SALAMRADIO.ID, JAKARTA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Sodik Mudjahid, melakukan kunjungan ke Kantor Pimpinan Pusat Syarikat Islam pada Kamis (16/4). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Presiden Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kolaborasi antar lembaga umat.
Dalam sambutannya, Sodik Mudjahid menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara BAZNAS dan ORMAS Islam, termasuk Syarikat Islam. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis agar eksistensi dan peran BAZNAS semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ia menekankan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) harus dikelola secara optimal agar mampu berkontribusi signifikan dalam mendukung arah pembangunan nasional.
Sodik juga menyampaikan bahwa penguatan peran BAZNAS selaras dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong lembaga tersebut untuk meningkatkan kontribusi dalam pembangunan berbasis kesejahteraan umat. Dalam konteks tersebut, BAZNAS menargetkan capaian pengumpulan ZIS-DSKL dalam skenario optimis, yakni hingga Rp65,63 triliun sebagaimana tertuang dalam Outlook Zakat Indonesia 2026. Target ini, menurutnya, tidak akan tercapai tanpa dukungan luas dari berbagai elemen umat, termasuk organisasi seperti Syarikat Islam.
“BAZNAS membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Sinergi ini penting agar potensi zakat nasional dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Sodik Mudjahid, yang juga dikenal memiliki latar belakang keluarga dengan tradisi kuat di lingkungan Syarikat Islam.
Menanggapi hal tersebut, Hamdan Zoelva menyambut baik ajakan kolaborasi yang disampaikan BAZNAS. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arah baru gerakan Syarikat Islam yang dalam satu dasawarsa terakhir terus mengembangkan dakwah ekonomi sebagai pilar utama perjuangan organisasi. “Syarikat Islam sejak lama memiliki komitmen dalam memperkuat ekonomi umat. Kolaborasi dengan BAZNAS menjadi momentum penting untuk memperluas dampak gerakan tersebut,” ujar Hamdan.
Sementara itu, Wakil Presiden Syarikat Islam, N. Syamsuddin CH Haesy biasa disapa Bang Sem, menambahkan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesetaraan ekonomi. Ia mengutip pemikiran tokoh besar Syarikat Islam, H.O.S. Tjokroaminoto, yang menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam menciptakan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera. Menurutnya, apabila zakat dijalankan secara konsisten dan didukung dengan nilai-nilai kebaikan lainnya sebagaimana diajarkan dalam Islam, maka cita-cita keadilan sosial, kesetaraan, dan keamanan dalam kehidupan bermasyarakat akan dapat terwujud secara nyata.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara BAZNAS dan Syarikat Islam, sekaligus membuka kolaborasi dan memperkuat sinergi yang lebih konkret dalam pemberdayaan ekonomi umat ke depan. Pertemuan ini juga dihadiri oleh jajaran fungsional Pengurus Pusat Syarikat Islam yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan sinergi kedua lembaga dalam upaya memajukan bangsa. Pertemuan ini tentunya tidak berakhir begitu saja, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk langkah-langkah konkret melalui program kolaboratif, penguatan kelembagaan, serta aksi nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.
