SALAMRADIO.ID., Jeddah — Di tengah padatnya operasional kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Jeddah, Sabtu (16/05/2026), terselip sebuah kisah sederhana namun penuh makna tentang ketulusan pelayanan petugas haji kepada tamu Allah.
Peristiwa itu terjadi saat seorang jemaah asal embarkasi YIA Yogyakarta membutuhkan bantuan menuju toilet untuk membuang hadas besar setelah tiba di Tanah Suci. Di tengah kesibukan pelayanan bandara, dua petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara, Nizam dan Yusuf, dengan sigap mendampingi jemaah tersebut hingga ke toilet dan menunggu dengan sabar selama kurang lebih 10 menit.
Bagi sebagian orang, tindakan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi jemaah lanjut usia yang baru tiba setelah perjalanan panjang dari Indonesia, pendampingan tersebut menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti.
Setelah selesai, jemaah tersebut tampak terharu dan mencoba memberikan sebuah amplop berisi uang kepada kedua petugas sebagai tanda terima kasih. Namun pemberian itu langsung ditolak secara halus oleh Nizam dan Yusuf.
“Kami bertugas untuk melayani jemaah tanpa pamrih. Ini sudah menjadi komitmen dan prinsip kami sebagai petugas haji,” ujar Nizam.
Menurutnya, seluruh petugas haji hadir untuk memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan terbantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apa pun.
Sikap tegas namun santun yang ditunjukkan kedua petugas itu justru membuat sang jemaah semakin menghormati pelayanan haji Indonesia. Penolakan tersebut tidak menimbulkan rasa tersinggung, melainkan menjadi pembelajaran bahwa pelayanan yang tulus masih hidup di tengah penyelenggaraan ibadah haji.
Pemerintah Indonesia terus menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan haji yang humanis melalui kehadiran petugas di seluruh lini, mulai dari bandara, akomodasi, transportasi, hingga pelayanan ibadah.
Di balik lancarnya operasional haji 1447 H/2026 M, ada banyak kerja sunyi para petugas yang memilih melayani dengan hati. Mereka tidak hanya membantu perjalanan fisik jemaah menuju Baitullah, tetapi juga menjaga nilai keikhlasan dalam melayani tamu-tamu Allah.
pewarta : Hebatdiki
