Category: UMKM

  • Halal Bihalal Retali Ciputat: Dari Silaturahmi Jadi Mesin Penguat Bisnis Umrah & Haji

    Halal Bihalal Retali Ciputat: Dari Silaturahmi Jadi Mesin Penguat Bisnis Umrah & Haji

    CIPUTAT — Momentum Halal Bihalal tak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga ruang strategis memperkuat ekosistem bisnis. Hal inilah yang terlihat dalam kegiatan Mitra Retali Travel Umrah & Haji Cabang Ciputat yang digelar pada 11 April 2026 di Rumah Makan Lawasan, Ciputat.

    Sebanyak 25 mitra hadir dalam forum yang dipimpin langsung oleh Kepala Cabang, Panca Perdana. Suasana hangat penuh keakraban berpadu dengan diskusi serius seputar pengembangan layanan jemaah. Dipandu oleh moderator Beni Cipto, forum bisnis ini menjadi wadah terbuka untuk bertukar gagasan, pengalaman, hingga tantangan di lapangan.

    Retali sendiri dikenal sebagai pelaku UMKM yang fokus pada pelayanan jemaah umrah dan haji. Dalam perjalanannya, Retali telah memberangkatkan sekitar 14 ribuan jemaah. Capaian ini menjadi bukti konsistensi sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.

    Menurut Panca Perdana, kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi menjaga kualitas layanan. “Forum ini rutin kami adakan minimal sebulan sekali. Tujuannya agar para mitra punya ruang diskusi, saling menguatkan, dan terus meningkatkan pelayanan kepada jemaah,” ujarnya.

    Menariknya, dalam forum tersebut banyak pertanyaan kritis dari para mitra. Mulai dari strategi pemasaran, peningkatan kepercayaan jemaah, hingga inovasi layanan berbasis kebutuhan calon jamaah masa kini. Diskusi yang hidup ini mencerminkan keseriusan para mitra dalam menjaga standar layanan di tengah persaingan industri perjalanan religi yang semakin ketat.

    Halal Bihalal ini pun menjadi bukti bahwa kekuatan jaringan dan komunikasi internal menjadi kunci utama dalam mempertahankan eksistensi bisnis travel umrah dan haji. Bagi Retali Ciputat, kebersamaan bukan hanya nilai sosial, tetapi juga fondasi bisnis yang berkelanjutan.

    Bagi masyarakat yang ingin mengikuti aktivitas dan perkembangan Retali Ciputat, informasi terbaru dapat diakses melalui Instagram resmi mereka di @retaliciputatofficial.

    pewarta : Hebatdiki | salamradio.id

  • Dari Kue Kering ke Rendang Mendunia: Kisah Randang EGA yang Membawa Rasa ‘Babaliak Ka Kampuang’ ke Berbagai Negara

    Dari Kue Kering ke Rendang Mendunia: Kisah Randang EGA yang Membawa Rasa ‘Babaliak Ka Kampuang’ ke Berbagai Negara

    SALAMRADIO.ID, Di sebuah sudut Kampuang Tarandam Kayu Anggang Bunga, Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, aroma rendang yang dimasak dengan tungku kayu bakar perlahan menguar dari dapur kecil milik UMKM Randang EGA. Di balik aroma khas itu, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang pelaku usaha yang memulai bisnisnya dari nol.

    Usaha ini dirintis oleh Mega Yuliana sekitar 11 tahun lalu. Awalnya, ia hanya memproduksi kue kering rumahan. Namun sebuah permintaan sederhana dari seorang pelanggan justru mengubah arah usahanya. Saat itu, seorang konsumen yang membawa kue kering buatannya ke Aceh tiba-tiba menghubunginya.

    “Kak… kakak orang Padang kan? Aku lagi ngidam rendang Padang, bantu bikinkan ya kak,” begitu kira-kira pesan yang diterimanya.

    Permintaan itulah yang menjadi titik awal lahirnya Randang EGA. Mega kemudian mencoba memasak rendang dengan resep turun-temurun keluarga yang dikombinasikan dengan racikan bumbu khas buatannya. Ia juga melakukan berbagai eksperimen cara memasak, mulai dari menggunakan kompor minyak tanah, kompor gas, hingga akhirnya menemukan rasa paling otentik melalui tungku kayu bakar.

    “Dari situlah rasa khas rendang kami terbentuk,” ujarnya.

    Keunikan rasa Randang EGA tidak lepas dari komitmen menjaga kualitas bahan baku. Kelapa yang digunakan harus benar-benar segar, bahkan diusahakan berasal dari kelapa yang baru jatuh dari pohonnya. Daging yang dipakai pun disembelih pada pagi hari dan langsung diolah siangnya agar kesegaran tetap terjaga.

    Selain rendang kemasan, usaha ini juga memproduksi kerupuk jangek yang menjadi pelengkap kuliner khas Minangkabau.

    Perlahan namun pasti, promosi melalui media sosial membuat produk ini semakin dikenal. Pesanan datang tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. Rendang EGA bahkan pernah dibawa hingga ke Mekkah untuk jamaah haji dan umrah, serta ke negara seperti Jerman, Australia, Jepang, Filipina, Taiwan, Amerika, Belanda, hingga London.

    Meski belum dalam skala besar, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mega yang merintis usaha dari dapur sederhana.

    Dalam hal ketahanan produk, Randang EGA mampu bertahan hingga tiga bulan di suhu ruang, dan bisa mencapai satu tahun jika disimpan dalam freezer. Hal ini membuat produk tersebut cukup diminati sebagai oleh-oleh atau bekal perjalanan jauh.

    Saat ini, kapasitas produksi Randang EGA mencapai sekitar 100 kilogram setiap minggu. Penjualan dilakukan secara offline di kios yang beralamat di Jalan Bunga Pasang 1, Kampuang Tarandam Kayu Anggang Bunga, Painan, serta secara online melalui WhatsApp dan media sosial seperti Facebook Mega Yuliana dan Instagram @randangega.

    Meski perjalanan usaha sudah memasuki tahun ke-11, tantangan tetap ada. Mulai dari menjaga konsistensi rasa, proses perizinan usaha, hingga penguatan pemasaran digital agar produk tradisional mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    Mega berharap pemerintah terus memberi dukungan nyata kepada para pelaku UMKM agar bisa berkembang dan menembus pasar nasional maupun internasional.

    Bagi Mega, Randang EGA bukan sekadar bisnis kuliner. Ia adalah persembahan rasa yang menghadirkan nostalgia kampung halaman.

    “Randang EGA hadir dengan hati, membawa satu rasa: Babaliak Ka Kampuang,” tuturnya haru.

    Sebuah pengingat bahwa dari dapur sederhana di Pesisir Selatan, cita rasa Minangkabau bisa menjangkau dunia.

  • Menuk, Kisah Srikandi UMKM dari Yogyakarta: Olahan Manis yang Dibuat dengan Cinta dan Menginspirasi Banyak Orang

    Menuk, Kisah Srikandi UMKM dari Yogyakarta: Olahan Manis yang Dibuat dengan Cinta dan Menginspirasi Banyak Orang

    Di tengah geliat pertumbuhan pelaku usaha kecil di Indonesia, kisah inspiratif datang dari Yogyakarta. Seorang perempuan tangguh bernama Atiek Santoso membuktikan bahwa semangat, ketekunan, dan cinta terhadap usaha mampu melahirkan produk berkualitas yang digemari masyarakat.

    Melalui merek dagang Menuk, Atiek Santoso menghadirkan berbagai olahan makanan yang menggugah selera. Produk-produk yang diproduksi antara lain bakpia, pie susu, almond crispy, bolu roll, roti krumpul, hingga bolu lapis. Berawal dari semangat berdagang yang kuat, Atiek membangun usahanya dengan dedikasi tinggi layaknya sosok Srikandi—perempuan tangguh yang tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan.

    Bagi Atiek, usaha bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain melalui makanan. Karena itu, Menuk mengusung jargon yang penuh makna: “Dibuat Dengan Penuh Cinta Hanya Untuk Anda.” Filosofi tersebut tercermin dalam setiap produk yang dibuat dengan perhatian pada kualitas bahan dan rasa.

    Kiprah Atiek Santoso juga sering hadir dalam ruang diskusi inspiratif bersama Salam Radio. Ia beberapa kali tampil dalam program “Pelaku Usaha Bangkit” dan “Jawara Juara”, yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Salam Radio Official. Dalam podcast tersebut, Atiek berbagi pengalaman tentang perjalanan membangun usaha, menghadapi tantangan, serta pentingnya menjaga semangat wirausaha.

    Program ini dipandu oleh host Hebatdiki, yang menghadirkan berbagai cerita inspiratif dari pelaku UMKM di berbagai daerah.

    Seiring berkembangnya teknologi digital, Menuk juga memanfaatkan platform online untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Informasi lengkap tentang produk dan pemesanan dapat diakses melalui situs resmi bakpiamenuk.com serta akun Instagram @bakpiamenuk. Kehadiran platform digital ini memudahkan masyarakat yang ingin menikmati produk Menuk tanpa harus datang langsung ke Yogyakarta.

    Produk Menuk juga kerap menjadi pilihan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hampers hari raya keagamaan, oleh-oleh khas daerah, hingga bingkisan untuk keluarga dan kolega. Cita rasa yang khas dan kemasan yang menarik menjadikan Menuk semakin diminati oleh konsumen.

    Tak hanya menjual produk, Menuk juga membuka peluang usaha bagi masyarakat yang ingin berkembang bersama melalui program reseller. Dengan sistem komisi yang menarik, peluang ini menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk ikut merasakan manfaat dari pertumbuhan UMKM.

    Kisah Atiek Santoso dan Menuk menjadi pengingat bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi rakyat. Dukungan masyarakat dengan membeli dan mempromosikan produk lokal menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam membantu usaha kecil terus tumbuh.

    Dari dapur sederhana di Yogyakarta, Menuk membuktikan bahwa usaha yang dijalankan dengan cinta dan ketekunan mampu menjangkau hati banyak orang. Sebuah kisah manis tentang semangat perempuan, kreativitas, dan harapan yang terus hidup dalam setiap produk yang dihasilkan.

  • Fajar Art & Craft Depok: Dari Kegagalan ke Keindahan Abadi, Bisnis Tanaman Artificial yang Tumbuh dengan Mental “Gatotkaca”

    Fajar Art & Craft Depok: Dari Kegagalan ke Keindahan Abadi, Bisnis Tanaman Artificial yang Tumbuh dengan Mental “Gatotkaca”

    Di tengah meningkatnya kebutuhan dekorasi interior untuk kafe, rumah makan, kantor, hingga hunian pribadi, bisnis tanaman artificial di Depok menunjukkan geliat positif. Salah satunya adalah Fajar Art & Craft, usaha milik Fajar yang berlokasi di Jl. Raya Curug RT 03/08 Bojong Sari, Depok 16517 (Wahana Express Agen WPL Curug).

    Bagi Fajar, memulai usaha adalah soal keberanian mencoba. Ia meyakini setiap kegagalan pasti menyimpan jalan untuk menemukan cerita baru menuju keberhasilan. Prinsip itu teruji ketika pernah menghadapi pesanan yang tidak sesuai desain. Kekecewaan menjadi pelajaran berharga. Dukungan keluarga dan orang terdekat membuatnya bangkit dan memperbaiki kualitas layanan.

    Tanaman artificial baginya bukan sekadar hiasan, tetapi solusi menghadirkan suasana hijau tanpa ribet perawatan. Ia ingin setiap pohon buatan yang dibuatnya memberi kenyamanan visual bagi ruang-ruang usaha maupun rumah tinggal. Detail menjadi kunci. “Sesuatu yang dibuat dengan hati hasilnya pasti berbeda,” ujarnya. Karena itu, Fajar Art & Craft konsisten menggunakan bahan premium agar produk lebih natural dan tahan lama.

    Momen paling mengharukan bagi Fajar adalah melihat senyum puas pelanggan saat menerima hasil karyanya. Ia menyebut usahanya sebagai cerminan sosok “Gatotkaca”: kuat mental dan cepat dalam pelayanan, bahkan kepada konsumen yang sekadar bertanya tanpa membeli.

    Pemesanan dapat dilakukan melalui WhatsApp 08998389525 atau Shopee akun fajar_art (shopee.co.id/fajar_art). Di balik rimbun daun sintetis itu, tumbuh semangat pantang menyerah yang terus mengakar kuat.

  • Laris Saat Ramadan, Kacang Mete Suratmi Jadi Incaran Hampers Cantik

    Laris Saat Ramadan, Kacang Mete Suratmi Jadi Incaran Hampers Cantik

    Di sebuah dapur sederhana di sudut Yogyakarta, aroma kacang mete yang dipanggang perlahan menguar, membawa harapan yang tak pernah kecil. Di sanalah Suratmi memulai semuanya. Bukan dari pabrik besar, bukan dari modal gemilang, melainkan dari keyakinan bahwa rasa jujur akan menemukan jalannya sendiri.

    Kacang mete racikannya kini dikenal sebagai salah satu yang terbaik sekota Yogyakarta. Renyahnya pas, gurihnya seimbang, manisnya tidak berlebihan. Setiap butir dipilih, dipanggang, dan dikemas dengan ketelitian. Kerja keras, konsistensi, profesionalisme, serta keramahan kepada konsumen menjadi fondasi yang membuat UMKM ini tumbuh pesat hingga menembus pasar Nusantara.

    Lewat akun Instagram @metejogja_vierasnack, pesanan datang silih berganti. Di bulan Ramadan, kacang mete Suratmi menjadi teman setia selepas tarawih—cocok untuk suguhan keluarga maupun hampers cantik yang elegan. Varian rasa asin dan manis tersaji, menjawab selera lintas generasi.

    Perjalanan ini bukan tanpa perjuangan. Namun dedikasi Suratmi membuahkan pengakuan. Ia pernah menjadi tamu istimewa dalam program Jawara Juara di kanal YouTube Salam Radio bersama host beken hebatdiki. Sebuah momen yang menegaskan bahwa dari dapur sederhana, lahir karya yang membanggakan keluarga dan pemerintah kota.

    Kisah Suratmi adalah bukti: UMKM bukan sekadar usaha kecil. Ia adalah cerita tentang ketekunan, tentang rasa yang dijaga, dan tentang mimpi yang dipanggang perlahan—hingga matang oleh waktu.

  • Dari Dapur Kecil ke Mancanegara: Kripik Bananania, Inspirasi Hampers Ramadan 1447 H

    Dari Dapur Kecil ke Mancanegara: Kripik Bananania, Inspirasi Hampers Ramadan 1447 H

    Dari dapur kecil di Yogyakarta, lahir semangat besar seorang perempuan tangguh yang berani bermimpi. Ia adalah Sofyani Mirah, pemilik usaha Kripik Bananania, yang membuktikan bahwa kesuksesan dapat dimulai dari langkah sederhana dan keberanian mencoba.

    Awalnya, Bananania diproduksi dalam skala rumahan. Dengan peralatan terbatas, Sofyani meracik keripik pisang dengan cita rasa khas—renyah, manis, dan dikemas modern. Tantangan demi tantangan dilalui, mulai dari pemasaran hingga membangun kepercayaan konsumen. Namun, konsistensi kualitas menjadi kunci. Perlahan tapi pasti, produknya tak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mulai diperkenalkan ke berbagai negara.

    Kisah inspiratif ini turut diangkat dalam tayangan Jawara Juara Salam Radio Channel di YouTube. Dalam perbincangan tersebut, Sofyani menegaskan bahwa usaha bukan hanya tentang keuntungan, melainkan tentang keberanian bermimpi dan ketekunan menjaga kualitas.

    Memasuki Ramadan 1447 H, Kripik Bananania hadir sebagai pilihan hampers yang menarik untuk berbagi. Varian rasa manis dengan balutan topping kekinian menjadikannya cocok sebagai bingkisan Lebaran—praktis, elegan, dan memiliki cerita perjuangan di baliknya. Bagi warganet yang ingin mencari hampers berbeda tahun ini, Bananania bisa menjadi alternatif istimewa.

    Produk dapat dipesan melalui platform Shopee dan TikTok Shop, memudahkan pelanggan dari berbagai daerah. Informasi terbaru dan katalog produk juga bisa diakses melalui Instagram @bananania_official.

    Ramadan selalu identik dengan berbagi dan mempererat silaturahmi. Dari dapur sederhana di Yogyakarta, Kripik Bananania mengajarkan bahwa rasa manis tak hanya hadir pada produknya, tetapi juga pada perjalanan dan keberanian seorang perempuan dalam mewujudkan mimpi. Sebuah inspirasi bahwa langkah kecil, jika dijalani dengan tekad, dapat membawa usaha menembus batas.