Bimbingan Ibadah Jadi Garda Terdepan Sempurnakan Ihram Jemaah Haji di Bandara Arab Saudi

SALAMRADIO.ID, Jeddah — Kehadiran tim Bimbingan Ibadah Petugas Haji Daerah Kerja Bandara menjadi bagian penting dalam menyempurnakan pelaksanaan ihram jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Meski seluruh jemaah telah mengikuti manasik haji di Tanah Air sebelum keberangkatan, pelanggaran ringan terkait aturan ihram masih ditemukan saat kedatangan di Arab Saudi.

Pantauan di area kedatangan bandara menunjukkan masih ada jemaah pria yang mengenakan kaos, sepatu tertutup, hingga masker ketika berada dalam kondisi ihram. Sementara itu, sebagian jemaah perempuan juga masih terlihat memakai cadar dan masker saat turun dari pesawat menuju terminal bandara.

Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian dari petugas Bimbingan Ibadah yang berjaga di Daerah Kerja Bandara. Dengan pendekatan humanis dan penuh kesabaran, petugas memberikan edukasi ulang mengenai larangan-larangan ihram agar ibadah jemaah tetap sah dan sesuai tuntunan syariat.

Bagi jemaah pria, penggunaan pakaian berjahit seperti kaos, penutup wajah berupa masker, serta alas kaki yang menutupi mata kaki menjadi hal yang harus dihindari selama ihram. Sedangkan bagi jemaah perempuan, penggunaan cadar dan penutup wajah yang melekat rapat saat ihram juga termasuk hal yang terus diingatkan oleh petugas agar disesuaikan dengan ketentuan syariat.

Pembimbing Ibadah Petugas Haji Indonesia, Dendi Yuda, mengatakan kehadiran petugas di bandara bukan hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memastikan niat ihram jemaah benar-benar sempurna sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.

“Bagi jamaah yang belum niat ihram mereka juga dituntun untuk niat kemudian membaca doa setelah niat dan dibimbing untuk membaca talbiyah sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah SAW,” ujar Dendi Yuda.

Petugas haji tampak tidak sekadar mengingatkan, tetapi juga membantu langsung para jemaah yang kebingungan mengganti perlengkapan ihram mereka. Beberapa petugas bahkan terlihat membimbing lansia dengan lembut agar tetap nyaman di tengah kondisi lelah usai perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

Keberadaan Bimbingan Ibadah di bandara dinilai menjadi penyempurna niat ihram jemaah haji. Sebab, tidak semua jemaah mampu memahami detail aturan ihram hanya melalui manasik di daerah asal. Situasi perjalanan yang panjang, rasa gugup, hingga kondisi fisik yang menurun sering membuat jemaah lupa terhadap ketentuan dasar berihram.

Musim haji 1447 H menjadi momentum penting bagi pelayanan ibadah yang lebih responsif dan membumi. Kehadiran petugas Bimbingan Ibadah bukan hanya memastikan kepatuhan syariat, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bagi jemaah yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Pewarta : Hebatdiki