SALAMRADIO.ID., Madinah — Sudah dua pekan menjalani tugas sebagai petugas haji di Tanah Suci, Ikhlas meninggalkan keluarganya demi panggilan pekerjaan yang mulia, rasa syukur justru semakin tumbuh dalam diri Bambang Herawan. Di tengah keterbatasan waktu istirahat yang hanya 2 hingga 3 jam per hari, ia tetap berdiri tegak menjalankan amanah melayani jemaah haji Indonesia. Kondisi fisik yang tetap prima seolah menjadi bukti bahwa ada kekuatan batin yang menjaga setiap langkah pengabdian di jalan ibadah ini.
Aktivitas harian yang dijalani tidaklah ringan sangat paradoks dengan keseharian beliau di Tanah Air. Bambang seorang aktivis nasional yang lulus pada seleksi PPiH Arab Saudi 2026 dengan penuh kesabaran mendorong kursi roda jemaah lansia menyusuri pelataran Masjid Nabawi, memastikan mereka dapat beribadah dengan nyaman. Dalam situasi lain, ia juga harus sigap menggendong lansia yang tersesat di kompleks masjid, mengantarkannya kembali ke penginapannya dengan rasa aman. Tak hanya itu, tugas fisik seperti mengangkat dan memasukkan koper-koper jamaah ke dalam bagasi bus juga menjadi bagian dari tanggung jawab yang dijalani tanpa keluh kesah.
Bagi Bambang, lelah bukanlah beban, melainkan bentuk pengabdian. Setiap tetes keringat menjadi pengingat atas dosa-dosa yang ingin ditebus, sekaligus wujud cinta dalam melayani tamu-tamu Allah. Pengalaman ini menjadi perjalanan spiritual yang mendalam, memperkuat keimanan, kesabaran, dan keikhlasan. Harapannya menjadi kebiasaan yang akan dibawa hingga kembali ke Tanah Air.
Di Tanah Suci, tugas sebagai petugas haji Indonesia bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati. Dan bagi Bambang Herawan, pria kelahiran Sumatera Utara, setiap langkah yang diambil adalah bagian dari doa yang terus mengalir.
pewarta : Hebatdiki | salamradio.id
