Kedisiplinan Ihram Jemaah Haji Jadi Sorotan, Banyak Masih Kenakan Pakaian Berjahit Saat Tiba di Jeddah

SALAMRADIO.ID., Jeddah — Kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, masih diwarnai persoalan kedisiplinan berihram. Meski sebagian besar jemaah telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Tanah Air sesuai imbauan Kementerian Haji dan Umrah RI, masih ditemukan jemaah laki-laki yang belum sepenuhnya melepaskan pakaian berjahit.

Pantauan di area kedatangan bandara menunjukkan sejumlah jemaah masih mengenakan celana, kaos, hingga alas kaki tertutup saat tiba di Jeddah. Akibatnya, proses penyempurnaan pakaian ihram kembali dilakukan di area bandara sebelum jemaah melanjutkan perjalanan menuju Makkah.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, khususnya sektor layanan bandara. Selain memperlambat proses pergerakan jemaah menuju bus, aktivitas bersalin pakaian di bandara juga meningkatkan risiko tertinggalnya barang bawaan hingga tercecernya dokumen penting seperti paspor dan kartu Nusuk.

Petugas haji menilai proses layanan kedatangan akan jauh lebih efektif apabila jemaah telah menyempurnakan pakaian ihram sejak dari embarkasi di Indonesia. Pemerintah sendiri telah menyiapkan skema pergerakan cepat agar jemaah dapat segera diberangkatkan menuju hotel di Makkah menggunakan armada bus yang telah disediakan.

Sesuai ketentuan operasional haji gelombang kedua, jemaah laki-laki dianjurkan sudah mengenakan pakaian ihram lengkap sejak keberangkatan dari Tanah Air. Selanjutnya, niat umrah dilakukan saat pesawat melintasi area miqat Yalamlam sebelum mendarat di Jeddah.

Karena itu, edukasi kepada jemaah dinilai perlu terus diperkuat oleh petugas kloter maupun daerah, mulai dari Ketua Rombongan (Karom), Ketua Regu (Karu), PPIH Kloter, hingga Petugas Haji Daerah (PHD). Sosialisasi yang berulang dan intensif di embarkasi diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan jemaah sehingga proses kedatangan di Bandara Jeddah berjalan lebih tertib, cepat, dan aman.

Dengan pergerakan yang efektif, jemaah juga dapat segera beristirahat setibanya di penginapan dan mempersiapkan diri menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

pewarta : Hebatdiki