Kisah Ujang, Petugas Linjam Haji Indonesia yang Anggap Jemaah Lansia Seperti Orang Tua Sendiri

SALAMRADIO., Jeddah — Tugas dan fungsi Perlindungan Jemaah (Linjam) menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga kenyamanan, keamanan, dan ketenangan jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci. Kehadiran petugas Linjam di bandara kedatangan Madinah maupun Jeddah menjadi bentuk nyata pelayanan pemerintah bagi para tamu Allah yang datang menunaikan rukun Islam kelima.

Sejak operasional haji dimulai, petugas Linjam terus bersiaga membantu jemaah, khususnya lansia, disabilitas, dan jemaah dengan kebutuhan khusus. Mereka mendampingi proses kedatangan, membantu mobilitas kursi roda, hingga memastikan jemaah dapat melanjutkan perjalanan menuju hotel dengan aman dan nyaman.

Salah satu petugas Linjam di Bandara King Abdulaziz International Airport (KAIA), Jeddah, Ujang, mengaku menjalani tugasnya dengan penuh ketulusan. Baginya, melayani jemaah haji bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian kepada sesama umat Islam yang sedang memenuhi panggilan Allah.

“Bagi saya jemaah sudah saya anggap seperti orang tua sendiri tanpa terkecuali. Saya hanya ingin mereka bisa menjalankan ibadahnya dengan nyaman, aman, dan khusyuk sehingga dapat kembali ke Tanah Air menjadi haji yang mabrur,” ujar Ujang saat membantu jemaah disabilitas di area kedatangan bandara.

Di tengah padatnya aktivitas pelayanan, para petugas haji Daker Bandara harus menjalani tugas selama hampir tiga bulan penuh di Arab Saudi. Mereka rela meninggalkan keluarga di Tanah Air demi memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan maksimal sejak pertama kali tiba di Tanah Suci.

Kesigapan petugas Linjam menjadi bagian penting dalam suksesnya penyelenggaraan ibadah haji 2026. Kehadiran mereka memberikan rasa tenang bagi jemaah sekaligus membuktikan komitmen pemerintah Indonesia dalam menghadirkan pelayanan haji yang humanis, aman, dan ramah bagi seluruh jemaah Indonesia.

pewarta : Hebatdiki