Ramadan di Yogyakarta selalu punya cara istimewa menghadirkan suasana teduh dan produktif. Di tengah ritme ibadah, ada ruang belajar yang justru kian hidup saat sore menjelang berbuka: Sanggar Bimbel DM Yogyakarta. Di tempat inilah anak-anak hingga remaja mengisi bulan suci dengan memperkuat kemampuan bahasa Inggris—bekal penting menatap masa depan.
Sanggar ini didirikan oleh Dhey Mey, akrab disapa Miss Dhey. Perempuan tangguh asal Yogyakarta ini bukan hanya pendidik, tetapi juga penggerak. Ia adalah penggagas Komunitas Nglarisi Jogja, paguyuban UMKM lintas wilayah yang konsisten mendorong pelaku usaha naik kelas. Spirit pemberdayaan itu pula yang terasa dalam setiap sesi belajar di Sanggar Bimbel DM: membangun percaya diri, membiasakan disiplin, dan menanamkan mimpi.
Metode yang digunakan sederhana namun efektif—praktik percakapan, permainan kosakata, hingga simulasi presentasi ringan. Ramadan justru menjadi momentum refleksi dan peningkatan diri. “Puasa bukan alasan untuk berhenti berkembang,” begitu prinsip yang kerap Miss Dhey sampaikan kepada para siswa.
Nama Miss Dhey sangat dikenal publik pernah menjadi tamu istimewa dalam program Jawara Juara di Salam Radio pada Oktober 2025. Kiprahnya mengangkat UMKM mendapat apresiasi luas. Di media sosial, akun Instagramnya @dheymey_official diikuti 13 ribu pengikut, menjadi ruang konsisten mempublikasikan produk-produk lokal agar tetap bangkit dan bertumbuh.
Kini, selain aktif sebagai konten kreator, ia juga dipercaya sebagai brand ambassador air minum bermerek Air Jogja. Namun bagi Miss Dhey, identitas utamanya tetap: pendidik dan penggerak. Ramadan di Sanggar Bimbel DM Yogyakarta bukan sekadar belajar bahasa Inggris. Ia adalah tentang menyalakan harapan—bahwa dari ruang sederhana, lahir generasi yang percaya diri bersaing, sekaligus mencintai kotanya sendiri.
