SALAMRADIO.ID, Jeddah – Pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama resmi berakhir dengan keberangkatan jemaah asal Embarkasi Batam (BTH) 14 melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Momen ini menjadi penanda berakhirnya salah satu fase penting dalam operasional haji Indonesia 1447 H/2026 M yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Tanah Suci.
Di balik lalu lalang ribuan jemaah yang kembali ke Tanah Air, Bandara Internasional King Abdulaziz menyimpan beragam kisah perjuangan, harapan, kebahagiaan, hingga duka yang mewarnai musim haji tahun ini. Bagi para petugas haji yang bertugas di Daerah Kerja (Daker) Bandara, setiap keberangkatan jemaah menyimpan cerita yang tak mudah dilupakan.
Komandan Regu 3 Daker Bandara, Ikhwan Syukri, mengungkapkan rasa syukur atas selesainya fase pemulangan gelombang pertama yang berlangsung relatif lancar meski diwarnai sejumlah tantangan operasional di lapangan.
“Kami sangat bersyukur akhirnya fase pemulangan gelombang pertama selesai. Proses sejak awal hingga saat ini berjalan dengan baik. Memang ada beberapa kendala selama proses berlangsung, tetapi seluruh permasalahan dapat kami selesaikan dengan baik,” ujar Ikhwan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur penyelenggara haji, mulai dari petugas bandara, maskapai penerbangan, otoritas Arab Saudi, hingga para petugas pelayanan jemaah yang terus bekerja tanpa mengenal waktu.
Selama musim haji 1447 H, Bandara Jeddah menjadi titik pertemuan jutaan harapan. Di tempat inilah jemaah memulai perjalanan spiritualnya menuju Tanah Suci dan kembali membawa pengalaman hidup yang tak ternilai. Tak sedikit pula momen haru yang terjadi, mulai dari perpisahan, reunifikasi keluarga, hingga kisah-kisah pengabdian petugas yang rela meninggalkan keluarga demi memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah.
Meski gelombang pertama telah selesai, tugas petugas haji Indonesia masih berlanjut. Fokus pelayanan kini bergeser pada pemulangan jemaah gelombang kedua melalui Madinah. Para petugas berkomitmen menjaga kualitas layanan hingga jemaah terakhir kembali ke Indonesia dengan selamat.
Bagi para petugas, musim haji bukan sekadar pekerjaan. Ia adalah amanah, pengabdian, dan kesempatan melayani tamu-tamu Allah. Di setiap langkah, terdapat doa yang dipanjatkan, keikhlasan yang diuji, serta harapan agar seluruh jemaah dapat pulang dengan predikat haji mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga serta bangsa.
Pewarta: Hebatdiki
