SALAMRADIO.ID, Jakarta — Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam yang digelar pada Selasa (05/05) menetapkan Jawa Timur sebagai tuan rumah pelaksanaan Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-42 Syarikat Islam. Agenda nasional organisasi tersebut direncanakan berlangsung pada November 2026 dan menjadi momentum penting dalam memperkuat arah gerakan organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam, Ahmad Fahrial, menyampaikan bahwa Majelis Tahkim/Kongres Nasional mendatang diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan tata kelola organisasi yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan sosial, ekonomi, serta teknologi. Selanjutnya, Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam akan segera melayangkan surat resmi kepada Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Jawa Timur terkait penetapan dan kesediaan daerah sebagai tempat pelaksanaan Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-42 yang telah diputuskan dalam rapat pleno. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan awal sekaligus koordinasi organisasi guna memastikan seluruh rangkaian agenda nasional dapat berjalan dengan baik dan sukses.
Sementara itu, Presiden Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menegaskan bahwa selama satu dekade terakhir kepemimpinannya, Syarikat Islam terus menjadikan dakwah ekonomi sebagai DNA perjuangan organisasi. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan tujuan awal berdirinya Syarikat Islam sebagai gerakan yang berpihak pada kemandirian ekonomi umat dan terwujudnya kemerdekaan sejati.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya sedang merampungkan penyelarasan tafsir Program Azas dan Tandhim agar lebih sesuai dengan konteks kekinian tanpa meninggalkan nilai-nilai prinsip dasar Program Azas dan Tandhim yang pernah dirumuskan Yang Utama HOS Tjokroaminoto pada tahun 1931. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan Syarikat Islam tetap relevan dalam menjawab perubahan zaman sekaligus memperkuat peran organisasi dalam kehidupan kebangsaan.
Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono, yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Koperasi, menegaskan pentingnya kaderisasi secara berjenjang sebagai upaya menyiapkan penggerak organisasi yang mampu menjalankan perjuangan Syarikat Islam dengan corak ekonomi kerakyatan (sosialisme Islam). Menurutnya, di tengah dominasi penguasaan ekonomi yang masih dikuasai segelintir kelompok, semangat koperasi, gotong royong, dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan harus kembali diperkuat sebagai jalan menghadirkan keadilan sosial sekaligus memperkuat kemandirian umat dan bangsa.
Dalam rapat pleno tersebut juga diputuskan penetapan N. Syamsuddin CH Haesy sebagai Ketua Steering Committee dan Yudhi Irsyadi sebagai Ketua Organizing Committee. N. Syamsuddin CH Haesy, yang akrab disapa Bang Sem, saat ini tengah mempersiapkan buku Scenario Plan Kitab Asasi Utama Manifesto Syarikat Islam (KAUM SI) yang akan dijadikan sebagai road map organisasi ke depan.
Menjelang pelaksanaan Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-42, Syarikat Islam juga akan menggelar berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi kebangsaan hingga ziarah ke makam para pendiri Syarikat Islam sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan para tokoh pendahulu.
Pewarta: Agustian
