Category: Kegiatan

  • Hari Lahir Pancasila: Prabowo Soroti Peran Koperasi untuk Mengatasi Kemiskinan dan Ketidakberdayaan Rakyat

    Hari Lahir Pancasila: Prabowo Soroti Peran Koperasi untuk Mengatasi Kemiskinan dan Ketidakberdayaan Rakyat

    SALAMRADIO.ID, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya penguatan koperasi sebagai instrumen ekonomi kerakyatan untuk mengatasi ketidakberdayaan dan kemiskinan di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Presiden dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

    Acara kenegaraan tersebut dihadiri Presiden Kelima Republik Indonesia Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 H. Muhammad Yusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13 Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Ibu Soraya Hamzah Haz selaku istri Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta para pimpinan lembaga negara, menteri kabinet, dan pejabat tinggi negara lainnya.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Ekonomi Pancasila merupakan sistem ekonomi yang egaliter dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Menurutnya, konsep tersebut merupakan cetak biru yang telah dirancang oleh para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan tokoh-tokoh bangsa lainnya yang meletakkan fondasi ekonomi nasional berdasarkan semangat gotong royong dan kekeluargaan.

    “Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang berlandaskan gotong royong dan asas kekeluargaan sebagaimana termaktub dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Sistem ini menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama pembangunan,” ujar Prabowo.

    Karena itu, Presiden menyoroti peran strategis koperasi sebagai salah satu instrumen yang paling sesuai dengan karakter ekonomi bangsa Indonesia. Koperasi dinilai mampu menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus jalan keluar untuk mengatasi ketidakberdayaan ekonomi yang masih dialami sebagian rakyat Indonesia.

    Pandangan Presiden tersebut memiliki akar historis yang kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sebagaimana ditulis dalam portal ecatri.com berjudul Bara Islam dan Kebangsaan SI Nyalakan Ukhuwah Iqtishadiyah, gagasan ekonomi kerakyatan dan kemandirian masyarakat telah menjadi bagian dari perjuangan pergerakan nasional jauh sebelum Indonesia merdeka.

    Ketika Kongres Nasional (National Congress/NATICO) I Sarekat Islam berlangsung pada 16–18 Juni 1916 di Societaat Concordia, yang kini dikenal sebagai Gedung Merdeka Bandung, ribuan anggota Sarekat Islam dari berbagai daerah hadir dan memamerkan beragam produk hasil industri olahan rakyat. Forum tersebut menjadi bukti bahwa gerakan kebangsaan Indonesia sejak awal tidak hanya berbicara mengenai kemerdekaan politik, tetapi juga mengenai kemandirian ekonomi masyarakat.

    Pada kesempatan itu, H.O.S. Tjokroaminoto menyampaikan pidato berjudul Zelfbestuur yang membangkitkan kesadaran nasional mengenai pentingnya pemerintahan sendiri bagi kaum pribumi Hindia Belanda. Pidato tersebut menanamkan keyakinan bahwa rakyat Indonesia telah memiliki kemampuan untuk mengatur kehidupan politik, ekonomi, dan sosialnya secara mandiri.

    Pidato Zelfbestuur menjadi salah satu tonggak penting yang menumbuhkan kesadaran bahwa kemerdekaan harus dibangun dari bawah, melalui penguatan rakyat, desa, dan komunitas ekonomi yang mandiri. Gagasan tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai gerakan ekonomi rakyat yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

    Menyematkan Islam sebagai nama organisasi, Sarekat Islam menegaskan dirinya sebagai gerakan yang mengabdi kepada rakyat dan bangsanya. Nilai-nilai yang diusung bersifat universal, terbuka bagi manusia merdeka yang berpikir dan bertindak secara bebas, serta berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan bersama.

    Setarikan napas dengan semangat tersebut, kaum Sarekat Islam dikenal memiliki karakter egaliter, inklusif, kosmopolit, tegas dalam pendirian, cerdas dalam berpikir, serta tangkas dalam bertindak. Karakter tersebut menunjukkan adanya kesamaan spirit dengan nilai-nilai Ekonomi Pancasila yang kembali ditegaskan Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini.

    Semangat gotong royong, pemberdayaan rakyat, dan penguatan kedaulatan ekonomi menjadi benang merah yang menghubungkan perjuangan para pendiri bangsa dengan agenda pembangunan Indonesia masa kini. Dalam konteks tersebut, koperasi tidak hanya dipahami sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen perjuangan sosial untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas.

    Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa cita-cita kemerdekaan tidak berhenti pada kedaulatan politik, tetapi harus diwujudkan dalam kedaulatan ekonomi rakyat. Gagasan yang disampaikan Presiden Prabowo tentang penguatan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa semangat Ekonomi Pancasila tetap relevan menjawab tantangan zaman. Seperti yang diperjuangkan para tokoh pergerakan nasional melalui konsep Zelfbestuur dan kemandirian ekonomi rakyat, koperasi hadir sebagai sarana gotong royong untuk membebaskan masyarakat dari ketidakberdayaan, mempersempit kesenjangan, dan mengatasi kemiskinan. Dengan demikian, penguatan koperasi bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkan ikhtiar melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Pewarta: Agustian

  • VFIVE GROUP BIDIK PELUANG KOLABORASI STRATEGIS MALAYSIA–INDONESIA

    VFIVE GROUP BIDIK PELUANG KOLABORASI STRATEGIS MALAYSIA–INDONESIA

    SALAMRADIO.ID., Kuala Lumpur, 10 Mei 2026 | VFive Group, perusahaan milik penuh Bumiputera asal Malaysia, terus memperkuat agenda ekspansi strategis regional melalui pembentukan dua anak perusahaan baru, yaitu VFive Healthcare dan VFive Energy, sebagai bagian dari langkah memperluas keterlibatan perusahaan di sektor kesehatan dan energi terbarukan di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.

    Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari strategi diversifikasi bisnis VFive Group yang sebelumnya juga telah memasuki sektor pengembangan properti dan konsesi, sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam membangun portofolio bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang dan pembangunan berkelanjutan.

    Pengumuman ini disampaikan dalam Sesi Townhall VFive Group yang berlangsung di Wisma VFive Group, Kuala Lumpur, dengan partisipasi seluruh karyawan perusahaan termasuk cabangcabang lain yang mengikuti secara virtual.

    Managing Director Group VFive Group, Datuk Hj Mohd Syafiq bin Hj Abdullah mengatakan, pembentukan VFive Healthcare dan VFive Energy sejalan dengan aspirasi perusahaan untuk membangun organisasi yang lebih dinamis, tangguh, dan siap menghadapi perubahan lanskap ekonomi masa depan.

    “VFive melihat sektor kesehatan dan energi hijau sebagai dua industri strategis dengan potensi pertumbuhan tinggi di ASEAN, khususnya Indonesia yang saat ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dan paling progresif di kawasan,” ujarnya.

    Menurut beliau, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekosistem kesehatan modern, energi terbarukan, pembangunan berkelanjutan, serta transisi menuju ekonomi hijau yang kini menjadi agenda utama kawasan ASEAN.

    “Indonesia bukan sekadar pasar bagi kami, tetapi mitra strategis regional. Kami melihat potensi besar untuk membangun kolaborasi lintas negara yang mampu memberikan manfaat ekonomi bersama, transfer pengetahuan, serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di kedua negara,” tambahnya.

    Langkah ekspansi ini memperlihatkan kesiapan perusahaan Bumiputera Malaysia untuk memainkan peranan yang lebih besar dalam ekosistem ekonomi ASEAN, khususnya bersama Indonesia sebagai mitra strategis utama kawasan.

    “Kami percaya kolaborasi Malaysia–Indonesia dalam sektor kesehatan dan energi masa depan mampu membuka peluang ekonomi baru, memperkuat konektivitas regional, serta mendorong agenda pembangunan berkelanjutan yang memberi manfaat bersama bagi masyarakat dan industri di kedua negara,” tambahnya.

    VFive Energy dijadwalkan akan memfokuskan eksplorasi peluang pada sektor energi hijau, solusi energi berkelanjutan, dan potensi kolaborasi dalam ekosistem transisi energi ASEAN.

    VFive Healthcare akan memberi perhatian pada pengembangan layanan dan solusi kesehatan modern yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat konektivitas ekosistem kesehatan regional.

    Langkah strategis ini juga dinilai selaras dengan momentum transformasi besar Indonesia dalam pembangunan ekonomi masa depan, termasuk pengembangan energi bersih, investasi hijau, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berorientasi pada konsep kota pintar dan berkelanjutan.

    Melalui perluasan portofolio ini, VFive Group berharap dapat memainkan peranan lebih besar dalam memperkuat konektivitas ekonomi ASEAN serta membangun kolaborasi strategis Malaysia–Indonesia yang memberi dampak positif bagi pertumbuhan regional di masa depan.

  • Jawa Timur Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-42 Syarikat Islam

    Jawa Timur Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-42 Syarikat Islam

    SALAMRADIO.ID, Jakarta — Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam yang digelar pada Selasa (05/05) menetapkan Jawa Timur sebagai tuan rumah pelaksanaan Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-42 Syarikat Islam. Agenda nasional organisasi tersebut direncanakan berlangsung pada November 2026 dan menjadi momentum penting dalam memperkuat arah gerakan organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.

    Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam, Ahmad Fahrial, menyampaikan bahwa Majelis Tahkim/Kongres Nasional mendatang diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan tata kelola organisasi yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan sosial, ekonomi, serta teknologi. Selanjutnya, Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam akan segera melayangkan surat resmi kepada Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Jawa Timur terkait penetapan dan kesediaan daerah sebagai tempat pelaksanaan Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-42 yang telah diputuskan dalam rapat pleno. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan awal sekaligus koordinasi organisasi guna memastikan seluruh rangkaian agenda nasional dapat berjalan dengan baik dan sukses.

    Sementara itu, Presiden Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menegaskan bahwa selama satu dekade terakhir kepemimpinannya, Syarikat Islam terus menjadikan dakwah ekonomi sebagai DNA perjuangan organisasi. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan tujuan awal berdirinya Syarikat Islam sebagai gerakan yang berpihak pada kemandirian ekonomi umat dan terwujudnya kemerdekaan sejati.

    Ia juga menambahkan bahwa dirinya sedang merampungkan penyelarasan tafsir Program Azas dan Tandhim agar lebih sesuai dengan konteks kekinian tanpa meninggalkan nilai-nilai prinsip dasar Program Azas dan Tandhim yang pernah dirumuskan Yang Utama HOS Tjokroaminoto pada tahun 1931. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan Syarikat Islam tetap relevan dalam menjawab perubahan zaman sekaligus memperkuat peran organisasi dalam kehidupan kebangsaan.

    Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono, yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Koperasi, menegaskan pentingnya kaderisasi secara berjenjang sebagai upaya menyiapkan penggerak organisasi yang mampu menjalankan perjuangan Syarikat Islam dengan corak ekonomi kerakyatan (sosialisme Islam). Menurutnya, di tengah dominasi penguasaan ekonomi yang masih dikuasai segelintir kelompok, semangat koperasi, gotong royong, dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan harus kembali diperkuat sebagai jalan menghadirkan keadilan sosial sekaligus memperkuat kemandirian umat dan bangsa.

    Dalam rapat pleno tersebut juga diputuskan penetapan N. Syamsuddin CH Haesy sebagai Ketua Steering Committee dan Yudhi Irsyadi sebagai Ketua Organizing Committee. N. Syamsuddin CH Haesy, yang akrab disapa Bang Sem, saat ini tengah mempersiapkan buku Scenario Plan Kitab Asasi Utama Manifesto Syarikat Islam (KAUM SI) yang akan dijadikan sebagai road map organisasi ke depan.

    Menjelang pelaksanaan Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-42, Syarikat Islam juga akan menggelar berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi kebangsaan hingga ziarah ke makam para pendiri Syarikat Islam sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan para tokoh pendahulu.

    Pewarta: Agustian

  • Ketua BAZNAS RI Kunjungi Syarikat Islam, Perkuat Sinergi Memajukan Bangsa

    Ketua BAZNAS RI Kunjungi Syarikat Islam, Perkuat Sinergi Memajukan Bangsa

    SALAMRADIO.ID, JAKARTA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Sodik Mudjahid, melakukan kunjungan ke Kantor Pimpinan Pusat Syarikat Islam pada Kamis (16/4). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Presiden Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kolaborasi antar lembaga umat.

    Dalam sambutannya, Sodik Mudjahid menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara BAZNAS dan ORMAS Islam, termasuk Syarikat Islam. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis agar eksistensi dan peran BAZNAS semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ia menekankan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) harus dikelola secara optimal agar mampu berkontribusi signifikan dalam mendukung arah pembangunan nasional.

    Sodik juga menyampaikan bahwa penguatan peran BAZNAS selaras dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong lembaga tersebut untuk meningkatkan kontribusi dalam pembangunan berbasis kesejahteraan umat. Dalam konteks tersebut, BAZNAS menargetkan capaian pengumpulan ZIS-DSKL dalam skenario optimis, yakni hingga Rp65,63 triliun sebagaimana tertuang dalam Outlook Zakat Indonesia 2026. Target ini, menurutnya, tidak akan tercapai tanpa dukungan luas dari berbagai elemen umat, termasuk organisasi seperti Syarikat Islam.

    “BAZNAS membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Sinergi ini penting agar potensi zakat nasional dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Sodik Mudjahid, yang juga dikenal memiliki latar belakang keluarga dengan tradisi kuat di lingkungan Syarikat Islam.

    Menanggapi hal tersebut, Hamdan Zoelva menyambut baik ajakan kolaborasi yang disampaikan BAZNAS. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arah baru gerakan Syarikat Islam yang dalam satu dasawarsa terakhir terus mengembangkan dakwah ekonomi sebagai pilar utama perjuangan organisasi. “Syarikat Islam sejak lama memiliki komitmen dalam memperkuat ekonomi umat. Kolaborasi dengan BAZNAS menjadi momentum penting untuk memperluas dampak gerakan tersebut,” ujar Hamdan.

    Sementara itu, Wakil Presiden Syarikat Islam, N. Syamsuddin CH Haesy biasa disapa Bang Sem, menambahkan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesetaraan ekonomi. Ia mengutip pemikiran tokoh besar Syarikat Islam, H.O.S. Tjokroaminoto, yang menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam menciptakan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera. Menurutnya, apabila zakat dijalankan secara konsisten dan didukung dengan nilai-nilai kebaikan lainnya sebagaimana diajarkan dalam Islam, maka cita-cita keadilan sosial, kesetaraan, dan keamanan dalam kehidupan bermasyarakat akan dapat terwujud secara nyata.

    Pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara BAZNAS dan Syarikat Islam, sekaligus membuka kolaborasi dan memperkuat sinergi yang lebih konkret dalam pemberdayaan ekonomi umat ke depan. Pertemuan ini juga dihadiri oleh jajaran fungsional Pengurus Pusat Syarikat Islam yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan sinergi kedua lembaga dalam upaya memajukan bangsa. Pertemuan ini tentunya tidak berakhir begitu saja, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk langkah-langkah konkret melalui program kolaboratif, penguatan kelembagaan, serta aksi nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.

  • Ramadan di Sanggar Bimbel DM Yogyakarta

    Ramadan di Sanggar Bimbel DM Yogyakarta

    Ramadan di Yogyakarta selalu punya cara istimewa menghadirkan suasana teduh dan produktif. Di tengah ritme ibadah, ada ruang belajar yang justru kian hidup saat sore menjelang berbuka: Sanggar Bimbel DM Yogyakarta. Di tempat inilah anak-anak hingga remaja mengisi bulan suci dengan memperkuat kemampuan bahasa Inggris—bekal penting menatap masa depan.

    Sanggar ini didirikan oleh Dhey Mey, akrab disapa Miss Dhey. Perempuan tangguh asal Yogyakarta ini bukan hanya pendidik, tetapi juga penggerak. Ia adalah penggagas Komunitas Nglarisi Jogja, paguyuban UMKM lintas wilayah yang konsisten mendorong pelaku usaha naik kelas. Spirit pemberdayaan itu pula yang terasa dalam setiap sesi belajar di Sanggar Bimbel DM: membangun percaya diri, membiasakan disiplin, dan menanamkan mimpi.

    Metode yang digunakan sederhana namun efektif—praktik percakapan, permainan kosakata, hingga simulasi presentasi ringan. Ramadan justru menjadi momentum refleksi dan peningkatan diri. “Puasa bukan alasan untuk berhenti berkembang,” begitu prinsip yang kerap Miss Dhey sampaikan kepada para siswa.

    Nama Miss Dhey sangat dikenal publik pernah menjadi tamu istimewa dalam program Jawara Juara di Salam Radio pada Oktober 2025. Kiprahnya mengangkat UMKM mendapat apresiasi luas. Di media sosial, akun Instagramnya @dheymey_official diikuti 13 ribu pengikut, menjadi ruang konsisten mempublikasikan produk-produk lokal agar tetap bangkit dan bertumbuh.

    Kini, selain aktif sebagai konten kreator, ia juga dipercaya sebagai brand ambassador air minum bermerek Air Jogja. Namun bagi Miss Dhey, identitas utamanya tetap: pendidik dan penggerak. Ramadan di Sanggar Bimbel DM Yogyakarta bukan sekadar belajar bahasa Inggris. Ia adalah tentang menyalakan harapan—bahwa dari ruang sederhana, lahir generasi yang percaya diri bersaing, sekaligus mencintai kotanya sendiri.

  • Dari Rasa Syukur ke Pasar Luas: Bakpia 672 Matur Nuwun, Manisnya Berbagi di Ramadan

    Dari Rasa Syukur ke Pasar Luas: Bakpia 672 Matur Nuwun, Manisnya Berbagi di Ramadan

    Perjalanan usaha tak selalu berjalan mulus. Ada fase jatuh, bangkit, hingga akhirnya menemukan pijakan yang kokoh. Itulah kisah di balik Bakpia 672 Matur Nuwun, usaha kuliner asal Yogyakarta yang terus bertahan dan berkembang dengan satu kunci sederhana: bersyukur dan berterima kasih.

    Dalam tayangan Jawara Juara Salam Radio Channel, Owner Bakpia 672 Matur Nuwun, Valeria Ina, berbagi cerita inspiratif bersama host Hebatdiki. Ia menuturkan, membangun usaha bukan hanya tentang menjual produk, tetapi menjaga kepercayaan pelanggan yang telah mempercayakan rasa di setiap kotaknya.

    Nama “Matur Nuwun” yang berarti terima kasih dalam bahasa Jawa, bukan sekadar label. Itu adalah filosofi. Setiap pembelian dianggap sebagai amanah. Dari dapur produksi hingga kemasan, kualitas menjadi prioritas agar pelanggan kembali dan merekomendasikan kepada yang lain.

    Memasuki Ramadan, permintaan bakpia meningkat signifikan. Banyak pelanggan mencari sajian khas Yogyakarta untuk berbuka puasa maupun hampers Lebaran. Tekstur lembut dengan isian yang legit menjadikan Bakpia 672 Matur Nuwun pilihan tepat untuk berbagi kebahagiaan di bulan suci.

    Valeria mengakui, Ramadan menjadi momentum mempererat hubungan dengan pelanggan. “Kami ingin setiap kotak bakpia membawa kebahagiaan dan rasa syukur,” ujarnya.

    Kini, Bakpia 672 Matur Nuwun terus melangkah menembus pasar yang lebih luas. Bagi masyarakat yang ingin memesan, produk dapat dipesan melalui nomor 081230866027. Informasi lengkap perjalanan usaha ini juga dapat disaksikan dalam tayangan Jawara Juara Salam Radio Channel.

    Kisah ini menjadi pengingat, bahwa di balik cita rasa yang manis, ada perjuangan dan doa yang tak pernah putus. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga momentum berbagi dan memperkuat silaturahmi—dengan suguhan terbaik dari hati.

  • Ramadan Tiba di Depok: Hangatnya Sahur Pertama hingga Riuh Berburu Takjil

    Ramadan Tiba di Depok: Hangatnya Sahur Pertama hingga Riuh Berburu Takjil

    Suasana 1 Ramadan 1447 H di Kota Depok terasa berbeda sejak dini hari. Denting alarm sahur bersahutan, suara azan Subuh menggema dari masjid-masjid, menghadirkan nuansa religius yang kembali dirindukan warga.

    Di sejumlah kawasan seperti Beji dan Pancoran Mas, warga tampak memadati masjid untuk menunaikan salat Subuh berjamaah. Momentum hari pertama puasa dimanfaatkan untuk memulai kebiasaan baik, mulai dari tadarus Al-Qur’an hingga berbagi makanan sahur kepada tetangga.

    Memasuki sore hari, denyut Ramadan semakin terasa. Jalan Margonda Raya dipenuhi pedagang musiman yang menjajakan aneka takjil. Kolak pisang, es buah, hingga gorengan menjadi primadona. Warga berburu hidangan berbuka, sementara pelaku UMKM mengaku bersyukur karena omzet mulai meningkat sejak hari pertama.

    “Alhamdulillah, pembeli ramai. Ramadan selalu membawa rezeki,” ujar Siti (42), pedagang takjil yang setiap tahun membuka lapak di kawasan tersebut.

    Tak hanya aktivitas ekonomi yang menggeliat, semangat berbagi juga tumbuh. Sejumlah komunitas pemuda terlihat membagikan paket takjil gratis kepada pengendara yang melintas. Senyum dan ucapan terima kasih menjadi pemandangan yang menghangatkan sore itu.

    Malam harinya, masjid-masjid kembali dipenuhi jamaah salat tarawih. Anak-anak berlarian membawa sajadah kecil, sementara orang tua duduk khusyuk menanti iqamah. Ramadhan di Depok bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga perayaan kebersamaan yang sederhana namun bermakna.

    Hari pertama puasa menjadi penanda bahwa Ramadan kembali menyapa dengan harapan baru—menguatkan iman, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian di tengah kehidupan kota yang dinamis.

  • Omah Opah Rayakan Imlek dengan Sukacita

    Omah Opah Rayakan Imlek dengan Sukacita

    Perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung penuh kehangatan di Panti Werdha Wisma Mulia, Sabtu, 14 Februari 2026. Mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara, suasana kebersamaan terasa sejak awal acara. Sebanyak 53 omah dan opah tampak antusias mengikuti rangkaian perayaan, wajah-wajah mereka memancarkan sukacita saat lantunan musik, dekorasi khas Imlek, dan sapaan hangat para relawan menyatu dalam satu ruang kebahagiaan.

    Dalam sambutannya, Penanggung Jawab Panti, Ibu Hanifah Husein, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi omah dan opah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai perbaikan sarana dan prasarana yang kini semakin nyaman dan layak. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi memenuhi kebutuhan panti, mengingat dukungan dari keluarga omah dan opah masih sangat terbatas. Apresiasi khusus disampaikan kepada para relawan yang dengan tulus mendermakan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk membersamai para lansia.

    Makna kebersamaan turut ditekankan oleh Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Nannie Hadi Tjahjanto, SH, dalam sambutannya. Ia menegaskan pentingnya persatuan dan toleransi sebagai fondasi masyarakat inklusif. Di usia KOWANI yang genap 100 tahun, perempuan Indonesia, menurutnya, dituntut semakin tangguh, adaptif, dan berdaya menghadapi tantangan zaman, tanpa meninggalkan jati diri kebangsaan dan nilai kemanusiaan.

    Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan traditional modern dance oleh karyawan panti, hiburan interaktif dan gim kebersamaan dari komunitas relawan, serta atraksi barongsai yang disambut tepuk tangan meriah omah dan opah. Setiap penampilan menjadi ruang perjumpaan lintas generasi yang menghidupkan semangat Imlek dalam nuansa Nusantara.

    Perayaan Imlek ini turut dihadiri Hj. Jamilah anggota DPRD DKI Jakarta, jajaran Pengurus KOWANI, serta keluarga omah dan opah. Mengakhiri acara ditutup dengan doa oleh pandita memohon kepada Maha Pencipta agar selalu diberikan kemuliaan, Kesehatan dan kesejahteraan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.

  • Komitmen KOWANI Membersamai Peran Perempuan Indonesia

    Komitmen KOWANI Membersamai Peran Perempuan Indonesia

    Sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia menemukan momentumnya pada 22 Desember 1928 melalui Kongres Perempuan Indonesia yang digelar di Yogyakarta. Dari peristiwa bersejarah itulah lahir organisasi payung bernama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), yang menyatukan beragam organisasi perempuan lintas latar belakang sosial, budaya, dan keagamaan. KOWANI dibangun atas kesadaran kolektif bahwa kemerdekaan bangsa tak dapat dilepaskan dari peran aktif perempuan, baik dalam perjuangan nasional maupun dalam membangun tatanan masyarakat yang adil dan beradab.

    Sejak berdiri, KOWANI menjadi ruang konsolidasi perjuangan perempuan Indonesia. Berbagai isu strategis—pendidikan perempuan, perlindungan ibu dan anak, kesehatan, kesetaraan hak, hingga penguatan peran perempuan dalam pembangunan—terus diperjuangkan secara berkesinambungan. Perempuan-perempuan yang tergabung dalam KOWANI hadir bukan hanya sebagai pelengkap sejarah, tetapi sebagai subjek perubahan yang ikut menentukan arah bangsa. Dalam lintasan satu abad, KOWANI konsisten merawat nilai persatuan, kebangsaan, dan keberagaman di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

    Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, SH, dalam sambutannya pada Perayaan Imlek di Panti Werdha Wisma Mulia, Sabtu, 14 Februari 2026. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, persatuan, dan toleransi sebagai fondasi masyarakat inklusif. Menurutnya, di usia KOWANI yang kini menginjak 100 tahun, perempuan Indonesia dituntut semakin tangguh, adaptif, dan berdaya dalam menghadapi tantangan zaman—tanpa kehilangan jati diri kebangsaan dan nilai kemanusiaan.

    Seratus tahun perjalanan KOWANI menegaskan satu pesan penting: perempuan Indonesia adalah kekuatan strategis bangsa. Dengan sejarah yang kokoh, peran yang terus berkembang, serta komitmen pada persatuan dan inklusivitas, KOWANI hadir bukan hanya menjaga warisan perjuangan, tetapi juga menyiapkan perempuan Indonesia untuk menjawab masa depan dengan percaya diri dan solidaritas.

  • Dari Cinta Rasul hingga Gaza: Sulis Merawat Shalawat Sepanjang Zaman

    Dari Cinta Rasul hingga Gaza: Sulis Merawat Shalawat Sepanjang Zaman

    Jumat, 13 Februari 2026, suasana hangat dan khidmat menyelimuti Ruang Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Di tengah para tamu undangan, tampak Sulis hadir mengenakan busana serba putih. Ia menyapa satu per satu hadirin yang menantikan peluncuran dua karya terbarunya, Suara Sukma Palestina (Shalawat Cinta untuk Gaza) dan Shalawat Cinta (Satukan Hati)”, lagu yang menjadi penanda konsistensinya dalam menapaki jalan dakwah melalui musik.

    Nama Sulis telah lekat dengan tembang shalawat sejak ia memulai kariernya di usia belia pada era 1990-an bersama Haddad Alwi. Album Cinta Rasul menjadi karya monumental yang mengantarkan suaranya dikenal luas dan terus diputar dari generasi ke generasi, terutama setiap bulan Ramadan. Di tengah perubahan selera musik dan zaman, Sulis tetap teguh menjaga napas shalawat sebagai identitas dan pengabdian.

    Acara ini dihadiri kerabat terdekat, musisi, budayawan, serta sahabat-sahabat Sulis Cinta Rasul. Sejumlah duta besar negara sahabat—Malaysia, Palestina, dan Iran—turut hadir, bersama Menteri Koperasi Indonesia, Ferry J Juliantono. Dalam suasana penuh kekeluargaan, kedua orang tua Sulis tampak hadir dan duduk di antara tamu undangan. Sulis menegaskan bahwa konsistensinya melantunkan shalawat tak lepas dari peran besar orang tua yang sejak kecil menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan kecintaan pada seni yang bernilai dakwah. Ia juga mengungkapkan bahwa di tengah kelelahan berkarya, energi positif terus mengalir dari dukungan keluarga, terutama orang tua dan suami yang setia mendampingi perjalanan hidup dan seninya.

    Perwakilan Duta Besar Palestina berkesempatan memberikan sambutan, beliau menyampaikan terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia terhadap warga Gaza yang mengalami penindasan juga memberikan apresiasi serta menyampaikan rasa terima kasih atas lagu shalawat yang dipersembahkan untuk rakyat Gaza. 

    Ferry J Juliantono yang kini menjabat sebagai Menteri Koperasi menyambut baik kehadiran lagu shalawat untuk Gaza dan shalawat cinta yang dinyanyikan oleh Sulis. Lebih lanjut beliau menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto serta seluruh rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menciptakan  perdamaian  Sementara itu budayawan yang akrab disapa Bang Sem turut memberi apresiasi atas kematangan Sulis yang konsisten menjaga marwah shalawat di tengah dinamika industri musik.

    Puncak emosional terjadi saat Sulis mempersembahkan “Shalawat untuk Gaza” sebagai wujud kepedulian dan solidaritas bagi kemerdekaan rakyat Palestina. Air matanya berurai, suaranya bergetar, dan sesekali ia menyerukan, “Free, free Palestine.”

    Menutup acara, selain membawakan Shalawat untuk Gaza dan Shalawat Cinta, Sulis pun membawakan sejumlah tembang shalawat yang telah lama melekat di hati pendengarnya. Ia mengajak hadirin bersenandung bersama, menciptakan suasana khusyuk dan penuh kebersamaan. Di panggung itu, Sulis menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar lagu, melainkan doa, pengabdian, dan jalan cinta yang terus ia jaga untuk kemanusiaan dan perdamaian.