SALAMRADIO.ID, Jeddah — Perjalanan ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi perjalanan hati yang penuh ujian kesabaran, keikhlasan, dan kesiapan diri. Di tengah jutaan manusia yang berkumpul menjalankan rukun Islam kelima, kenyamanan bukan lagi menjadi hal utama yang dicari para jemaah. Yang paling penting justru adalah kesiapan menghadapi setiap proses ibadah dengan hati yang lapang.
Hal tersebut disampaikan petugas haji Indonesia, Nizam Malik, saat mendampingi pelayanan jemaah di Daerah Kerja Bandara Arab Saudi. Menurutnya, banyak jemaah datang dengan harapan besar mengenai kenyamanan selama berhaji, padahal hakikat ibadah haji adalah tentang kesiapan lahir dan batin.
“Haji bukan memburu kenyamanan. Yang harus dipahami jemaah adalah kesiapan. Siap lelah, siap menghadapi panas matahari, siap mengeluarkan biaya, siap menahan amarah, dan siap berprasangka baik kepada Allah maupun kepada sesama,” ujar Nizam Malik.
Di Tanah Suci, para jemaah memang dihadapkan pada situasi yang jauh berbeda dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Cuaca ekstrem, antrean panjang, kepadatan manusia, hingga keterbatasan waktu istirahat menjadi bagian dari dinamika yang harus dijalani dengan kesabaran.
Menurut Nizam, kesiapan mental menjadi kunci penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Ia menilai, jemaah yang datang dengan hati siap menerima segala keadaan biasanya lebih mudah menikmati proses ibadah dan tidak mudah mengeluh.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan perjalanan wisata yang penuh fasilitas nyaman, melainkan perjalanan spiritual untuk melatih keikhlasan dan penghambaan diri kepada Allah SWT. Dalam setiap langkah thawaf, sa’i, hingga wukuf di Arafah, jemaah diajak belajar tentang sabar, syukur, dan ketulusan.
Di tengah padatnya pelayanan haji 2026, para petugas terus mengingatkan jemaah agar menjaga niat dan memperkuat kesabaran. Sebab pada akhirnya, kemabruran haji bukan diukur dari seberapa nyaman perjalanan dijalani, tetapi dari seberapa tulus hati mampu bertahan dalam setiap ujian selama berada di Tanah Suci.
pewarta : Hebatdiki@MCH2026
