SALAMRADIO.ID., Jeddah — Di balik lancarnya pelayanan jemaah haji Indonesia di bandara kedatangan Tanah Suci, ada perjuangan sunyi para petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara yang rela meninggalkan keluarga demi menjalankan tugas negara. Sudah lebih dari sebulan mereka berada di Arab Saudi, berjibaku melayani ribuan jemaah yang datang silih berganti melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dan Bandara King Abdulaziz International Airport (KAIA) Jeddah.
Intensitas pekerjaan yang semakin tinggi tidak membuat semangat mereka surut. Siang dan malam, para petugas tetap sigap membantu jemaah lansia, disabilitas, mengatur perpindahan koper, memastikan transportasi berjalan lancar, hingga mendampingi jemaah yang mengalami kelelahan setelah perjalanan panjang dari Tanah Air.
Namun di balik senyum dan pelayanan hangat kepada jemaah, tersimpan rasa rindu yang terus menghampiri. Selama lebih dari satu bulan, mereka harus berjauhan dari anak, istri, suami, maupun orang tua di Indonesia demi menjalankan amanah sebagai pelayan tamu Allah.
Kerinduan terhadap keluarga menjadi ujian tersendiri bagi para petugas haji. Meski demikian, mereka berusaha tetap profesional dan menjaga komitmen pelayanan kepada jemaah. Suasana harmonis antarpetugas menjadi kekuatan utama untuk saling menguatkan di tengah padatnya aktivitas operasional haji.
Di sela waktu istirahat yang terbatas, para petugas biasanya mencari hiburan sederhana untuk menjaga semangat dan mengelola rasa lelah. Ada yang bercanda bersama rekan kerja, melakukan panggilan video dengan keluarga, hingga sekadar menikmati kopi sambil berbagi cerita sesama petugas.
Masa tugas mereka di Daker Bandara masih menyisakan hampir dua bulan lagi sebelum akhirnya kembali ke Tanah Air. Meski berat menahan rindu, para petugas tetap percaya bahwa pelayanan terbaik kepada jemaah adalah bagian dari pengabdian dan ibadah yang penuh kemuliaan di Tanah Suci.
pewarta : Hebatdiki
