Dari Nganjuk Prabowo Pekikkan Merdeka, Koperasi Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Desa

SALAMRADIO.ID., Nganjuk, — Gemuruh pekik “Merdeka!” menggema saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memekikkan kata tersebut di akhir pidatonya dalam peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Pekikan itu menjadi simbol semangat persatuan dan kebangkitan ekonomi rakyat melalui gerakan koperasi sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan alat perjuangan ekonomi rakyat untuk membangun kesejahteraan yang adil dan merata. Dengan penuh semangat, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa bersatu memperkuat gerakan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat Indonesia.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,” ujar Presiden saat menekan tombol peresmian.

Presiden mengungkapkan pembangunan koperasi tersebut telah dipersiapkan sejak November tahun lalu dan kini mulai beroperasi di berbagai daerah. Kehadiran Koperasi Merah Putih diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi desa, memperkuat distribusi pangan, membuka lapangan kerja, serta mempercepat terwujudnya desa mandiri dan berdaulat secara ekonomi.

Pemerintah menargetkan sedikitnya 20 ribu hingga 30 ribu koperasi serupa dapat beroperasi pada Agustus 2026. Menurut Presiden, pencapaian tersebut akan menjadi lompatan besar yang jarang terjadi di negara lain.

“Dari seribu ini, dilaporkan kepada saya bahwa pada bulan Agustus kita akan lompat meresmikan 30 ribu koperasi. Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, saya katakan 20 ribu ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang diketemukan di negara lain,” ungkap Presiden.

Sebanyak 1.061 koperasi yang diresmikan terdiri atas 530 unit di tujuh kabupaten di Jawa Timur dan 531 unit di delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Setiap koperasi mempekerjakan 17 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat desa setempat, sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan rakyat, dikutip dari Antara.

Turut mendampingi Presiden dalam peresmian tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Dalam peresmian itu turut hadir anggota Kabinet Merah Putih, anggota DPR RI, gubernur, serta para bupati se-Jawa Timur.

Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara juga tengah membangun 25 ribu unit koperasi tambahan yang ditargetkan selesai dan beroperasi penuh pada Agustus mendatang. Langkah ini menjadi penegasan bahwa koperasi kembali ditempatkan sebagai sokoguru ekonomi nasional di era baru Indonesia.