Eskalasi Konflik TimTeng Picu Penundaan Kepulangan Jamaah Umrah Indonesia

Mekkah — Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berdampak pada operasional penerbangan internasional dan turut mempengaruhi perjalanan ibadah umrah jamaah asal Indonesia. Sebanyak 48 jamaah umrah yang diberangkatkan oleh PT Retali Mustajab Travel harus mengalami keterlambatan kepulangan dari Arab Saudi akibat maskapai yang belum dapat beroperasi.

Program Umrah Dauroh Awal Ramadan 1447 H ini awalnya dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, sejak 22 Februari hingga 2 Maret 2026. Namun situasi keamanan regional yang memicu pembatasan penerbangan membuat para jamaah harus memperpanjang masa tinggal mereka di Kota Mekkah.

Rangkaian ibadah umrah dimulai dengan agenda di Kota Madinah selama tiga hari. Selama berada di Madinah, jamaah memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, mengikuti pengenalan kawasan sekitar masjid, berziarah ke Raudhah, serta mengikuti city tour yang mengenalkan berbagai situs bersejarah Islam di kota tersebut.

Memasuki hari keempat, rombongan jamaah melanjutkan perjalanan dari Madinah menuju Mekkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah. Pada hari kelima, jamaah memperbanyak ibadah di Masjidil Haram dengan berbagai kegiatan spiritual, termasuk thawaf sunnah, memperbanyak doa, dan mengikuti bimbingan ibadah yang dipandu oleh Ustaz Yudi Kurnia, LC sebagai pembimbing rombongan.

Agenda perjalanan juga mencakup city tour Kota Mekkah pada hari ketujuh yang memberikan kesempatan kepada jamaah untuk mengenal sejumlah lokasi bersejarah di sekitar Tanah Suci.

Sesuai jadwal awal, rombongan seharusnya kembali ke Indonesia pada hari kedelapan dengan rute penerbangan transit di Mumbai selama sekitar satu setengah jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Air. Namun, maskapai IndiGo yang dijadwalkan mengangkut jamaah belum dapat beroperasi secara normal akibat dampak konflik yang melibatkan Iran dan mempengaruhi stabilitas penerbangan di kawasan tersebut.

Akibat kondisi tersebut, jamaah untuk sementara harus overstay di Kota Mekkah hingga 7 Maret 2026. Pihak Retali Mustajab Travel memastikan seluruh kebutuhan jamaah selama masa tambahan tinggal tetap terpenuhi, termasuk akomodasi hotel dan konsumsi harian yang sepenuhnya ditanggung oleh pihak travel.

Pada 4 Maret 2026, maskapai IndiGo akhirnya memberikan pemberitahuan resmi bahwa jamaah umrah Retali Mustajab Travel dijadwalkan dapat kembali ke Indonesia pada 7 Maret 2026, setelah operasional penerbangan mulai dipersiapkan kembali.

Meski menghadapi penundaan kepulangan, para jamaah memanfaatkan waktu tambahan di Mekkah untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram sambil menunggu kepastian keberangkatan menuju Tanah Air.

Pewarta: Hebatdiki — salamradio.id