj dalam membangun ekosistem penyelenggaraan haji yang semakin modern, terintegrasi, dan terpercaya.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj
    Pewarta: Hebatdiki

  • Jemaah Haji Khusus 2026 Tiba di Tanah Air, Disambut Haru Keluarga dan Manajemen Travel

    Jemaah Haji Khusus 2026 Tiba di Tanah Air, Disambut Haru Keluarga dan Manajemen Travel

    SALAMRADIO.ID, TANGERANG — Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti kedatangan jemaah haji khusus 2026 dari Konsorsium Sari Ramada Arafah dan Gaido Travel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (13/6/2026). Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji selama 25 hari di Tanah Suci, para jemaah akhirnya kembali ke Indonesia dan disambut hangat oleh keluarga, jajaran direksi, serta karyawan kedua penyelenggara perjalanan haji tersebut.

    Penyambutan berlangsung di Lounge Haji dan Umrah Bandara Soekarno-Hatta dengan suasana penuh kekeluargaan. Tangis bahagia dan pelukan hangat mewarnai pertemuan kembali para jemaah dengan keluarga yang telah menanti kepulangan mereka.

    Direktur Utama Gaido Travel, Muhammad Ghazi, mengatakan bahwa penyambutan kepulangan jemaah merupakan bagian dari standar pelayanan yang selalu dijalankan setiap musim haji.

    “Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji khusus, mulai dari keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kembali bertemu keluarga di Indonesia,” ujar Ghazi.

    Acara diawali dengan tausiah yang disampaikan Founder Gaido Group sekaligus pembimbing ibadah haji konsorsium, Hasan Gaido. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman dan kesempatan menjadi tamu Allah SWT melalui ibadah haji.

    Menurut Hasan Gaido, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak terlepas dari kekompakan antara jemaah dan petugas selama menjalani seluruh rangkaian ibadah di Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga Madinah.

    “Alhamdulillah seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan memberikan predikat haji mabrur. Haji mabrur terkoneksi dengan kebaikan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Amirul Hajj Konsorsium sekaligus Direktur Utama Sari Ramada Arafah, H.M. Acung Wahyu, mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai haji setelah kembali ke tengah masyarakat. Ia mengajak para jemaah untuk terus menebarkan salam, memperbanyak sedekah, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

    Perwakilan jemaah sekaligus Ketua Alumni Haji 2026, H. Akhmad Saikhu Hasyim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah mendampingi dan melayani jemaah selama berada di Arab Saudi. Ia mengaku merasakan pelayanan yang optimal sejak keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.

    Sebagai bentuk apresiasi, seluruh jemaah menerima sertifikat haji dari travel, sertifikat Nusuk, serta sertifikat pembayaran dam haji tamattu’. Acara ditutup dengan saling bersalaman dan berpelukan diiringi lantunan Sholawat Badar. Para jemaah pun kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat baru untuk menjaga kemabruran haji dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.

    Pewarta: Hebatdiki

  • Petugas Haji Indonesia Pastikan Kepulangan Jemaah Lancar, Masalah Kelebihan Bagasi Berhasil Ditangani

    Petugas Haji Indonesia Pastikan Kepulangan Jemaah Lancar, Masalah Kelebihan Bagasi Berhasil Ditangani

    SALAMRADIO.ID, Jeddah – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan lancar dan kondusif. Memasuki fase kepulangan gelombang pertama, petugas haji Indonesia tetap menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah di Bandara Internasional Jeddah.

    Berbagai layanan mulai dari pendampingan keberangkatan, pemeriksaan dokumen perjalanan, pengaturan transportasi, hingga penanganan barang bawaan jemaah terus dilakukan secara optimal. Kehadiran petugas di setiap titik layanan menjadi bagian penting dalam memastikan para tamu Allah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan berarti.

    Petugas Haji Indonesia pada tugas dan fungsi (tusi) transportasi, H. Edo Murtado, mengatakan bahwa secara umum proses pemulangan jemaah berlangsung dengan baik. Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan kendala berat yang dapat mengganggu jadwal penerbangan jemaah menuju Indonesia.

    “Semua berjalan dengan kondusif tanpa ada kendala berat kecuali masalah bobot koper jemaah yang berlebih tetapi sudah bisa kami tangani dengan baik, jemaah bisa melanjutkan penerbangan ke Tanah Air,” ujar Edo Murtado saat memberikan keterangan di Bandara Internasional Jeddah.

    Ia menjelaskan bahwa persoalan kelebihan berat koper menjadi salah satu tantangan yang cukup sering ditemui selama fase kepulangan. Banyak jemaah membawa oleh-oleh dan barang tambahan yang menyebabkan bobot bagasi melebihi ketentuan maskapai penerbangan. Namun, melalui koordinasi yang cepat antara petugas haji, maskapai, dan jemaah, permasalahan tersebut dapat diselesaikan tanpa menghambat proses keberangkatan.

    Petugas juga secara aktif memberikan edukasi kepada jemaah terkait aturan bagasi agar proses check-in dapat berlangsung lebih cepat dan tertib. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kelancaran operasional pemulangan jemaah haji Indonesia.

    Di tengah padatnya aktivitas bandara, semangat pelayanan para petugas tetap terjaga. Mereka terus mendampingi jemaah, terutama lansia dan kelompok rentan, agar dapat menjalani seluruh proses kepulangan dengan nyaman. Sikap ramah, responsif, dan sigap yang ditunjukkan petugas mendapat apresiasi dari banyak jemaah yang merasa terbantu selama perjalanan pulang.

    Fase pemulangan jemaah haji merupakan salah satu tahapan krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Oleh karena itu, Kementerian Agama bersama seluruh petugas haji terus berupaya memberikan pelayanan maksimal hingga jemaah tiba kembali di kampung halaman masing-masing.

    Dengan koordinasi yang solid dan pelayanan yang humanis, proses kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi hingga saat ini berjalan aman, tertib, dan lancar. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta membawa pengalaman spiritual yang berkesan setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

    Pewarta: Hebatdiki

  • Kloter SUB 49 Tinggalkan Tanah Suci dengan Sukacita, Apresiasi Pelayanan Haji Pemerintah Indonesia

    Kloter SUB 49 Tinggalkan Tanah Suci dengan Sukacita, Apresiasi Pelayanan Haji Pemerintah Indonesia

    SALAMRADIO.ID, Jeddah – Suasana haru dan bahagia menyelimuti jemaah haji Kloter SUB 49 menjelang kepulangan mereka ke Tanah Air. Pada Jumat (12/06/2026) pukul 18.05 Waktu Arab Saudi (WAS), rombongan jemaah asal Embarkasi Surabaya tersebut dijadwalkan meninggalkan Arab Saudi setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.

    Kepulangan jemaah berlangsung dalam kondisi tertib dan penuh rasa syukur. Sejak fase puncak haji hingga menjelang keberangkatan pulang, petugas haji Indonesia terus mengoptimalkan pelayanan untuk memastikan seluruh kebutuhan jemaah terpenuhi dengan baik.

    Berbagai layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pendampingan kesehatan dan perlindungan jemaah terus diberikan secara maksimal. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, dan humanis bagi para tamu Allah.

    Salah satu jemaah Kloter SUB 49, Yayuk Yeni, mengaku sangat bersyukur atas pelayanan yang diterimanya selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, perhatian dan pendampingan yang diberikan petugas haji membuat jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

    Yayuk Yeni mengapresiasi pelayanan haji Pemerintah Indonesia

    “Terima kasih atas segala pelayanan yang diberikan pemerintah yang sangat istimewa untuk kami,” ungkap Yayuk Yeni dengan penuh rasa haru.

    Ucapan apresiasi tersebut menjadi gambaran kepuasan jemaah terhadap berbagai layanan yang diberikan selama musim haji. Tidak hanya membantu kebutuhan teknis perjalanan ibadah, para petugas juga hadir memberikan dukungan moral dan bantuan ketika jemaah menghadapi berbagai kendala di lapangan.

    Menjelang proses pemulangan, petugas haji terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna memastikan kelancaran keberangkatan jemaah menuju bandara dan proses penerbangan ke Indonesia. Sosialisasi terkait barang bawaan, jadwal keberangkatan, serta prosedur kepulangan juga terus dilakukan agar seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan nyaman.

    Kepulangan Kloter SUB 49 menjadi bagian dari fase akhir operasional haji 1447 H/2026 M. Dengan membawa pengalaman spiritual yang mendalam, para jemaah diharapkan dapat kembali ke tengah keluarga dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.

    Pewarta: Hebatdiki

  • 69.388 Jemaah Haji Tiba, Kemenhaj Dorong Sukses Peradaban melalui Kemabruran Haji

    69.388 Jemaah Haji Tiba, Kemenhaj Dorong Sukses Peradaban melalui Kemabruran Haji

    SALAMRADIO.ID, Makkah (Kemenhaj) — Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-53. Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan bagi seluruh jemaah.

    Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa hingga hari kesebelas masa pemulangan, proses kepulangan jemaah berjalan sesuai rencana.

    “Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berlangsung dengan lancar. Hingga hari ini, sebanyak 187 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Jeddah dengan jumlah 72.825 jemaah dan 747 petugas. Dengan demikian, total yang telah dipulangkan mencapai 73.572 orang,” ujar Ichsan di Makkah pada (12/6).

    Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut sebanyak 176 kloter telah tiba di Indonesia dengan total 68.686 jemaah dan 702 petugas. Dengan demikian, jumlah kedatangan di Tanah Air hingga saat ini mencapai 69.388 orang.

    Selain itu, proses pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 88 kloter dengan jumlah 33.820 jemaah dan 352 petugas telah diberangkatkan menuju Madinah, atau total sebanyak 34.172 orang.

    Sementara itu, jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia sampai dengan hari ini tercatat sebanyak 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

    Menurut Ichsan, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari lancarnya pelaksanaan ibadah dan operasional pemulangan jemaah, tetapi juga dari nilai-nilai kemabruran yang terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Haji merupakan perjalanan spiritual yang diharapkan melahirkan perubahan diri yang nyata. Karena itu, kemabruran haji harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong, serta kontribusi positif bagi lingkungan. Dari sinilah lahir sukses peradaban yang menjadi salah satu cita-cita besar penyelenggaraan haji Indonesia,” ujar Ichsan.

    Ia juga kembali mengingatkan seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah melalui debarkasi setibanya di Indonesia sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

    “Air zamzam yang menjadi hak jemaah telah disiapkan dan akan diterima setibanya di Tanah Air. Karena itu kami mengimbau seluruh jemaah untuk tidak menyimpan air zamzam di dalam koper guna menghindari kendala dalam proses pemeriksaan dan penerbangan,” tegasnya.

    Selain itu, jemaah yang masih berada di Arab Saudi diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama jemaah selama menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air. Cuaca yang masih panas memerlukan perhatian bersama agar seluruh jemaah dapat menjalani sisa perjalanan ibadah dengan aman dan nyaman.

    “Kami mengajak seluruh jemaah untuk saling menjaga dan saling membantu. Jika melihat ada jemaah yang membutuhkan bantuan, terutama lansia, penyandang disabilitas, atau jemaah yang sedang kurang sehat, jangan ragu untuk memberikan perhatian dan pertolongan. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh selama berhaji merupakan bagian penting dari kemabruran yang harus terus dijaga,” katanya.

    Menutup keterangannya, Ichsan mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan nilai-nilai haji sebagai bekal dalam kehidupan setelah kembali ke Tanah Air.

    “Perjalanan haji memang telah usai, tetapi pengabdian sebagai haji mabrur baru dimulai. Sukses peradaban dimulai dari hal-hal sederhana, seperti kepedulian kepada sesama, saling menghormati, menjaga ketertiban, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Nilai-nilai inilah yang kami harapkan terus hidup, baik selama jemaah masih berada di Tanah Suci maupun setelah kembali ke Indonesia. Dengan demikian, kemabruran haji tidak hanya dirasakan oleh pribadi masing-masing, tetapi juga membawa kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban yang lebih baik,” pungkasnya.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj

    Pewarta: Hebatdiki

  • Di Tengah Duka Mendalam, Petugas Haji Ini Tetap Bertugas: Wamenhaj Datang Menguatkan Keluarga

    Di Tengah Duka Mendalam, Petugas Haji Ini Tetap Bertugas: Wamenhaj Datang Menguatkan Keluarga

    SALAMRADIO.ID, Jeddah — Berita duka tengah melanda keluarga besar Muhaimin, seorang petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari unit Media Center Haji (MCH). Di tengah dedikasinya melayani para "Tamu Allah" di Tanah Suci, ia harus menerima kenyataan pahit atas kepergian sang istri tercinta, Diana Maf'ula, yang meninggal dunia setelah sempat berjuang melawan sakit.

    Lantaran tengah mengemban amanah negara yang belum usai, pria yang akrab disapa Cak Imin itu harus menahan rindu dan kepedihan karena belum dapat pulang untuk mendampingi langsung proses pemakaman sang istri di Malang, Jawa Timur.

    Sebagai bentuk penghormatan dan empati yang mendalam, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah bertakziah langsung ke rumah duka di Malang pada Jumat (12/6/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan moral dan pelipur lara bagi anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan.

    Menyapa via Panggilan Video

    Di sela-sela momen takziah tersebut, Wamenhaj Dahnil menyempatkan diri untuk terhubung langsung dengan Cak Imin melalui sambungan panggilan video (video call). Saat itu, Cak Imin tengah beristirahat di akomodasi petugas haji di Hotel Ashil, Jeddah.

    Senyum ketegaran terpancar dari wajah Cak Imin saat melihat pimpinan tertingginya hadir memberikan doa secara langsung di ruang tamu rumahnya.

    "Kehadiran Pak Wamen beserta para pimpinan Kemenhaj (ke rumah) ini menjadi penghibur bagi kami. Ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kami, anak kami, keluarga kami. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi kami," ungkap Cak Imin.

    Bagi Cak Imin, keikhlasan mendiang istrinya melepas sang suami bertugas ke Tanah Suci adalah wujud nyata dari pengorbanan keluarganya. Perhatian dari kementerian ini dianggapnya sebagai sebuah kehormatan yang semakin membulatkan tekadnya untuk menuntaskan amanah hingga akhir masa operasional.

    Kisah Badal Umrah: "Sa'i Selesai, Pemakaman Selesai"

    Dalam perbincangan hangat tersebut, Wamenhaj sempat menanyakan apakah Cak Imin sudah mem-badal-kan (menggantikan ibadah) umrah untuk almarhumah istrinya. Dengan suara yang sedikit bergetar namun tegar, Cak Imin membagikan momen spiritual yang dialaminya.

    Pada Rabu (10/6/2026) pagi waktu Arab Saudi, Cak Imin sempat meminta izin kepada pimpinannya di MCH untuk berangkat ke Masjidil Haram. Niat awalnya adalah murni untuk memanjatkan doa kesembuhan di depan Ka'bah, lantaran sang istri baru saja dikabarkan masuk ruang Intensive Care Unit (ICU).

    Namun, manusia hanya bisa berencana. "Ketika di tengah perjalanan, kemudian mendapat kabar kalau istri sudah tiada," kenangnya.

    Alih-alih larut dalam keputusasaan dan kembali ke hotel, Cak Imin memantapkan langkahnya. Ia segera singgah di Masjid Tan'im (salah satu batas miqat) untuk meluruskan niat melakukan badal umrah yang dihajatkan khusus bagi almarhumah.

    Ada sinkronisasi waktu yang begitu menggetarkan hati saat ia menunaikan rukun-rukun umrah tersebut dari Makkah, bersamaan dengan prosesi pemakaman istrinya di Malang.

    "Ketika saya melaksanakan badal umrah, juga pas istri lagi diproses sampai dengan penguburan. Alhamdulillah, sa'i selesai, penguburan (di Malang) selesai. Insyaallah tugas saya sebagai suami sudah paripurna," tutur Cak Imin menahan haru.

    Ia pun membagikan satu impian yang belum sempat terwujud. Rencana awalnya, setelah tugas negara ini purna, ia ingin sekali mengajak sang istri kembali ke Tanah Suci untuk umrah dan berziarah ke Makkah dan Madinah bersama-sama. "Tapi ya, takdir berkata lain, Pak Wamen. Allah lebih sayang," ucapnya ikhlas.

    Kini, berbekal doa dan ketegaran dari keluarganya di Tanah Air, Cak Imin berkomitmen untuk tidak mundur satu langkah pun. Ia dijadwalkan akan tetap ikut bergeser ke Madinah pada 16 Juni mendatang untuk mengawal kepulangan jemaah gelombang kedua, dan baru akan kembali ke Indonesia pada penerbangan kloter terakhir petugas Daker Bandara, yakni pada 2 Juli 2026.

    "Sehat-sehat ya, Mas," ucap Wamenhaj Dahnil mengakhiri panggilan, menutup interaksi yang membuktikan besarnya pengorbanan seorang petugas haji di lapangan.

    Pewarta: Hebatdiki

  • Inspektorat Kemenhaj Warning Petugas Haji: Jangan Kendur, Layanan Jemaah Belum Selesai!

    Inspektorat Kemenhaj Warning Petugas Haji: Jangan Kendur, Layanan Jemaah Belum Selesai!

    SALAMRADIO.ID, Makkah – Inspektorat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan seluruh petugas haji Indonesia untuk tetap menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah hingga berakhirnya seluruh rangkaian operasional haji 1447 H/2026 M.

    Pesan tersebut disampaikan Inspektur Wilayah III Kementerian Haji dan Umrah, Mulyadi Nurdin, di Makkah, Jumat (12/6/2026). Menurutnya, tugas petugas haji belum berakhir meski puncak ibadah haji telah dilalui.

    “Layanan baru dinyatakan selesai setelah jemaah haji terakhir kembali ke Tanah Air dan tiba di rumahnya masing-masing,” tegas Mulyadi.

    Ia menjelaskan, Inspektorat Kemenhaj akan terus melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap seluruh layanan jemaah hingga musim haji berakhir. Bahkan, pengawasan ditingkatkan untuk memastikan tidak ada pihak yang lengah setelah fase puncak haji selesai.

    Pengawasan tersebut berada di bawah koordinasi langsung Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi. Fokus pengawasan mencakup seluruh aspek pelayanan, mulai dari layanan syarikah, Dhuyuful Bait (Al Bait Guests), Rakeen Masyariq, konsumsi, akomodasi, hingga transportasi.

    Mulyadi menegaskan seluruh penyedia layanan wajib mematuhi kontrak yang telah disepakati. Standar pelayanan hotel, transportasi, dan konsumsi harus tetap terjaga, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun cita rasa makanan yang disajikan kepada jemaah.

    Tim Inspektorat, lanjutnya, secara maraton melakukan inspeksi ke berbagai titik layanan, termasuk hotel, armada transportasi, dapur katering, hingga pabrik produksi makanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan haji berlangsung transparan, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan jemaah.

    “Saat ini kondisi di Makkah dan Madinah mulai landai, tetapi petugas jangan lengah sedikit pun,” ujarnya.

    Selain kualitas layanan, Inspektorat juga menyoroti pentingnya integritas seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji. Mulyadi mengingatkan agar tidak ada praktik gratifikasi maupun penyimpangan dalam bentuk apa pun.

    Sejalan dengan arahan Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak, Kemenhaj menerapkan prinsip zero tolerance terhadap penyelewengan selama proses penyelenggaraan haji.

    Menurut Mulyadi, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari lancarnya pelaksanaan ibadah, tetapi juga dari berkurangnya angka jemaah wafat, minimnya keluhan, serta tidak adanya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme.

    “Tim Inspektorat di Makkah dan Madinah akan terus menjalankan fungsi pengawasan hingga seluruh proses haji selesai sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

    Sumber: Biro Humas Kemenhaj

    Pewarta: Hebatdiki

  • Pengurus Alumni Haji Khusus 1447 H/2026 Dilantik di Madinah. Haji Mabrur Terkoneksi dengan Kebaikan.

    Pengurus Alumni Haji Khusus 1447 H/2026 Dilantik di Madinah. Haji Mabrur Terkoneksi dengan Kebaikan.

    SALAMRADIO.ID, Madinah, Rabu 10 Juni 2026, Konsorsium Haji Khusus Sari Ramada dan Gaido Travel melaksanakan pertemuan akhir bersama jamaah sebelum kembali ke tanah air setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Dalam kesempatan tersebut, M. Hasan Gaido menyampaikan bahwa kegiatan diawali dengan kajian yang disampaikan oleh Ustaz Wahyu dengan tema “Akhir Kehidupan”.

    Kajian tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jamaah bahwa perjalanan haji bukan hanya selesai setelah meninggalkan Tanah Suci, tetapi harus menjadi awal perubahan kehidupan menuju pribadi yang lebih baik.

    “Hari ini kita memaknai bahwa perjalanan haji telah kita selesaikan. Sejatinya kita akan kembali ke tanah air membawa amanah besar, yaitu menjaga haji mabrur yang terkoneksi dengan kebaikan. Harapan kami seluruh jamaah semakin mempersiapkan kehidupan terbaik, termasuk mempersiapkan kematian agar ketika Allah memanggil kita dalam keadaan husnul khatimah,” ujar M. Hasan Gaido.

    Menurutnya, tanda haji mabrur bukan hanya terlihat saat berada di Makkah dan Madinah, tetapi terlihat setelah kembali ke keluarga dan masyarakat dengan meningkatnya kualitas ibadah, akhlak, kepedulian sosial, dan manfaat bagi sesama.

    Setelah penyampaian program kepulangan jamaah ke Indonesia, para alumni haji diharapkan tetap menjaga hubungan silaturahim dan persaudaraan yang telah terbentuk selama perjalanan haji.

    Alumni haji juga diharapkan dapat menjadi wadah gerakan kebaikan melalui berbagai kegiatan: keagamaan, sosial kemasyarakatan, pendidikan dan kepedulian umat.

    Silaturahim antar jamaah di berbagai daerah Indonesia

    Melalui proses musyawarah mufakat dan demokrasi, jamaah menyepakati pembentukan kepengurusan Alumni Haji Khusus 1447 H/2026 M.

    Adapun susunan pengurus adalah:

    Ketua:
    H. Akhmad Saikhu Hasyim

    Wakil Ketua:
    H. M. Rinaldo

    Sekretaris:
    Hj. Tata Ertikawina Syafawi Abu Rochim

    Wakil Sekretaris:
    Hj. Siti Lolo Sundari Manik

    Bendahara:
    H. Munadi Darso Wiyono

    Wakil Bendahara:
    Hj. Endah Setiasari Suratno

    Dengan terbentuknya kepengurusan ini, diharapkan semangat persaudaraan selama menjadi tamu Allah tetap terjaga setelah kembali ke Indonesia.

    Sebagai langkah awal, pengurus akan menyelenggarakan reuni pertama alumni haji di Jakarta sekitar satu bulan setelah kepulangan jamaah ke tanah air.

    Semoga alumni haji 1447 H/2026 M menjadi pribadi yang membawa manfaat, menjaga ukhuwah, dan menjadi agen perubahan dalam kebaikan.

    Pewarta: Hebatdiki